Setiap Selasa Wage, Pedagang di Malioboro Meliburkan Diri

Banyak turis yang mulai kurang tertarik untuk berkunjung ke kawasan Malioboro. Alasan, karena malas melihat kesumpekan pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak di sana. Saat ini, usaha penataan sedang dilakukan. Salah satunya dengan program ’Selasa Wage’, yaitu kesepakatan antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan kelompok PKL Malioboro, di mana mereka tidak akan berjualan di hari tersebut.

Setiap hari dalam penanggalan Jawa tersebut, kelompok PKL tak akan berjualan. Namun, mereka akan tetap datang untuk melakukan pembersihan dan perawatan fasilitas umum yang ada di kawasan Malioboro. Diharapkan, program ’Selasa Wage’ dapat membuat kawasan itu kembali rapi dan teratur, sehingga turis semakin banyak yang berdatangan.

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, menjelaskan bahwa tujuan dari program 'Selasa Wage' bukan untuk mengusir PKL dari kawasan Malioboro."Tujuannya adalah melakukan perbaikan dan pembenahan terhadap Malioboro setiap 35 hari sekali. Jika tidak demikian, maka tidak ada waktu untuk membersihkan atau melakukan perbaikan fasilitas di Malioboro," kata Haryadi, seperti yang dikutip dari Antara.

Haryadi pun memberikan apresiasi kepada komunitas PKL Malioboro yang mengikhlaskan waktunya untuk menutup usahanya selama satu hari penuh.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menyatakan keberadaan pkl tidak dapat dipisahkan dari Malioboro, sehingga PKL akan tetap diperbolehkan berjualan di sana. Hanya saja, Sri Sultan HB X sepakat jika PKL Malioboro harus ditata agar kondisi kawasan lebih teratur. “PKL tetap harus ada dan ditata, harus dicari jalan keluarnya. Misalnya mendekatkan stok dagangan PKL, sehingga mereka tidak perlu membawa stok saat berjualan," kata Sri Sultan HB X.

Sri Sultan HB X bersama Wali Kota Yogyakarta dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah DIY meninjau langsung program ’Selasa Wage’ perdana yang dimulai hari ini. Mereka berjalan kaki ke dari Titik 0 Kilometer ke kawasan Malioboro, yang memang terlihat lengang saat dikunjungi.

BERITA TERKAIT

Presiden Direktur BATA Mengundurkan Diri

Presiden Direktur PT Sepatu Bata Tbk (BATA), Muhammad Imran Malik melayangkan surat pengunduran diri pada 15 November 2017 yang lalu.…

Pedagang Bogor Diresahkan oleh Pelarangan Pemajangan Produk Rokok

Pedagang Bogor Diresahkan oleh Pelarangan Pemajangan Produk Rokok NERACA Bogor - Peraturan Daerah No 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa…

PD Pasar Bandung Dorong Pedagang Ikut BPJS-TK

PD Pasar Bandung Dorong Pedagang Ikut BPJS-TK NERACA Bandung - PD Pasar Bermartabat Kota Bandung mendorong para pedagang di pasar-pasar…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Bangunan Peninggalan Belanda Jadi Alternatif Wisata Bromo

Bangunan tua peninggalan masa kolonial Belanda yang berada di lereng Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur bisa menjadi alternatif wisata…

Ini yang Perlu Anda tahu Sebelum Beli Tiket Murah

Berburu tiket murah sebelum bepergian memang menarik demi menghemat biaya perjalanan, tapi bagaimana agar semua bejalan lancar dan menyenangkan. Perusahaan…

Wisata Padang Ternak di NTT

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sedang menyiapkan sejumlah lokasi peternakan di daerah itu untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata ternak."NTT miliki…