Ibu Kece Itu Membiasakan Anak Membaca

“Your children will become who you are, so be who you want them to be.” Kutipan dari David Bly inilah yang harus dipahami oleh orang tua zaman now. Menjadi orang tua yang baik dan dekat dengan anak tanpa adanya communication gap di antara keluarga adalah idaman setiap rumah tangga. Menjalin komunikasi dan menjadi partner diskusi adalah kemampuan yang harus dimiliki orang tua, terutama ibu.

Ibu adalah orang terdekat pertama yang dapat menjadi role model bagi anaknya, akan mendampingi dan berinteraksi dalam perkembangan buah hati. Sadar akan perbedaan generasi membuat orang tua terutama ibu harus peka terhadap literasi dan teknologi yang berkembang saat ini. Seorang ibu wajib yang menyadari pentingnya literasi yang baik, akan memberikan dampak yang baik pula untuk buah hati.

Seperti pengakuan dari Dr. Vivid F. Anggarini, “Orang tua harus memberikan contoh bagi anak-anaknya untuk gemar membaca. Ciptakan suasana perpustakaan di rumah agar anak nyaman membaca, selain itu biarkan mereka untuk menyadari manfaat dari kesenangannya membaca buku.” Dari bukulah sumber segala pembicaraan keluarga dimulai. Alma Dhiafira, Duta Literasi Rotary Indonesia yang kerap disapa Dhea ini mengatakan: “Ibu yang kece itu bisa mengajak berimajinasi dengan literasi yang baik seperti mamiku.”

Enny Ambarsari, orang tua Dhea mengaku sebagai orang tua tidak hanya membelikan buku lalu melepasnya begitu saja, harus ada interaktif dalam buku tersebut. Menjadikan buku bukan hanya sekedar benda mati, tetapi benda hidup merupakan saran dari Maman Suherman, pegiat literasi Indonesia ini menyarankan dengan cara mendongeng dan musikalisasi dapat membuat anak-anak tertarik untuk membaca.

Retno Hening, ibu dari Kirana, ini mengatakan sudah mengenalkan buku sejak usia Kirana 6 bulan. Ia membelikan buku kain dan membacakannya, lalu mengajaknya Kirana bercerita tentang isi buku tersebut. Perlakuan seperti inilah yang dapat djadikan contoh ibu-ibu dan orang tua kekinian dalam menyikapi minimnya minat baca di Indonesia.

Berdasarkan data hanya terdapat satu orang di antara seribu orang di Indonesia yang suka membaca. Padahal menurut Anies Baswedan saat ini Indonesia sudah memiliki perpustakaan yang cukup baik di antara negara-negara lain seperti Australia, Selandia Baru, Portugal, dan Jerman.

Maka dari itu pentingnya revitalisasi fungsi orang tua terutama ibu untuk dapat membiasakan diri rajin membaca agar dapat menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam kegiatan literasi. Menyadari bahwa “Reading is Fun” untuk diri sendiri dan anak-anak zaman sekarang memiliki manfaat yang sangat banyak bagi kehidupan di sekolah maupun di masyarakat. Reading makes a mother smart. A smart mother creates smart children. Smart children makes a great future leader.

BERITA TERKAIT

Sido Muncul Bikin Anak Usaha di Negeria - Perkuat Pasar Ekspor Ke Afrika

NERACA Jakarta - Setelah sukses membuka pasar ekspor ke Filipina dengan berlanjutnya rencana pembukaan kantor pemasaran disana, kini PT Industri…

DOID Tengah Perpanjang IUP Anak Usaha - Fokus Bisnis Batu Bara

NERACA Jakarta – Ditengah menggeliatnya bisnis batu bara, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) tengah disibukkan mengurus pengembalian izin usaha…

YAPL Gelar Program Bela Negara Aku Anak Indonesia Hebat - Bangun Pondasi Kebangsaan Sejak Dini

Maju dan mundurnya suatu negara ada di tangan pemuda, maka dari itu peranan pemuda dalam membangun bangsa Indonesia sangatlah penting.…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

UI Buka Program Pascasarjana Tata Kelola Pemilu

    Universitas Indonesia (UI) membuka Program Magister Tata Kelola Pemilu dibawah Departemen Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu…

Mahasiswa Jadi Agen Anti Hoax

      Zaman sekarang informasi apapun mudah untuk didapatkan. Didukung oleh perkembangan teknologi yang demikian luar biasa. Akses internet…

Ibu Kece Itu Membiasakan Anak Membaca

    “Your children will become who you are, so be who you want them to be.” Kutipan dari David…