Rabobank Indonesia Buka Kantor Cabang di Bandung

NERACA

Bandung - Rabobank Indonesia (PT Bank Rabobank International Indonesia) meresmikan Kantor Cabang Bandung RE Martadinata yang beralamat di Jalan LLRE Martadinata, Senin (22/1) dan cabang ini merupakan cabang relokasi dari kantor cabang yang sebelumnya beralamat di Jalan Aceh. Dengan relokasi ke area yang dekat dengan sentra bisnis ini, Rabobank menjadi semakin dekat dengan nasabah serta nasabah prospektifnya, yaitu para pengusaha, terutama yang bergerak dalam sektor pangan dan agribisnis.

Hal ini sejalan dengan misi Growing a Better World Together dan visi Banking for Food di mana Rabobank Indonesia siap berkontribusi untuk mengembangkan sektor pangan dan agribisnis dengan menyediakan akses dana, akses pengetahuan, serta akses kepada jaringan Rabobank di 40 negara. Direktur Utama Rabobank Indonesia Jos Luhukay, mengatakan bahwa sektor pangan dan agribisnis memberikan peluang yang sangat besar bagi Rabobank Indonesia.

"Potensi kredit sektor pangan dan agribisnis pada tahun 2016 sekitar Rp359 triliun, dan sektor ini terus tumbuh dengan pesat," kata dia. Menurut dia ketahanan pangan yang merupakan salah satu tujuan strategis pemerintah yang tertuang dalam Nawacita, semakin memperbesar potensi pasar dan mendukung strategis bisnis Rabobank Indonesia untuk fokus kepada sektor pangan dan agribisnis.

Rabobank Indonesia memiliki akses kepada pengetahuan mengenai pangan dan agribisnis yang telah dihimpun selama 120 tahun oleh Rabobank Group, perusahaan induknya yang berasal dari Belanda dan bermula dari koperasi petani. "Rabobank Indonesia dapat mendanai seluruh rantai pasok pangan dan agribisnis karena memiliki perbankan korporasi yang melayani perusahaan besar, perbankan bisnis yang melayani perusahaan kecil dan menengah, serta Rabobank Foundation yang memberikan akses dana kepada petani dan peternak yang menjadi anggota koperasi," kata dia.

Jika diambil rantai pasok sapi sebagai contoh, Rabobank Indonesia dapat menyediakan akses dana untuk produksi pakan sapi, bibit sapi, penggemukan sapi, pabrik daging sapi olahan, hingga distributor yang memasok daging ke pasar swalayan. Selain itu, layanan trade financing, cash management dan internet banking yang dimiliki Rabobank Indonesia akan memudahkan pemilik usaha untuk mengelola arus kas, membayar gaji karyawan, membayar supplier, hingga melakukan kegiatan ekspor-impor yang berkaitan dengan usahanya.

Pelaksana tugas Direktur Perbankan Bisnis Hartono Teguh Wijaya menjelaskan bahwa Bandung dan Jawa Barat menyimpan potensi bisnis yang baik bagi Rabobank Indonesia yang fokus kepada pangan dan agribisnis. "Sektor pertanian, perikanan dan kehutanan menempati urutan ke tiga dalam kontribusi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jawa Barat (8,9 persen)," kata Hartono.

Industri pengolahan adalah kontributor PDRB terbesar (42,49 persen) di mana industri pengolahan makanan merupakan salah satu bagian penting di dalamnya Lima komoditas utama di Jawa Barat adalah padi, jagung, kedelai, kopi, dan sapi. Jawa Barat adalah penghasil padi terbesar ke dua di Indonesia setelah Jawa Timur dengan hasil 12,5 juta ton atau 15 persen dari produksi nasional.

Jawa Barat menghasilkan 960 ribu ton jagung (4,71 persen dari produksi nasional) dan 115 ribu ton untuk kedelai (8,8 persen dari produksi nasional). Daging sapi hasil pemotongan di Jawa Barat, yaitu 73 ribu ton, adalah yang ke dua terbesar di Indonesia setelah Jakarta. Kopi Arabika Java Preanger, dari Jawa Barat telah mendapatkan penghargaan dari Specialty Coffee Association of America (SCAA) di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.

BERITA TERKAIT

Triton Double Cabin HDX Paling Diminati di Indonesia

Dari sejumlah model Mitsubishi Triton yang tersedia, varian Triton Double Cabin HDX lah yang paling diminati di Indonesia dengan persentase…

Indonesia Motorcycle Show 2018 Bukukan Penjualan 1.332 Unit

Pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 resmi ditutup pada Minggu (4/11). Selama lima hari penyelenggaraan, ajang pameran kendaraan roda dua…

Indonesia Hadapi Tiga Beban Penyakit

Indonesia kini tengah memasuki masa transisi epidemiologi. Kondisi ini membuat Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta masyarakat untuk mewaspadai segala jenis…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Siapkan Rekening Simpanan untuk Devisa Ekspor

    NERACA Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyiapkan rekening simpanan khusus untuk memudahkan pengelolaan devisa hasil ekspor menyusul kebijakan memperkuat…

Perbankan Syariah Lebih Suka Akad Mudharabah

    NERACA Jakarta - Praktisi perbankan syariah dari PT Sarana Multigriya Finansial Eko Ratrianto mengatakan perbankan syariah lebih menyukai…

OJK : Kepercayaan Terhadap Pasar Keuangan Meningkat

    NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan ada indikasi bahwa kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia pada…