BEI Optimis Pasar Obligasi Bakal Melesat

NERACA

Jakarta -PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimitis nilai emisi penerbitan surat utang (obligasi) pada 2018 akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 yang tercatat Rp160 triliun.”Pada awal tahun ini, sudah terdapat empat perusahaan yang siap menerbitkan obligasi dengan total nilai sebesar Rp4,5 triliun,”kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, pekan kemarin.

Dirinya mengemukakan bahwa perusahan yang akan menerbitkan obligasi itu PT Sarana Multigriya Financial (SMF) senilai Rp2 triliun, PT Indomobil Finance senilai Rp1 triliun, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar Rp500 miliar, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) Rp1 triliun.”Saat ini perusahaan itu sedang menunggu izin efektif penerbitan obligasi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," paparnya.

Dia menilai bahwa dengan masih maraknya penerbitan obligasi pada tahun ini menunjukan minat investor terhadap instrumen obligasi terbilang tinggi. Apalagi, sejumlah lembaga pemeringkat internasional menyematkan peringkat layak investasi (investment grade) pada Indonesia.”Tahun ini daya serap obligasi juga akan dibantu oleh investor asing seiring dengan peringkat Indonesia yang berada di level 'investment grade'," katanya.

Sebelumnya, senior analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada menilai bahwa minat investor terhadap instrumen surat utang (obligasi) korporasi masih tinggi seiring dengan imbal hasil yang ditawarkan cukup menarik. Dijelaskannya, minat investor terhadap obligasi salah satunya didorong oleh tingkat suku bunga di dalam negeri yang relatif rendah, sehingga investor mencari alternatif investasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, salah satunya obligasi.”Obligasi korporasi bisa menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan investor, apalagi perusahaan juga butuh modal untuk ekspansi di tengah ekonomi nasional yang sedang tumbuh,”paparnya.

Sementara Kevin Juido, Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas menuturkan, peluang penerbitan obligasi pada kuartal I masih cukup baik seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,07%. Dengan adanya sentimen dari pertumbuhan ekonomi, peluang melakukan ekspansi menjadi lebih terbuka lebar.

Kesempatan ini juga didukung dengan pertumbuhan ekonomi di Amerika dan China yang mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Menurutnya, sentimen ini cukup bagus, apalagi Indonesia banyak melakukan ekspor ke Amerika. Harga komoditas yang masih tinggi juga menjadi salah satu faktor yang cukup menjanjikan. Ditambah pula dengan daya beli masyarakat yang juga mencatatkan kenaikan. Namun, Kevin menganjurkan investor untuk melihat terlebih dahulu obligasi yang ditawarkan korporasi.

BERITA TERKAIT

Nomadic Market ala Pasar Karetan Kian Menjanjikan

Warga antusias mendatangani Destinasi Digital milik GenPI Jawa Tengah, yakni Pasar Karetan saat dikenalkan mengenai konsep Nomadic Market di Festival…

Laptop HP Envy x360 Resmi Masuk Di Pasar Indonesia

HP baru saja memboyong HP Envy x360 dan kini resmi masuk ke pasar Indonesia. Laptop mungil berukuran layar 13 inci…

Segmentasi Pasar Djakarta Lloyd Makin Luas di Usia ke-68

Segmentasi Pasar Djakarta Lloyd Makin Luas di Usia ke-68 NERACA Jakarta – Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Dana Rp 1,3 Triliun - JLB Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 10%

NERACA Jakarta – Operator jalan tol, PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) melakukan penawaran umum obligasi I Jakarta Lingkar Baratsatu Tahun…

GEMS Bukukan Laba Bersih US$ 67,82 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang semester pertama 2018, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 32,33% year…

Fitch Ratings Kerek Peringkat TELE Jadi BB-

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan membaiknya kinerja keuangan, lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia menaikkan peringkat perusahaan distribusi ponsel dan gawai, PT…