Ciputra-IFC Sinergi Promosikan Bangunan Hijau

Ciputra-IFC Sinergi Promosikan Bangunan Hijau

NERACA

Jakarta - Pengembang Ciputra Residence bersinergi dengan anggota kelompok Bank Dunia, IFC, dalam rangka mempromosikan bangunan hijau yang selaras dengan prioritas pemerintah Indonesia untuk mengurangi defisit perumahan.

"Dengan lebih dari 130 proyek di Indonesia dan luar negeri, kami percaya pengembangan dengan konsep hijau dapat meningkatkan nilai investasi, mampu memberikan stabilitas dan keberlanjutan, yang dapat memperkuat posisi pasar dari pengembangan properti kami, terutama untuk proyek baru berskala besar," kata Dirut PT Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata, dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (26/11).

Menurut Budiarsa, dalam skala ekonomi, pihaknya telah mengantisipasi bahwa teknologi hijau akan lebih maju dan lebih terjangkau. Hal tersebut, lanjut dia, juga seiring dengan meningkatnya keterlibatan pemerintah, serta terus meningkatnya kebutuhan terhadap fitur yang lebih hijau dan berkelanjutan untuk proyek properti.

IFC sendiri telah memberikan sertifikasi desain (preliminary) kepada proyek Citra Maja Raya dari PT Ciputra Residence dengan sertifikasi Excellence in Design for Greater Efficiency (EDGE). Proyek tersebut juga telah diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Menteri Perhubungan.

"EDGE membantu melakukan mitigasi perubahan iklim dengan cara mendorong pengembang untuk membangun bagunan yang hemat energi, yang secara langsung akan menghemat biaya yang signifikan dari waktu ke waktu," kata Country Manager IFC untuk Indonesia, Azam Khan.

Menurut Azam, IFC sebagai pelopor dalam ruang bangunan hijau, terus berkomitmen akan mempromosikan standar baru, mekanisme pembiayaan, dan peraturan untuk konstruksi hijau, serta bakal terus menciptakan pasar serta mendorong tingkat investasi hijau yang lebih tinggi.

PT Ciputra Residence adalah perusahaan pertama di Kawasan Asia Timur Pasifik yang mendapatkan penghargaan sertifikasi EDGE Green Building IFC, pada bulan Oktober 2014.

Sejak saat itu, perusahaan tersebut telah memperoleh sertifikasi EDGE untuk proyek-proyek berikutnya dan terus memperbarui komitmennya untuk mengembangkan bangunan hijau dalam skala yang lebih besar, sebagaimana yang mereka terapkan saat mereka mengembangkan kawasan terpadu Citra Maja Raya, serta pengembangan lain yang mereka lakukan bersama afiliasinya di Hanoi, Vietnam.

Sebagaimana diketahui, permintaan perumahan yang belum terpenuhi di Indonesia pada saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 15 juta rumah.

Sebelumnya, konsultan properti Colliers International meyakini bahwa sektor properti di Indonesia akan menjadi semakin bergairan pada tahun 2017 ini karena sejumlah indikasi telah menyiratkan potensi perkembangan sektor tersebut. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

Menpar Minta Media Promosikan RI Aman Pasca Teror

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan masih banyak destinasi wisata menarik di Indonesia yang bisa didatangi turis mancanegara pasca terjadinya serangan…

Sinergi PNM dan Bank BTN untuk UMKM

Sinergi PNM dan Bank BTN untuk UMKM NERACA Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM memperluas cakupan kerja…

Sinergi Pekerja-Pengusaha

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi., Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Isu perburuhan tidak bisa terlepas dari tuntutan kesejahteraan…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Konsorsium Pengembang Bangun Cagar Budaya di Kawasan Menteng

Konsorsium Pengembang Bangun Cagar Budaya di Kawasan Menteng  NERACA Jakarta - PT Bangun Inti Artha, konsorsium pengembang Pikko Group dengan…

Usung Hunian Layak, REI Terpilih Penyelenggaraan FIABCI

Usung Hunian Layak, REI Terpilih Penyelenggaraan FIABCI  NERACA Jakarta - Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) berhasil meraih kepercayaan dari anggota…

Produk Sandimas Penuhi Kualifikasi Standar Nasional Indonesia

Produk Sandimas Penuhi Kualifikasi Standar Nasional Indonesia NERACA Jakarta - Perusahaan penyedia bahan bangunan terbesar di Indonesia, Sandimas, menyatakan bahwa…