Pemkab Lebak Minta 100 BUMDeS Bangkitkan Ekonomi

Pemkab Lebak Minta 100 BUMDeS Bangkitkan Ekonomi

NERACA

Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak meminta 100 badan usaha milik desa (BUMDes) di daerah ini dapat membangkitkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan penyerapan lapangan pekerjaan.

"Kami terus mendorong BUMDes menjadi lokomotif ekonomi perdesaan," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Lebak Rusito, di Lebak, sebagaimana dikutip Antara, kemarin.

Pemerintah daerah memfokuskan pembangunan desa, selain infrastuktur dan pemberdayaan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan. Saat ini, pengucuran dana desa (DD) melalui bantuan APBN sebesar Rp274 miliar dan alokasi dana desa (ADD) Rp124 miliar dari APBD setempat.

Pengucuran dana desa tersebut diperbolehkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, katanya lagi, BUMDes dapat mengelola aneka usaha yang berkembang di masyarakat dengan menyalurkan permodalan.

Pihaknya menargetkan tahun 2018 semua 340 desa terbentuk BUMDes untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat."Kami yakin BUMDes ke depan bisa menjadikan andalan kekuatan ekonomi masyarakat perdesaan," kata dia lagi.

Menurut dia, selama ini Kabupaten Lebak memiliki potensi alam yang luar biasa dari komoditas pertanian dan perkebunan. Potensi usaha itu bisa dikembangkan aneka usaha, sehingga menyumbangkan pendapatan ekonomi masyarakat.

BUMDes mengelola usaha kecil dan menengah (UKM) yang memproduksi aneka kerajinan jenis makanan, anyaman bambu, sewa tenda, jamur tiram, peternakan, perkebunan, wisata dan pengelolaan ikan. Selain itu, usaha percetakan, sablon, konveksi, perkayuan, jasa angkutan hingga warnet."Kami optimistis, BUMDes dapat mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat perdesaan sehingga bisa mengatasi kemiskinan," ujar dia.

Kepala Desa Warung Banten, Kecamatan Cibeber Rohandi, mengatakan pihaknya telah membentuk BUMDes dua tahun lalu dan kini usaha yang digelutinya bidang konveksi dan sablon berkembang, sehingga menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bahkan, penghasilan warganya sebagian besar dari usaha sablon dan konveksi pakaian.

Para pelanggannya bukan hanya di wilayah Kabupaten Lebak saja, namun sudah ke wilayah Sukabumi, Jawa Barat."Semua usaha konveksi dan sablon yang dikelola BUMDes itu cukup berhasil meningkatkan pendapatan ekonomi warga setempat," kata dia pula. Ant

BERITA TERKAIT

Danareksa Ciptakan Sumber Ekonomi Baru - Gotong Royong Rawat Ciliwung

Sebagai bagian dari pada tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT Danareksa (Persero) menggagas program…

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Lewat Tenun Alam

Jauh dari sang suami yang merantau ke negeri orang, tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi seorang ibu bagaimana menafkahi sang anak…

Superkrane Incar Kontrak Baru US$ 100 Juta - Permintaan Sewa Crane Meningkat

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) pacu ekspansi bisnis. Emiten crane…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Ketua Komisi II DPRD: Walikota Sukabumi Secepatnya Lakukan Seleksi Dirut PDAM

Ketua Komisi II DPRD: Walikota Sukabumi Secepatnya Lakukan Seleksi Dirut PDAM NERACA Sukabumi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota…

Pembangunan Tol Serang-Panimbang Capai 5,74 Persen

Pembangunan Tol Serang-Panimbang Capai 5,74 Persen NERACA Serang - Pembangunan fisik jalan tol Serang-Panimbang sampai saat ini mencapai 5,74 persen…

Dukung Pendanaan PTPN III, PNMIM Kucurkan RDPT Rp2 Triliun

Dukung Pendanaan PTPN III, PNMIM Kucurkan RDPT Rp2 Triliun NERACA Jakarta - Dalam rangkaian acara IMF - World Bank Annual…