Kisah Coklat Panganan Sang Dewa

Sabtu, 28/01/2012

Neraca. Coklat memang makanan yang enak dengan kisah yang menarik. Coklat mempunyai banyak kisah tersendiri, mulai dari yang bersifat religi, cinta serta kesehatan. Coklat di beberapa negara dianggap sebagai makanan Tuhan karena itu dinamai Theobroma cacao (nama botani coklat yang artinya makanan Tuhan).

Para ahli botani menyetujui bahwa pohon coklat atau kakao (theobroma cacao) sudah tumbuh di daerah Amazon dan lembah Orinoko di Amerika Selatan sejak ribuan tahun yang lalu. Bangsa Maya yang kali pertama bahkan mengolah pohon coklat.

Kebiasaan ini juga dibawa ketika mereka pindah ke dataran Yukatan. Bangsa Aztek kemudian memperkenalkan coklat yang pahit sebagai minuman. Biji coklat dicampur dengan jagung ataupun anggur yang telah difermentasi lalu disajikan pada cangkir yang terbuat dari emas. Kaisar Aztek yang bernama Montezuma memiliki kebiasaan minum coklat lebih dari 50 cangkir coklat per hari.

Ketika penjajah asal Spanyol yang bernama Hernán Cortés (1485-1547), menjajah wilayah tersebut, ia tertarik pada cangkir emas dibanding isinya yaitu minuman coklat. Namun dia juga mengamati bahwa bagi Bangsa Aztec, kakao atau biji coklat juga digunakan sebagai uang. Karena itu, ia segera mendirikan beberapa perkebunan coklat.

Perkebunan yang disebut sebagai emas berwarna coklat ini, kini berkembang dan hasilnya sangat digemari, sehingga Spanyol mengendalikan perdagangan coklat pada abad ke-18. Selanjutnya coklat diperkenalkan ke daratan Eropa dan dijadikan bahan campuran kue.

Pada pertengahan abad ke-19, Swiss memulai mengembangkan dan memasarkan coklat sebagai makanan ringan. Sehingga coklat yang tadinya hanya sebagai minuman kemudian berkembang menjadi makanan ringan yang dapat mencair di lidah. Swiss juga menjadi terkenal sebagai negara penghasil coklat terbaik.

Kemudian para pengusaha yang cerdas seperti Hershey, Kohler, Lindt, Nestlé, Peter, Suchard, dan Tobler, yang kemudian nama mereka menjadi merk coklat ternama saat ini, membuat kontribusi yang besar untuk industri coklat. Mereka menemukan mesin pengolahan coklat yang lebih efisien maupun menemukan metode pengolahan coklat yang lebih baik.

Coklat ditemukan beberapa abad silam. Tahun 1519, suku Aztechs menemukan bahwa mereka bisa membuat minuman lezat dengan cara menambah air ke biji kakao yang telah dipanggang. Coklat batangan (chocolate bar) ditemukan pada abad ke-18, dengan cara mencampur coklat dengan susu.

Suku Aztecs menganggap coklat sebagai makanan pembangkit gairah para anggota kerajaan. Suku Maya mengaitkan coklat dengan dewa kesuburan.

Rasa nyaman yang ditimbulkan setelah menikmati coklat bukan hanya perasaan saja, karena coklat mengandung ratusan zat yang memungkinkan terjadinya reaksi kimia di otak. Zat-zat inilah yang merangsang aktifnya serotonin di otak yang selanjutnya akan memicu perasaan nyaman seseorang.

Secara ilmiah. Coklat mengandung zat kimia phenylethylamine dan serotonin. Kedua zat kimia diyakini sebagai peningkat mood dan stimulan dorongan seksual. Makan coklat membuat Anda merasa nyaman, bahkan gembira. Tetapi kualitas pembangkit gairahnya, lebih terletak pada kesenangan melihat bagaimana coklat mencair di mulut Anda. Ini bisa menjadi stimulus seksual.