BEI “Keukeuh” Bakal Delisting Saham INVS - Dinilai Sesuai Aturan Main

NERACA

Jakarta - Merespon keberatan soal delisting yang disampaikan manajemen PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), PT Bursa Efek Indonesia memberikan jawaban yang jelas bila keputusan delisting paksa saham INVS sudah sesuai aturan yang berlaku.“Peraturan kita mengatakan berdasarkan undang-undang yang ada, jika melanggar peraturan tidak memenuhi ketentuan bursa bisa membuat dia (INVS) delisting, dan INVS sudah tiga tahun lebih di suspensi. Hak BEI untuk mendelisting dan kami delisting" kata Tito Sulistio, Direktur Utama BEI di Jakarta, Kamis (5/10).

Terkait dengan penyelesaian permasalahan INVS, Tito mempersilakan emiten tersebut untuk melakukan relisting kembali di BEI dalam jangka waktu enam bulan setelah delisting, sesuai dengan undang-undang yang berlaku saat ini. "Ada peraturannya, prosedurnya enam bulan lagi bisa relisting," kata Tito.

Dalam surat yang dilayangkan oleh INVS, perusahaan menyebut bahwa INVS akan memenuhi beberapa kewajibannya dengan mengusahakan fasilitas kredit dari lembaga keuangan. INVS juga berencana melakukan rights issue untuk mengakuisisi konsesi tol dan proyek dari anak usahanya. INVS juga memohon kelonggaran kepada BEI terhadap status delisting perusahaan dan telah menyampaikan laporan keuangan tahun 2014 pada 30 September lalu, dan berjanji untuk melaporkan laporan keuangan tahun 2015 dan 2016, selambat- lambatnya pada 6 Oktober 2017.

Sebagai informasi, sebelumnya PT Inovisi Infracom Tbk menyampaikan keberatan atas rencana BEI untuk menghapus pencatatan saham perseroan. Pada 22 September, BEI mengirimkan pemberitahuan bursa tentang penghapusan pencatatan efek kepada INVS. Direktur INVS, Pantur Silaban dan Dimass Anugrah Argo Atmaja mengungkapkan, perseroan memohon agar bursa memberi kesempatan bagi INVS untuk menyelesaikan seluruh kewajiban.”Dengan menyelesaikan rencana aksi korporasi yang telah direncanakan sehingga dalam hal ini kepentingan pemegang saham publik dan pemegang saham minoritas dapat senantiasa terlindungi,"ujar mereka.

INVS mengatakan telah menyampaikan laporan keuangan tahun 2014 pada tanggal 30 September yang lalu dan berjanji untuk melaporkan laporan keuangan tahun 2015 dan 2016, selambat-lambatnya pada tanggal 6 Oktober 2017. "Besar harapan kami, agar kiranya BEI dapat membatalkan isi yang terkandung didalam pemberitahuan bursa yaitu penghapusan pencatatan efek (delisting), dan memberikan kesempatan kepada pengurus perseroan untuk dapat menyelesaikan seluruh kewajiban perseroan sebagaimana tersebut di atas, " kata Pantur Silaban.

BERITA TERKAIT

Pariwisata Digadang-gadang Bakal jadi Penyumbang Terbesar Devisa

    NERACA   Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada…

KIOS Bilang Refleksi Minat Cukup Tinggi - Sahamnya Disuspensi BEI

NERACA Jakarta – Lantaran mengalami kenaikan harga saham dan waran di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya melakukan…

Rukun Raharja Lepas 33% Saham di PRA

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melepas kepemilikan sahamnya di PT Panji Raya Alamindo (PRA) sebanyak 33% kepada Tokyo Gas Co.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…