Intiland Catatkan Penjualan Rp 3 Triliun - Melesat Dari Target

NERACA

Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil meraih pendapatan penjualan (marketing sales) sebesar Rp3 triliun hingga September 2017 atau setara dengan 131% dari target perolehan marketing sales tahun 2017 sebesar Rp2,3 triliun.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, melonjaknya nilai marketing sales secara signifikan terutama didorong oleh kesuksesan perseroan meluncurkan proyek baru Fifty Seven Promenade, Jakarta. Proyek pengembangan mixed use & high rise terpadu ini menorehkan penjualan sebesar Rp1,5 triliun, atau memberikan kontribusi sebesar 51% dari total marketing sales perseroan.”Nilai marketing sales melonjak sebesar 115% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun 2016 yang jumlahnya sebesar Rp1,4 triliun,”ujarnya.

Ditinjau berdasarkan segmen pengembangannya, kontribusi marketing sales terbesar berasal dari pengembangan mixed-use dan high rise senilai Rp1,85 triliun, atau 61% dari keseluruhan. Penjualan dari segmen kawasan industri juga tercatat sebagai kontributor marketing sales terbesar berikutnya yang mencapai Rp531 miliar atau 18%.

Archied menjelaskan bahwa berdasarkan jenis sumbernya, pendapatan dari pengembangan (development income) memberikan kontribusi sangat signifikan mencapai Rp2,7 triliun, atau 90% dari keseluruhan. Sementara, recurring income yang bersumber dari penyewaan ruang kantor, ritel, pengelolaan lapangan golf, klub olah raga, pergudangan, dan fasilitas memberikan marketing sales sebesar Rp294 miliar atau 10%.”Meskipun kontribusi recurring income baru sekitar 10%, namun nilainya melonjak 32% dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun lalu,”kata Archied.

BERITA TERKAIT

Spindo Catatkan Penjualan Tumbuh 10,24%

NERACA Jakarta – Meningkatnya permintaan pipa dalam negeri seiring dengan geliat pembangunan infrastruktur berhasil mengerek penjualan PT Steel Pipe Industry…

Target Swasembada Pangan Pemerintah Tidak Didukung Luas Lahan - Data Hasil Riset

NERACA Jakarta – Target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah sulit untuk dicapai. Salah satu penyebabnya adalah luas lahan pertanian yang…

Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 38%

Hingga September 2018, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan penjualan semen domestik tumbuh 38% dibandingkan dengan periode yang sama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…