Transplantasi Hati, Sebagai Jawaban Bagi Penderita Penyakit Hati Kronis

Neraca. Penyakit hati memang terbilang sebagai masalah serius di Indonesia. Jumlah mereka yang mengidap penyakit hati kronis mencapai 20 juta jiwa atau sekitar 10% dari jumlah penduduk Indonesia. Yang lebih mengerikan, dari 10% itu sebagian besar tidak menyadari bahwa dirinya adalah carrier memiliki virus di tubuhnya tanpa menunjukkan gejala sakit. Padahal, apabila seseorang mengidap penyakit hati kronis, tidak ada jalan lain bagi dirinya menuju kesehatan kecuali dengan melakukan transplantasi hati.

Transplantasi hati pertama kali dilakukan oleh Thomas Starzl di University of Colorado pada 1963. Dua puluh tahun setelah tindakan transplantasi pertama, National Institutes of Health Concensus Development Conference pada tahun 1985 menyatakan transplantasi hati sebagai tindakan terapeutik yang akan dipergunakan secara luas dan bukan lagi tindakan uji coba. Peristiwa ini ditandai sebagai langkah besar dunia kedokteran modern.

Transplantasi hati pada dasarnya adalah mengganti hati yang rusak dengan hati yang sehat, bisa dari donor cadaver (mayat) maupun dari donor living (hidup). Transplantasi hati ditempuh untuk menghindari ancaman kematian. Jika dilakukan dengan baik, tingkat keberhasilan transplantasi hati bisa mencapai 75%-85% pada tahun pertama. Dan apabila setahun pertama pasca transplantasi pasien survive, diharapkan 5-10 tahun pasien tidak akan lagi memiliki hati yang bermasalah.

Mengapa transplantasi hati bisa dikatakan sebagai jawaban atas harapan-harapan para penderita penyakit hati kronis? Karena, sebagaimana dikatakan oleh Prof. dr. Suwandhi Widjaja SpPD, PhD., transplantasi hati adalah satu-satunya solusi untuk mengobati penyakit ini. “Untuk pengobatan pada penyakit hati yang sudah kronis, di mana liver sudah mengkerut, tidak ada jalan lain, ya diganti dengan liver baru.”

Di Indonesia, tindakan cangkok atau transplantasi hati bagi pasien dewasa pertama kali dilakukan pada Desember 2010.

Pasien pertama yang menjalani tindakan tersebut adalah seseorang berusia 44 tahun dengan donor hati dari anaknya yang berusia 18 tahun. Pasien ini mengalami pengerasan hati (sirosis) sehingga hatinya tidak lagi berfungsi dengan baik. Setelah mendapat persetujuan dari keluarga, pada 13 Desember 2010 proses transplantasi hati dilakukan dengan mengangkat seluruh hati pasien untuk diganti dengan hati sisi sebelah kanan donor. Yang menggembirakan, saat ini pasien dan donor berada dalam kondisi yang stabil. Yang patut menjadi perhatian bagi mereka yang hendak melakukan transplantasi hati adalah perihal biaya. Transplantasi hati dikenal sebagai tindakan kedokteran yang memakan biaya tinggi.

Mahal memang, tapi bukankah nyawa tidak ternilai harganya? Mencermati hal itu, ada baiknya kita terus mengingat kearifan yang sudah lama kita ketahui, mencegah lebih baik daripada mengobati. Caranya adalah dengan sedisiplin mungkin menjalani pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan diri sendiri. Penyakit hati kronis bukan tidak bisa dicegah. Melalui pemberian imunisasi, kita bisa mencegah penyakit yang tak ada obatnya ini. sahlan

BERITA TERKAIT

Risiko Penyakit di Balik Nikmat Tembakau

Setiap 31 Mei dunia memperingati 'World No Tobacco Day' atau Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan tahun…

Jaya Konstruksi Bagi Dividen Rp 94,58 Miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) bakal membagikan…

APRESIASI BAGI KARYAWAN

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto (kedua kiri) memberikan bingkisan kepada karyawan yang tetap bertugas selama Masa…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Ini Tanda Tubuh Kurang Tidur dan Butuh Istirahat

Tidur merupakan kebutuhan yang mesti dipenuhi untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Namun, sering kali orang-orang abai pada tanda-tanda tubuh yang…

Pola Puasa Tepat untuk Pasien Diabetes

Meski diperbolehkan untuk tidak berpuasa, seringkali penderita diabetes tetap mencoba untuk berpuasa agar tetap mendapatkan keberkahan dan pahala di bulan…

Lima Kunci Penting Puasa Sehat

Tak terasa puasa sudah berjalan sekitar dua minggu. Rasanya tubuh sudah mulai terbiasa, tetapi orang sebaiknya tetap menjaga agar puasa…