Antam Kuras Kocek Rp 1,32 Miliar - Ekplorasi Tiga Komoditas

NERACA

Jakarta - Selain melakukan eksplorasi nikel dan emas, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga berniat menambang komoditas bauksit. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, Antam mencatatkan sepanjang September, perusahaan memfokuskan eksplorasi pada komoditas emas, nikel, dan bauksit. Dari aktivitas eksplorasi ini, jumlah pengeluaran preliminary yang dikeluarkan perusahaan mencapai Rp 1,32 miliar.

Dari kegiatan eksplorasi emas yang diadakan di Pongkor, Jawa Barat, perusahaan mengeluarkan biaya eksplorasi preliminary hingga Rp 409,74 juta. Kegiatan yang dilakukan dalam eksplorasi ini diantaranya ialah pemerian inti bor, percontoan inti bor, dan pemboran inti batuan.

Sementara itu, eksplorasi nikel ANTM yang dilakukan di Pomalaa, Sulawesi Tenggara terdiri atas kegiatan pemetaan geologi, percontohan core, logging core, pemboran single, dan pengukuran grid. "Total biaya eksplorasi preliminary nikel ANTM di bulan September lalu mencapai Rp 910,73 juta," ujar Sekretaris Perusahaan ANTM, Aprilandi H. Setia.

Adapun untuk eksplorasi bauksit, perusahaan masih menyusun rencana dan strategi kegiatan di lapangan. Dari perencanaan ini, jumlah pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan berjumlah sebesar Rp 2,29 juta. Sebagai iformasi, biaya kegiatan eksplorasi emas dan nikel milik Antam hingga Agustus telah mencapai sebesar Rp 1,84 miliar. Kegiatan eksplorasi emas selama bulan Agustus 2017 dilaksanakan perusahaan di Pongkor, Jawa Barat.

Di wilayah ini, kegiatan yang dilakukan diantaranya ialah pemerian inti bor, percontohan inti bor, dan pemboran batuan. Perusahaan pun mengeluarkan total biaya eksplorasi preliminary emas mencapai Rp 837,54 juta. Sementara kegiatan eksplorasi nikel dilakukan ANTM di daerah Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Hingga Agustus lalu, perusahaan telah melakukan kegiatan yang diantaranya terdiri dari pemetaan geologi, percontohan cor, logging core, pemboran single, dan pengukuran grid. Adapun untuk eksplorasi nikel tersebut, perusahaan merogoh kocek hingga Rp 1 miliar. Kegiatan eksplorasi emas dan nikel yang dilakukan ANTM di bulan lalu merupakan lanjutan dari kegiatan eksplorasi yang telah dilakukan sejak awal 2017 lalu.

Pada semester pertam 2017, pendapatan Antam terkoreksi 2,66% dari priode yang sama tahun lalu Rp 4,16 triliun menjadi Rp 3,01 triliun. Arie Prabowo Ariotedjo, Direktur Utama Antam pernah mengatakan, kinerja keuangan ANTM semester satu merupakan refleksi penurunan volume penjualan komoditas feronikel dan emas, serta pengaruh harga komoditas. Disebutkan, volume penjualan feronikel ANTM turun 4% menjadi 7.791 ton nikel dari sebelumnya 8.304 ton nikel. Harga jual rata-rata nikel ANTM mencapai US$ 4,55 per pon.

Volume penjualan emas pun anjlok 38% menjadi 3,3 ton ketimbang semester pertama tahun lalu 5,39 ton. Dijelaskan, penurunan volume penjualan emas ini disebabkan oleh adanya gangguan fasilitas pemurnian logam mulai di awal 2017 dan saat ini gangguan sudah terselesaikan.

BERITA TERKAIT

KPPU : Perbaiki Tiga Hal Jaga Stok Pangan

KPPU : Perbaiki Tiga Hal Jaga Stok Pangan NERACA Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan perlunya perbaikan dalam…

Tahun Depan, Bank Jatim Buyback Saham - Siapkan Dana Rp 1,01 Miliar

NERACA Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di pasar reguler pada…

RMBS Bidik Pendapatan Rp 120 Miliar di 2018 - Akuisisi Tiara Raya Bali

NERACA Jakarta – Perusahaan properti, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) menargetkan pendapatan di 2018 sebesar Rp120 miliar, setelah akuisisi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…