Rebranding, Bank Kaltim Ubah Nama jadi Bankaltimtara

NERACA

Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur atau Bank Kaltim, Rabu, resmi berganti nama menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara atau "Bankaltimtara". Direktur Utama Bankaltimtara Zainuddin Fanani di Jakarta, Rabu (15/11), mengatakan perubahan nama tersebut untuk mengakomodir peran dan menampilkan identitas provinsi Kalimantan Utara, menyusul penyesuaian struktur kepemilikan saham.

"Hal ini mengingat seluruh pemerintah daerah yang ada di Kalimantan Utara merupakan pemegang saham Bank Kaltim," kata Zainuddin. Perubahan nama ini diikuti oleh perubahan logo yang sebelumnya tertulis Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur menjadi Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Peran pemda Kaltara di Bank Kaltim, ujar dia, diharapkan bisa meningkatkan layanan perbankan daerah kepada masyarakat Kalimantan Utara, tidak hanya masyarakat Kaltim.

Melalui tranformasi ini, Bankaltimtara juga mengubah bentuk badan hukum dari perusahaan daerah menjadi Perseroan Terbatas (PT). Dengan berubahnya status badan hukum menjadi PT ini diharapkan dapat memudahkan bank untuk melakukan aksi korporasi. Zainuddin merencanakan untuk dalam menerbitkan obligasi dan membuka layanan kelolaan dana haji. "Untuk penerbitan obligasi, Bankaltimtara akan bekerjasama dengan MnC Sekuritas sebagai upaya untuk mensinergikan produk" ujar dia.

Dia mengklaim profitabilitas perbankan dan kesehatan Bankaltimtara sangat memadai sehingga obligasi akan diminati investor. "Perubahan identitas baru ini sekaligus juga menandai bahwa kiprah kami dalam memberikan layanan perbankan juga akan bisa dinikmati oleh masyarakat tidak hanya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara namun juga bagi masyarakat seluruh Indonesia," ujarnya.

Bankaltimtara merupakan salah satu BPD yang memiliki cakupan wilayah operasi terluas di Indonesia dengan luas total wilayah mencapai 129 ribu kilometer. Bankaltimtara sudah memiliki jaringan di 122 dari 153 kecamatan yang ada di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara atau sekitar 79,74 persen dari total wilayah dua provinsi itu.

"Membangun jaringan kantor di batas negeri yang awalnya mustahil menjadi sebuah kenyataan. Kiblat kegiatan ekonomi yang sebelumnya ke negara tetangga, perlahan mulai bergeser setelah hadirnya kami. Bagi kami, itu adalah sebuah kebanggaan," katanya.

BERITA TERKAIT

Bank BJB Bagikan Dividen Rp 880 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) akan mempertahankan dividen pay out ratio tahun buku 2017 sebesar…

Kondisi Bank Muamalat Masih Baik

  NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi Bank Muamalat saat ini masih dalam kondisi yang baik dan…

Bank Panin Tambah Porsi Saham Jadi 42,54% - Rights Issue Panin Dubai Syariah

NERACA Jakarta - Jelang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue, PT Bank Panin…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bikin Program Pendidikan, Bank Mandiri Gaet UGM

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam peningkatan kemampuan perbankan…

Genjot DPK, BTN Gelar Program “Super Untung Jaman Now”

      NERACA   Jakarta - Berhasil meraih pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,45% di atas rata-rata industri…

Waspada Bahaya “Jackpotting”

    NERACA   Jakarta - Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center…