MNC Leasing Bidik Pasar Pembiayaan Alkes

NERACA

Jakarta – Besarnya potensi pasar industri alat kesehatan (Alkes) di Indonesia, menjadi ceruk pasar yang cukup menjanjikan. Oleh karena itu, perusahaan pembiayaan di bawah naungan MNC Group, PT MNC Leasing gencar berekspansi di sektor pembiayaan alat kesehatan. Untuk membidik potensi pasar tersebut, MNC Leasing berpartisipasi pada acara Hospital Expo 2017 dengan membuka stand yang berlokasi di Hall B No. 43, Jakarta Convention Center.

Direktur Utama MNC Leasing, Ageng Purwanto dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (18/10) mengatakan, partisipasi pada Hospital Expo 2017 ini merupakan bentuk nyata atas komitmen MNC Leasing untuk terus mendukung pembiayaan peralatan medis di Indonesia.”Sejak tahun 2015 kami selalu berpartisipasi pada acara Hospital Expo ini untuk memberikan solusi pembiayaan peralatan medis bagi para dokter, klinik, dan rumah sakit di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, MNC Leasing merupakan perusahaan pembiayaan satu-satunya yang turut berpartisipasi pada acara hospital expo ini. Dia mengaku bahwa perseroan tetap fokus pada tujuan perusahaan untuk menjadi perusahaan pembiayaan peralatan medis terpercaya yang selalu mendukung industri kesehatan di Indonesia.”Masih banyak supplier, dokter, klinik, dan rumah sakit yang belum mengetahui bahwa alat-alat kesehatan dapat dibiayai oleh perusahaan pembiayaan seperti layaknya pembiayaan alat-alat berat dan otomotif lainnya,”kata Paulus C. Janala, Chief Marketing Officer MNC Leasing.

MNC Leasing, sambungnya, terus memperkuat organisasi dengan menyediakan sumber daya yang handal dan fokus pada pembiayaan alat-alat kesehatan di setiap kantor MNC Leasing yang tersebar di 11 kota di seluruh Indonesia.”Pembiayaan peralatan medis ini dapat dilakukan melalui skema pembiayaan konvensional maupun dengan skema Syariah melalui Unit Usaha Syariah MNC Leasing,”ujarnya,

Sementara itu, MNC Leasing menargetkan untuk terus memperkuat organisasi agar menjadi pemimpin pasar di sektor pembiayaan peralatan medis. "Dalam pembiayaan alat kesehatan, kami fokus pada kebutuhan-kebutuhan alat-alat kesehatan pada subkategori Obstetric & Gynecology, Dental, Radiology, Life Support, Operating Room, dan Laser, Skin, & Beauty," tutur Ageng.

Tercatat hingga kuartal tiga 2017, bisnis MNC Leasing berkembang pesat sebagai perusahaan pembiayaan. Nilai pembiayaan yang telah dibukukan oleh perusahaan adalah sebesar 96% dibandingkan dengan target pembiayaan untuk periode yang sama. Sebagai informasi, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (Gakeslab) Sugihadi pernah bilang, potensi pasar untuk industri alat kesehatan Indonesia dinilai besar dan terlebih dengan adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Disebutkannya, potensi tersebut selaiknya diisi oleh industri dalam negeri, namun pasar dalam negeri saat ini baru memenuhi 10% dari kebutuhan yang ada. Oleh sebab itu, dirinya berharap, industri alat kesehatan dari luar negeri mau menggandeng industri dalam negeri untuk memproduksi dan mengembangkan alat kesehatan di Indonesia. Pasalnya, industri ini membutuhkan teknologi tinggi yang kerap lebih banyak dimiliki oleh produsen asing.

BERITA TERKAIT

Gunung Raja Paksi Bidik IPO Rp 1 Triliun - Danai Modernisasi Pabrik

NERACA Jakarta – Danai ekspansi bisnisnya, PT Gunung Raja Paksi bakal mencari pendaan di pasar modal lewat penawaran umum saham…

Dua Klien MNC Sekuritas Tunda IPO - Pertimbangkan Kondisi Politik

NERACA Jakarta – Selain PT Mandiri Sekuritas (Mansek) yang mengalami penundaan rencana IPO kliennya karena kondisi pasar yang dinilai tidak…

CIMB Niaga Terbitkan Sukuk Rp 600 Miliar - Dukung Pembiayaan Syariah

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam rangka menunjang ekspansi bisnisnya di pembiayaan syariah, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menerbitkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…