Laba Arwana Citra Mulia Tumbuh 37,75%

NERACA

Jakarta – Emiten produsen keramik, PT Arwana Citra Mulia Tbk (ARNA) meraih kenaikan laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 37,75% hingga periode 30 September 2017 menjadi Rp83,87 miliar dibandingkan laba Rp60,88 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, penjualan neto meningkat menjadi Rp1,26 triliun dari penjualan neto Rp1,10 triliun dan beban pokok penjualan naik menjadi Rp975,20 miliar dari beban pokok penjualan tahun sebelumnya Rp874,74 miliar. Laba kotor naik menjadi Rp291,78 miliar dari laba kotor Rp228,72 miliar tahun sebelumnya dan laba usaha meningkat menjadi Rp130,64 miliar dari laba usaha Rp95,67 miliar tahun sebelumnya.

Laba sebelum beban pajak mencapai Rp114,13 miliar naik dari laba sebelum beban pajak hingga September tahun sebelumnya yang mencapai Rp83,33 miliar. Total aset perseroan hingga periode 30 September 2017 mencapai Rp1,543 triliun relatif sama dengan total aset yang tercatat hingga 31 Desember 2016 yang Rp1,543 triliun.

Sebelumnya, perusahaan mengucurkan dana sebesar Rp750 miliar untuk mendongkrak kapasitas produksi di dua lokasi pabrik, yaitu pabrik Mojokerto, Jawa Timur dan Ogan Ilir, Sumatra Selatan hingga 2020.Selain kedua pabrik tadi, produksi juga ditopang oleh tiga pabrik lain yang terletak di Tangerang, Serang, dan Gresik.

Perluasan lahan ini akan mendongrak kapasitas perusahaan dari 50,23 juta m2 menjadi 75,37 m2 pada 2020. Perusahaan berencana untuk menggelontorkan Rp300 miliar untuk perluasan tahap pertama di Mojokerto pada 2018 dan Rp300 miliar pada 2020. Adapun perluasan lahan di Ogan Ilir pada 2019 akan membutuhkan Rp150 miliar.”Dengan melihat potensi dan investasi yang ada, kami dapat menggenjot kapasitas terpasang keramik sampai 75,37 juta m2 per tahun pada 2020," kata Direktur Utama PT Arwana Citramulia Tbk, Tandean Rustandy.

Mandiri Sekuritas sebelumnya memperkirakan pendapatan Arwana Citramulia Tbk.tumbuh 17% menjadiRp1,86 triliunpadatahun ini seiring harga gas industri yang turun dan positifnya sektor properti. Analis Mandiri Sekuritas (Mansek), Ferdy pernah bilang, kinerja ARNA sempat terpukul perlambatan ekonomi pada 2015. Tahun sebelumnya, perseroan berhasil membukukan pendapatan mencapai Rp1,61 triliun dengan laba bersih Rp260 miliar.

Tahun lalu menjadi momentumbagi ARNAuntuk kembali bertumbuh. Bahkan, Ferdy memperkirakan pertumbuhan akan berlanjut pada tahun depan. Proyeksi pendapatan perseroan pada 2018 mencapai Rp2,1 triliun dengan laba bersih sekitar Rp276 miliar.

Ferdy pun menyebutARNAmampu meningkatkan kinerja salah satunya dengan meraih penaikan margin kotor karena menggeser tren penjualan dengan memperbanyak serapan produk UNO di pasar. Produk UNO merupakan keramik yang diproduksi dengan proses manufaktur digital tercanggih mengadopsi teknologi dari Italia. Produk tersebut memiliki nilai tambah dengan margin yang lebih tinggi.

BERITA TERKAIT

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

PSSI Targetkan Pendapatan Tumbuh 20% - Tambah Armada Kapal

NERACA Jakarta – Kembali menggeliatnya industri pertambangan batu bara menjadi berkah bagi perusahaan jasa angkutan pelayaran batu bara untuk memacu…

PTBA Berharap Masuk Daftar Indeks MSCI - Market Cap Tumbuh Besar

NERACA Jakarta – Kembali boomingnya bisnis pertambangan batu bara, diharapkan membawa dampak pada pertumbuhan bisnis dan kinerja PT Bukit Asam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di NTB Tetap Tumbuh

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menyatakan, transaksi pembelian saham…

Tawarkan Harga Rp 190-230 Persaham - HK Metals Bidik Dana IPO Rp 337,33 Miliar

NERACA Jakarta -PT HK Metals Utama menawarkan harga saham perdana antara Rp 190-230 per saham. Nantinya, dana  hasil IPO akan…

Siapkan Sanksi Tegas - BEI Ingatkan Soal Aturan Free Float Saham

NERACA Jakarta - Meskipun meleset dari target, pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengingatkan emiten untuk memenuhi kewajiban aturan…