Laba Bersih Lippo Karawaci Turun 4,2%

Tercatat sepanjang semester pertama tahun 2017, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan pendapatan perusahaan sebesar Rp 4,9 triliun per Juni 2017. Jumlah ini turun 3% year on year (yoy). Diikuti dengan laba kotor juga turun 9% yoy menjadi Rp 2,1 triliun.EBITDA ikut melorot 21% yoy menjadi Rp 962 miliar.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, perseroan juga membukukan laba bersih semester pertama 2017 sekitar Rp 487 miliar. Jika melihat pencapaian laba bersih semester pertama 2016 sebesar Rp 497,7 miliar, artinya keuntungan turun tipis 2,4%. Dari sisi komponen, penurunan pendapatan LPKR dipicu menyusutnya pendapatan dari divisi residential dan urban development yaitu sebesar 25% yoy. Kemudian, pendapatan dari township juga turun 41% yoy.

Namun, LPKR masih terbantu dengan kenaikan pendapatan dari large scale integrated developments yang naik 6% yoy. Kenaikan pendapatan juga terlihat dari divisi komersial dan manajemen aset. Secara umum, perusahaan masih mencatatkan kenaikan recurring income sebesar 8% yoy menjadi Rp 3,6 triliun. Pendapatan berulang ini berkontribusi 73% terhadap total pendapatan LPKR.

Perusahaan juga mendapat dukungan yang kuat dari divisi healthcare. Pendapatan dari healthcare meningkat 8% menjadi Rp 2,8 triliun. Enam rumah sakit dalam genggaman LPKR berkontribusi sebesar Rp 1,3 triliun atau 47% dari total pendapatan perseroan.

BERITA TERKAIT

Hotel Indonesia Natour Bidik Laba Rp 8,7 Miliar - Pasca Revitalisasi Hotel

NERACA Jakarta - PT Hotel Indonesia Natour (HIN) Persero targetkan laba tahun ini sebesar Rp8,7 miliar, melonjak signifikan dibanding tahun…

BNI Raup Laba Rp13,62 triliun

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk mendongkrak pertumbuhan laba bersih sebesar 20,1 persen…

LCK Global Kedaton Bidik Laba Rp 13 Miliar - Kantungi Dana IPO Rp 41,6 Miliar

NERACA Jakarta –Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) terus mengejar pertumbuhan bisnis lebih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasar Reksadana Marak di Tahun Politik

Di tahun politik saat ini, invetasi reksadana masih menjadi pilihan utama bagi para investor pasar modal. Oleh karena itu, manajer…

BNI Rilis Convertible Bond Rp 2 Triliun

Dalam rangka perkuat modal, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk akan mengeluarkan obligasi yang bisa dikonversi atau convertible bond guna…

BUMD dan Swasta di NTB Didorong Go Public

NERACA Mataram – Perbanyak jumlah emiten di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) aktif melakukan roadshow dan edukasi pasar…