Indeks Berpeluang Menguat Di Tengah Kabar Inflasi Februari

NERACA

Jakarta – Menutup perdagangan saham akhir pekan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis 4,40 poin.IHSG BEI Jumat (25/2) menguat 0,13% ke posisi 3.443,53 poin. Sementara indeks diikuti oleh kelompok 45 saham-saham unggulan (LQ45) yang bergerak naik 0,13 poin (0,02%) ke level 607,70 poin.

Menurut Analis Anugerah Securindo Indah, Viviet S Putri mengatakan, perdagangan kemarin masih bergerak konsolidasi yang menunjukkan akan keluar dari tren bearish (pelemahan).

Meskipun begitu, dia menambahkan, investor sebaiknya mencermati kemungkinan adanya sentimen negatif terkait dengan Inflasi Februari yang di perkirakan juga masih tinggi. Dia menambahkan, posisi investor asing juga masih berada dalam posisi jual saham di indeks saham dalam negeri yang dapat memicu indeks BEI akan kembali lagi dalam tren bearish.

Sebelumnya, pada saat pembukaan pasar, indeks dibuka menguat 7,17 poin atau 0,20% ke posisi 3.446,31 poin dan kelompok 45 saham-saham unggulan (LQ45) juga naik 1,84 poin (0,30%) ke level 609,41 poin. Penguatan IHSG di pengaruhi kembali menguatnya bursa regional dan peringkat Indonesia yang mendapatkan kenaikan "outlook rating" dari Fitch menjadi positif. "IHSG mendapat sentimen positif baru dari kenaikan outlook rating dari Fitch menjadi positif, meski rating tetap dipertahankan di level BB+ (double B plus). Satu tingkat di bawah `investment grade`," kata Kepala riset Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia menambahkan, bursa Asia pagi ini dibuka di teritori positif seiring koreksi yang terjadi di harga minyak dunia dan data klaim pengangguran AS yang lebih baik dari ekspektasi. “Harga minyak relatif menguat ke level 97,3 dolar AS per barel sementara harga Nikel dunia kembali terkoreksi tajam 4,1% ke level 27,505 dolar AS per ton dari level tertingginya di 29,300 dolar AS per ton di pekan lalu,"ungkapnya.

Dijelaskannya, ekspektasi dari laporan keuangan perusahaan yang tercatat di BEI yang baik juga menjadi pemicu investor mengambil posisi beli di pasar saham."Salah satu emiten yang merilis laporan keuangan adalah grup Astra yang sedikit diatas estimasi konsensus telah membawa IHSG rebound,"paparnya.

Sementara itu, bursa regional seperti di Hang Seng menguat 190,80 poin (0,84%) ke level 22.791,84, Indeks Nikkei-225 naik 22,97 poin (0,22%) ke level 10.475,68, dan Indeks Straits Times menguat 16,48 poin (0,57%) ke level 2.989,89.

Pada penutupan perdagangan sesi I kemarin, IHSG naik tipis 6,096 poin (0,17%) ke level 3.445,228. Sementara Indeks LQ 45 naik 1,314 poin (0,21%) ke level 608,884. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis menyusul keragu-raguan pemodal dalam berinvestasi. Investor cemas ancaman inflasi Februari tinggi, namun kinerja keuangan emiten merayu untuk tanamkan modal.

Perdagangan sesi I berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 49.735 kali pada volume 2,061 miliar lembar saham senilai Rp 1,647 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 63 saham turun, dan 84 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajarantop gainersdiantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 700 ke Rp 12.200, Astra Internasional (ASII) naik Rp 600 ke Rp 52.000, Unilever (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 15.950, dan Telkom (TLKM) naik Rp 150 ke Rp 7.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 45.250, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 36.150, Indocement (INTP) turun Rp 250 ke Rp 14.250, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 25.150.

Kemudian menutup perdagangan akhir pekan, IHSG mampu mempertahankan penguatan walau hanya naik tipis. Indeks Jumat menguat 0,13% ke posisi 3.443,53 poin. Sementara indeks diikuti oleh kelompok 45 saham-saham unggulan (LQ45) yang bergerak naik 0,13 poin (0,02%) ke level 607,70 poin.

Sementara, saham-saham yang mengalami penguatan antara lain saham Media Nusantara Citra (MNCN) naik Rp40 ke Rp1.070, Astra International (ASII) naik Rp150 ke Rp51.550, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp75 ke Rp4.725.

Ditengah ramainya emiten melaporkan kinerja keuangan 2010 yang berjalan positif, maka diproyeksikan perdagangan saham awal pekan, Senin (28/2), indeks masih melanjutkan penguatan dengan pergerakan saham dilevel 3.443-3.445. Emiten keuangan masih menjadi saham yang layak dikoleksi.

Tercatat pada penutupan perdagangan saham BEI, asing masih mencatatkan jual bersih (net foreign sell) senilai Rp299,415 miliar. Perdagangan saham ditutup dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 3,051 miliar dengan total nilai Rp2,858 triliun dari 80.185 kali transaksi.

Saham yang menguat mendominasi perdagangan hari ini sebanyak 134 saham, 76 saham melemah, dan 84 saham tidak bergerak harganya (stagnan).Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajarantop gainersdiantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 700 ke Rp 12.200, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 350 ke Rp 25.750, Adira Finance (ADMF) naik Rp 200 ke Rp 10.600, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 150 ke Rp 23.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losersantara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 45.200, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 700 ke Rp 10.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 36.050, dan Bank Tabungan Pensiunan (BTPN) turun Rp 300 ke Rp 11.950. (bani)

Related posts