Waskita Beton Bidik Laba Tumbuh 25% di 2018 - Kantungi Banyak Kontrak Baru

NERACA

Jakarta –Lambat tapi pasti, performance kinerja keuangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) cukup memuaskan. Tengok saja dari pencapaian kinerja keuangan di kuartal tiga tahun ini, perseroan berhasil mencetak pendapatan usaha Rp 5,01 triliundan membukukan laba bersih Rp 825 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

WSBP optimistis bisa membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 7,9 triliun sepanjang tahun ini. Sedangkan untuk laba bersih ditargetkan sebesar Rp 1,21 triliun. "Tahun 2018, kami targetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 20%-25%," terang Jarot Subana, Direktur Utama WSBP di Jakarta, kemarin.

Dari sisi aliran kas, akan ada peningkatan dengan dibayarkannya proyek turnkey Becakayu, yang sebagian akan dibayarkan di bulan November atau Desember tahun ini. "Selain itu, pada kuartal I tahun 2018, WSBP juga akan menerima pembayaran dari pelanggan sekitar Rp 2,1 triliun," imbuhnya.

Dalam hal pendanaan, tahun ini WSBP telah mendapatkan pinjaman dari sejumlah bank sebesar Rp 2,5 triliun. Saat ini tingkat debt to equity ratio (DER) sebesar 0,64 kali. Dalam hal penguatan cashflow, WSBP melakukan percepatan koleksi piutang dalam sejumlah pekerjaan. "Salah satunya dengan adanya perubahan skema pembayaran dari turnkey menjadi non turnkey di beberapa proyek yang sebagian digunakan untuk pelaksanaan program buyback," ujarnya.

Sebagai informasi, hingga Juli 2017, PT Waskita Beton Precast Tbk baru mengantongi kontrak baru sebesar Rp6,3 triliun atau sekitar 48,78% dari target tahun ini yang mencapai Rp12,3 triliun.”Kontrak baru dikelola sudah tercapai Rp 6,3 triliun. Carry over tahun lalu Rp10,2 triliun," kata Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast, Ratna Ningrum.

Jika ditotal, kontrak yang dimiliki perseroan hingga saat ini nilainya mencapai Rp16,5 triliun. Dimana Rp6,5 triliun kontrak baru dan Rp10,2 triliun kontrak bawaan (carry over). Menurutnya, nilai tersebut meningkat jika dibandingkan kontrak di sepanjang tahun 2016 yang Rp15 triliun. “Tahun lalu Rp15 triliun nilai kontrak full year dikelola. Sekarang 2017 udah tercapai Rp6,5 triliun (kontrak baru) jadi Rp16,5 triliun padahal masih bulan ke-7. Jadi sudah lebih 100% dari tahun lalu," ucapnya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan, jika nilai terbesar dari perolehan kontrak baru di tahun ini berasal dari proyek tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, kemudian tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), dan tol Kayu Agung-Palembang-Betung. Disebutkan, nilai kontrak legundi bunder nilainya sebesar Rp3 triliun dan di palembang sekitar Rp1,5 triliun.

Guna mengerek penig‎katan kontrak baru, dia mengaku, perseroan sedang mengejar kapasitas produksi sebanyak 3,25 juta ton di tahun ini dari porsi tahun lalu hanya sebanyak 2,65 juta ton.”Sekarang ada 11 pabrik d‎i Jawa dan Sumatera, memang ada rencana untuk ekspansi ke Sumatera dan Kalimantan. Sekarang lagi proses mungkin penyiapan lokasinya untuk penempatan, tanahnya sudah ada,"kata Ratna.

Rencananya pabrik baru tersebutbisa berproduksi di tahun depan. Nantinya pembangunan pabrik baru, dananya akan diambil sekitar 40% dari IPO.

BERITA TERKAIT

Hotel Indonesia Natour Bidik Laba Rp 8,7 Miliar - Pasca Revitalisasi Hotel

NERACA Jakarta - PT Hotel Indonesia Natour (HIN) Persero targetkan laba tahun ini sebesar Rp8,7 miliar, melonjak signifikan dibanding tahun…

WIKA Realty Bidik Marketing Sales Rp 4,5 Triliun

NERACA Jakarta – Mempersiapkan rencana listing di pasar modal tahun ini, PT Wika Realty, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero)…

BNI Raup Laba Rp13,62 triliun

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk mendongkrak pertumbuhan laba bersih sebesar 20,1 persen…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasar Reksadana Marak di Tahun Politik

Di tahun politik saat ini, invetasi reksadana masih menjadi pilihan utama bagi para investor pasar modal. Oleh karena itu, manajer…

BNI Rilis Convertible Bond Rp 2 Triliun

Dalam rangka perkuat modal, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk akan mengeluarkan obligasi yang bisa dikonversi atau convertible bond guna…

BUMD dan Swasta di NTB Didorong Go Public

NERACA Mataram – Perbanyak jumlah emiten di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) aktif melakukan roadshow dan edukasi pasar…