Deltamas Bukukan Penjualan Rp 811 Miliar - Permintaan Lahan Meningkat

NERACA

Jakarta – Perusahaan pengembang kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan penambahan marketing sales sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini seiring meningkatnya permintaan terhadap lahan komersial di kawasan terpadu milik perseroan, Kota Deltamas, yang berlokasi di Cikarang Pusat, Jawa Barat.

Direktur Puradelta Lestari, Tondy Suwanto dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (16/10) mengatakan, marketing sales DMAS sampai dengan bulan September 2017 mencapai Rp811 miliar atau bertambah sekitar Rp91 miliar dibandingkan posisi pada akhir Juni 2017 sebesar Rp720 miliar. Disebutkan, kenaikan marketing sales DMAS didorong oleh bertambahnya permintaan terhadap lahan komersial di Kota Deltamas untuk pembangunan fasilitas pendukung seperti sekolah, rumah sakit, restoran, dan kawasan komersial lainnya.”Penjualan lahan-lahan komersial yang cukup banyak sejalan dengan visi kami untuk mengembangkan kawasan Kota Deltamas menjadi kawasan industri terintegrasi yang memiliki fasilitas lengkap mulai dari kawasan hunian, komersial, dan segala sarana pendukung lainnya. Tersedianya fasilitas-fasilitas pendukung di atas lahan komersial tersebut akan menambah kenyamanan bagi para penghuni maupun para pekerja untuk tinggal dan bekerja di Kota Deltamas," ujar Tondy.

Kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC) yang merupakan bagian dari Kota Deltamas merupakan sentra industri terdepan di sepanjang koridor jalan tol Jakarta-Cikampek dan merupakan salah satu tujuan investasi bagi para investor di sektor industri. Berkembangnya area komersial dan hunian di wilayah ini juga akan meningkatkan daya tarik kawasan industri GIIC di Kota Deltamas."Hasil positif ini memperlihatkan bahwa lahan industri di Kota Deltamas masih menjadi tujuan utama para investor, baik lokal maupun asing, untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Kami optimis target penjualan lahan industri pada tahun ini sebesar 60 hektar dapat tercapai," kata Tondy.

Secara lebih rinci, penjualan lahan industri bertambah dari 36,3 ha pada akhir Juni 2017 menjadi 37,5 ha pada akhir September 2017. Sementara itu, penjualan lahan komersial melonjak hampir 3 kali lipat dari hanya 1,3 ha pada akhir semester pertama tahun ini menjadi 3,8 ha pada akhir kuartal ketiga 2017.

Salah satu contoh pusat kawasan komersial yang akan dikembangkan adalah Greenland Square, sebuah pusat perbelanjaan modern di jantung komersial Kota Deltamas. Di samping itu, pengembang AEON Mall telah membeli lahan komersial seluas 20 hektar yang berlokasi di sebelah Serviced Apartment Le Premier yang dioperasikan DMAS.

Sebagaimana diketahui, jumlah tenant di Kota Deltamas terus meningkat. Dua perusahaan otomotif ternama SAIC GM Wuling dan Mitsubishi telah beroperasi tahun ini. Pabrik Mitsubishi menempati lahan seluas 51 hektar dan telah mulai beroperasi sejak bulan April lalu, sedangkan Pabrik SAIC GM Wuling menempati lahan seluas 60 hektare dan telah beroperasi sejak bulan Juli lalu.

Berkembangnya aktivitas industri tersebut akan menyebabkan peningkatan populasi kerja di Kota Deltamas dan juga akan berimbas kepada pengembangan kawasan komersial dan hunian Kota Deltamas. "Pengembangan kawasan-kawasan industri, hunian, dan komersial di Kota Deltamas secara bersinergi akan terus meningkatkan daya tarik Kota Deltamas sebagai sebuah kota terpadu modern di timur Jakarta,”ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Peduli Dunia Pendidikan - BCA Bantu Beasiswa Rp 4,95 Miliar Ke 16 Perguruan Tinggi

Mempertegas komitmen kepeduliannya pada dunia pendidikan, PT Bank Central Asia (Persero) Tbk (BBCA) kembali menyalurkan beasiswa bakti BCA terhadap 16…

Pemkot Depok Lelang Jabatan Pengelola APBD Rp 600 Miliar - Setelah Dua Kursi Kepala Dinas Kosong

Pemkot Depok Lelang Jabatan Pengelola APBD Rp 600 Miliar Setelah Dua Kursi Kepala Dinas Kosong NERACA Depok - ‎Pemerintah Kota…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…