Kisah Dibalik Kelopak Mawar

Neraca. Mawar yang dikenal nama bunga ros atau, “Ratu Bunga,” merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Bunga mawar tersendiri berkaitan erat dengan budaya di Indonesia, tidak hanya dinikmati keindahannya saja namun merupakan bagian dari adat budaya di Indonesia, seperti pada ritual siraman pada pesta pernikahan beberapa daerah di Indonesia.

Mawar memiliki sejarah panjang dan penuh warna. Menurut bukti fosil, mawar adalah 35 juta tahun. Saat ini, ada lebih dari 30.000 varietas mawar dan memiliki silsilah keluarga yang paling rumit dari setiap spesies bunga diketahui.

Budidaya mawar kemungkinan besar dimulai di Asia sekitar 5000 tahun yang lalu. Mereka telah menjadi bagian dari pengalaman manusia. Mitologi Yunani mengatakan bahwa Aphrodite adalah sosok yang memberikan, “Mawar,” untuk bunga yang dipandang sangat indah. Namun dewi bunga, Chloris, menjadi sosok dibalik penciptaan mitos keanggunan bungan mawar.

Dalam sebuah kisah, ketika Chloris sedang berada dihutan, ia menemukan tubuh tak bernyawa dari nimfa yang indah. Lalu Chloris meminta bantuan Aphrodite, dewi cinta, yang memberi kecantikannya, kemudian dipanggil Dionysus, dewa anggur, yang menambahkan nektar untuk memberinya aroma manis.

Dalam cerita lain, seorang legenda Hindu kuno, Brahma (pencipta dunia) dan Wisnu (pelindung dunia) berdebat apakah teratai lebih indah dari bunga mawar. Wisnu didukung mawar, sementara Brahma mendukung teratai.

Tapi Brahma belum pernah melihat mawar sebelum dan ketika ia melakukannya ia segera menarik kembali. Sebagai hadiah Brahma menciptakan pengantin untuk Wisnu dan Lakshmi ia menciptakan dari 108 besar dan 1008 kelopak mawar kecil.

Beberapa ribu tahun kemudian, di sisi lain dunia di Kreta, ada Lukisan dinding yang menggambarkan mawar dengan lima petalled mekar merah muda. Penemuan makam di Mesir telah mengungkapkan karangan bunga dibuat dengan bunga, dengan mawar di antara mereka.

Begitu pun dengan karangan bunga di makam Hawara (ditemukan oleh arkeolog Inggris William Flinders Petrie), tertanggal sekitar tahun 170, yang merupakan catatan tertua dari bukti diawetkannya sebuah spesies mawar yang masih hidup.

Roses kemudian menjadi identik dengan akibat terburuk dari Kekaisaran Romawi, ketika para petani dikurangi menjadi mawar tumbuh bukan tanaman pangan dalam rangka memenuhi tuntutan para penguasa mereka. Para kaisar pun mengisi kolam renang mereka dengan air mawar dan duduk di karpet kelopak mawar untuk perayaan dan pesta pora.

Mawar bahkan digunakan sebagai confetti pada banyak perayaan, pengobatan, dan sebagai sumber parfum. Dalam sebuah pesta pora, mereka menikmati jutaan kelopak mawar yang jatuh dari langit-langit selama perayaan.

Selama abad kelima belas, kelompok yang berperang untuk kontrol Inggris digunakan mawar sebagai simbol. Mawar putih diwakili York, dan merah naik dilambangkan Lancaster. Tidak mengherankan, konflik antara faksi ini kemudian dikenal sebagai Perang Mawar.

Pada abad ketujuh belas, mawar berada pada dipermintaan tingginya dan dianggap sebagai legal tender. Dalam kapasitas ini, mereka digunakan sebagai media barter dipasar serta untuk pembayaran rakyat. Bahkan isteri Napoleon, Josephine yang menyukai mawar hingga mendirikan sebuah museum koleksi di Chateau de Malmaison, tujuh mil sebelah barat Paris. Inilah kebun dengan lebih dari 250 varietas mawar.

BERITA TERKAIT

Potensi MICE Dibalik Pencetus Gerakan Perubahan Hidup

  NERACA   Jakarta - Onggy Hianata merupakan tokoh pencetus gerakan perubahan hidup untuk menginspirasi masyarakat agar mampu membangun kehidupan…

Ketika Disabilitas Mampu Berdayakan Komunitas Sekitarnya - Kisah Insipiratif Ojek Difa

Sejatinya keberadaan para penyandang disabilitas harus diperlakukan sama dan tidak dipandang sebelah mata atau diskriminatif. Pada dasarnya, mereka penyandang disabilitas…

Value Kecil Karena Banyak Saham Gocap - Dibalik Pencapaian Rekor IHSG

NERACA Jakarta – Pencapaian rekor baru indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) tentunya membuat kepercayaan investor…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pemerintah Segera Berlakukan Tarif Pajak 0,5 Persen Untuk UMKM

Penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beromzet di bawah Rp 4,8 miliar…

Ini Dia Kiat Sukses Binis Kuliner - Tingginya Persaingan

Bisnis kuliner menjadi salah satu yang paling menjanjikan dan tak pernah sepi, sehingga wajar saja jika banyak orang melirik bisnis…

Teguk Segernya Usaha Minuman Jus Buah

Minuman Jus buah,  memang tidak pernah surut mengingat minuman ini terus digemari. Rasanya yang segar dan kandungan vitamin serta serat…