Pengerjaan Tol Semarang-Solo Tunggu Rp1,9 T

Rabu, 25/01/2012

NERACA

Jakarta--- Operator jalan tol, PT Jasa Marga tetap berharap agar pemerintah bisa segera mengucurkan dana sekitar Rp1,9 triliun guna membiayai proyek tol Semarang-Solo seksi Bawen-Solo. Karena untuk proyek ini memang mengandalkan dana pemerintah. “Jasa Marga harus berhati-hati dalam menentukan sumber pembiayaan karena merupakan perusahaan terbuka dan kebutuhan anggaran tersebut cukuplah besar,” kata Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito kepada wartawan di Jakarta.

Frans mengaku hingga saat ini perseroan belum memberikan jawaban terkait himbauan Kementerian BUMN agar mencari sumber dana secara mandiri untuk proyek itu tanpa mengandalkan subsidi pemerintah. ”Yang pasti kami akan mencari alternatif win win solution yang menguntungkan perusahaan, juga karena ini perusahaan terbuka harus mempertanggungjawabkan pada pemilik saham publik,” tambahnya

Yang jelas saat ini, lanjut Frans lagi, Jasa Marga mulai melakukan perbaikan secara permanen pada Maret 2012 mendatang untuk kerusakan yang terdapat di seluruh ruas tol yang dikelolanya. “Jakarta-Cikampek paling banyak mengalami kerusakan karena 46% kendaraan yang melintasinya berupa kendaraan berat atau memiliki tonase yang tinggi,sehingga beban jalan lebih berat,” kata Direktur Operasional Jasa Marga, Adityawarman di Jakarta.

Kerusakan yang terjadi, kata Adityawarman, umumnya adalah jalan berlubang,bergelombang,atau mengalami keretakan.Namun, tingkat kerusakan cenderung tidak terlalu berat sehingga bisa diantisipasi dengan perbaikan sementara. “Untuk Jakarta-Cikampek, jalan yang masih berlubang terdapat di KM 27-28 arah Jakarta. Di arah Cikampek juga terdapat lubang di KM 32-33, saat ini kami sedang memperbaikinya secara temporer,” tuturnya.

Sementara, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazaly mengatakan, penandatanganan amendemen perjanjian pengusahaan jalan tol ruas Semarang-Solo masih menunggu kepastian pemberian dana dukungan sebesar Rp1,9 triliun dari pemerintah. “Sebelum kepastian pemberian dana didapatkan, maka soal penandatanganan belum dapat dilaksanakan karena tingkat kelayakannya belum memenuhi syarat pembangunan proyek tersebut,”paparnya

Dikatakan Gani Gazaly, BPJT sendiri lebih bersikap menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan dan badan usaha bersangkutan. Selain ruas Semarang-Solo, BPJT juga masih menunggu penyelesaian masalah internal kepemilikan saham di ruas tol Batang-Semarang yang sampai saat ini belum final.

Meski sangat lamban, Menurut Gani, mereka tidak bisa mencabut konsesi dua ruas itu karena pada dasarnya badan usaha jalan tol tersebut memiliki kemampuan untuk melaksanakan proyek. Hanya,terbentur permasalahan pendanaan dan kepemilikan saham. ”Kita juga sulit memberikan ultimatum karena sebenarnya mereka sanggup membiayai, hanya harus menyelesaikan masalah ini dulu sebelum maju ke PPJT (perjanjian pengusahaan jalan tol),”ujarnya. **cahyo