Kades Didakwa Jual Aspal, Warga Tidak Terima

Kuningan – Ratusan warga Desa Cihideung Hilir Kecamatan Cidahu, memberikan dukungan moral kepada Kades Euis Suswati yang dijadikan terdakwa dalam kasus penjualan aspal PJBM (Pengelolaan Jalan Bersama Masyarakat) 2008 sebesar Rp 7 juta untuk 10 drum.

Dalam sidang ke-empat yang digelar pada Rabu (25/1), di Pengadilan Negeri Kuningan itu dipimpin Ketua Majelis Hakim Erwantoni dengan anggota Deni Riswanto, dan Dodong IR, serta Jaksa Penuntut Umum Arif SH.

Dalam sidang itu terungkap bahwa dari 35 drum aspal yang diberikan Pemkab Kuningan, 10 di antaranya dijual dengan alasan untuk biaya operasional dan untuk kebutuhan pengaspalan lainnya.

Saksi Tatang yang dihadirkan dalam kesempatan tersebut menceritakan, bahwa penjualan aspal itu adalah keinginan warga Dusun Gertak Desa Cihideung Hilir, dan dimusyawarahkan melalui LPM dan BPD. Dari keinginan warga itu, akhirnya Kades Euis Suswati menyetujui dan menandatangani keputusan.

“Saat itu, aspal sudah dikirim, dan masyarakat pun telah bergotong royong mencari batu kerikil dari kali. Tetapi untuk biaya operasional dan kebutuhan lainnya tidak ada dana. Atas kondisi itu, warga mencoba memberikan masukan supaya ada aspal yang dijual, daripada pembangunan jalan tidak diteruskan. Maka semua berkumpul dan memusyawarahkan penjualan aspal itu,”papar saksi Tatang.

Sementara itu, di luar sidang, ratusan warga memberikan dukungan moral kepada Euis dan Majelis Hakim supaya memberikan vonis bebas kepada terdakwa. Sembari meneriakkan yel-yel dan membawa poster bertuliskan “Bapak Hakim tegakkan hukum sebenar-benarnya”, “Tegakkan Rasa Keadilan Jangan Menghukum Kepala Desa Yang Sedang Membangun, Hukum Saja Provokator Desa”, dan banyak lagi tulisan lainnya bentuk dukungan kepada terdakwa.

Sementara itu, Kades Euis Suswati di depan majelis hakim menuturkan, PJBM adalah bantuan pemerintah, Pemkab hanya menyediakan aspal dan alat beratnya saja. Sedangkan yang lainnya, seperti pasir, batu kerikil, upah, dan biaya operasional dibebankan kepada desa (masyarakat). Sementara, Desa Cihideung Hilir saat proyek itu berjalan, ternyata hanya mampu sampai pertengahan, sehingga untuk melanjutkan warga dan desa kekurangan modal.

“Akhirnya Kami (desa bersama masyarakat) sepakat untuk menjual 10 aspal dan mencari dana kepada donatur lain. Dan karena dijual sebagian, maka jalan pun yang awalnya 1 km, hanya bisa dikerjakan sepanjang 730 m. Sisa dari penjualan aspal dan dari donatur lainnya pun masih ada di bendahara,” papar Euis. (nung)

BERITA TERKAIT

Legislator : Tol Serang-Panimbang Tumbuhkan Ekonomi Banten Selatan

Legislator : Tol Serang-Panimbang Tumbuhkan Ekonomi Banten Selatan NERACA  Lebak - Anggota DPRD Lebak Musa Weliansyah mengatakan pembangunan jalan tol…

YLK Sumsel Imbau Masyarakat Waspadai Makanan Kedaluwarsa

YLK Sumsel Imbau Masyarakat Waspadai Makanan Kedaluwarsa NERACA  Palembang - Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Sumatera Selatan (Sumsel) mengimbau masyarakat…

KSP Bali Kencana Berharap Penangguhan Pembayaran 1 Tahun - Wabah Covid-19 Belum Berakhir

KSP Bali Kencana Berharap Penangguhan Pembayaran 1 Tahun   Wabah Covid-19 Belum Berakhir NERACA Jakarta - Sejarah ekonomi dunia tahun 2020…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Kepedulian Masyarakat Membantu RS Darurat Wisma Atlet

Jakarta-Kepedulian masyarakat terhadap RS Darurat Wisma Atlet hingga saat ini masih terus berdatangan. Hal ini memperlihatkan sikap yang sangat positif…

Kunjungan Menteri PMK ke RSD Wisma Atlet Kemayoran

Jakarta-Komando tugas gabungan terpadu operasi penanganan pasien covid-19 wisma atlet kemayoran (Kogasgabpad) yang merupakan gabungan TNI, Polri dan Kementerian, diantaranya…

Sentimen Positif Ubah Mall Jadi Rumah Sakit, Saham LPKR Terapresiasi Hingga 22%

Sentimen Positif Ubah Mall Jadi Rumah Sakit, Saham LPKR Terapresiasi Hingga 22%  NERACA Jakarta - Saham PT Lippo Karawaci Tbk…