Kapolri - Indonesia Target Investor Global

Jenderal Pol Tito Karnavian

Kapolri

Indonesia Target Investor Global

Jakarta - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian menilai bahwa Asia Tenggara, termasuk Indonesia menjadi salah satu target investasi bagi investor global seiring dengan stabilitas keamanan yang terjaga.

"ASEAN adalah salah satu kawasan yang paling aman sedunia, kenapa? Karena tidak ada konflik antarnegara. Semua orang di seluruh dunia sedang mencoba untuk berinvestasi ke Asia Tenggara, dan Indonesia salah satu pasar terbesar," ujar Tito Karnavian dalam seminar bertajuk "Indonesia 2018 - Sailing Through Economic and Political Tide" di Jakarta, Senin (20/11).

Ia menyampaikan bahwa Asia Tenggara merupakan kawasan yang paling aman di dunia dikarenakan tidak adanya konflik antarnegara. Hal itu berbeda dengan di negara kawasan Timur Tengah serta di semenanjung Korea.

Menurut Kapolri, Indonesia dengan ekonomi yang positif maka dapat menjadi negara yang dominan di kawasan ASEAN, mengingat Indonesia memiliki sumber angkatan kerja yang besar serta sumber daya alam yang melimpah."Pertarungan dunia saat ini adalah pertarungan ekonomi, bukan lagi militer karena sekarang ini sudah zamannya konstruktivisme. Jadi, siapa yang ekonominya kuat dia yang akan menjadi dominan. Indonesia mempunyai modal menjadi negara ekonomi yang dominan," tutur dia.

Maka itu, lanjut dia, pihaknya akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas keamanan, dengan begitu Indonesia akan dapat memenangkan peratarungan ekonomi global."Jangan kita ribut di dalam, negara yang paling solid di dalam bisa mmenangkan pertarungan," ujar dia.

Dalam ksempatan itu, Tito Karnavian juga mengatakan bahwa konflik yang terjadi di Papua dapat diatasi dengan pendekatan ekonomi, salah satunya dengan percepatan pembangunan. Namun, pihak Polri akan tetap menindak tegas segala jenis pelanggaran hukum."Saya paham sekali kasus Papua, itu kan masalah ekonomi. Pendekatan papua adalah pendekatan ekonomi, percepatan penbangunan ekonomi. Tetapi kalau terjadi kejahatan harus ada tindakan hukum," kata dia.

Terkait akan diselenggarakannya Pilkada serentak pada 2018, Tito Karnavian mengatakan bahwa pihaknya bersama TNI menjamin aman. Meski demikian, ia meminta agar peserta Pilkada untuk tidak menggunakan isu SARA."Isu suku, agama, dan ras jangan dijadikan komoditas untuk serang yang lain dan koyak kebangsan kita," ucap dia. Ant

BERITA TERKAIT

Inkonsistensi Aturan Fintech di Tengah Target Inklusi Keuangan 75%

Oleh: Rezkiana Nisaputra Berubah-ubahnya aturan yang diterbitkan regulator bagi penyelenggara financial technology (fintech) diyakini menjadi sentimen negatif buat pertumbuhan industri…

Penjualan Alam Sutera Capai 75% dari Target

NERACA Jakarta – Di semester pertama tahun ini, emiten properti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) berhasil merealisasikan pra penjualan…

Yayasan Variety Indonesia Ikut Berbagi di HUT RI

      NERACA   Jakarta - Merayakan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Pengamat: Kejaksaan Belum Maksimal Memburu Koruptor

Pengamat: Kejaksaan Belum Maksimal Memburu Koruptor  NERACA Jakarta - Kejaksaan harus lebih maksimal dan punya strategi kekinian dalam memburu buronan…

Kemendes PDTT Kerja Sama KPK Cegah Korupsi

Kemendes PDTT Kerja Sama KPK Cegah Korupsi NERACA Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melakukan…

Pengamat: UU MA yang Baru Amanat Reformasi

Pengamat: UU MA yang Baru Amanat Reformasi   NERACA Jakarta - Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas…