Libur Panjang Imlek 2563, Pengunjung Anyer Naik 100%

Selasa, 24/01/2012

Serang - Libur panjang akhir pekan berkaitan dengan libur tahun baru Imlek 2563, kunjungan wisatawan ke Pantai Anyer Kabupaten Serang meningkat hingga 100% dibandingkan libur akhir pekan biasanya.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Sukirman di Serang, Senin mengatakan, libur panjang akhir pekan mulai Sabtu (21/1) hingga Senin (23/1) kunjungan wisatawan ke Pantai Anyer dan sekitarnya hingga Pantai Carita meningkat hingga 100% dibandingkan dengan liburan akhir pekan pada hari biasanya.

Kondisi tersebut terlihat dari tingkat hunian sejumlah hotel di Anyer yang penuh sejak Sabtu (21/1) serta kunjungan wisatawan umum lainnya yang tidak menginap di hotel.

"Di Hotel Patra Anyer saja dari 70 resort yang ada semuanya terisi. Ini berbeda dengan libur akhir pekan biasanya yang tidak sampai 100% terisi," kata Sukirman.

Ia mengatakan, selain di Parta Anyer, sejumlah hotel lainnya juga tingkat hunian pada libur akhir pekan ini hampir semua mencapai 100 pesen, walapun ada satu dua hotel yang tingkat huniannya hanya mencapai 70 hingga 80% dibandingkan libur akhir pekan biasanya.

"Pantauan kami sejak Sabtu (21/1) hunian hotel di Anyer penuh. Begitu juga wisatawan umum yang tidak menginap di hotel, lebih ramai dibandingkan libur akhir pekan biasanya," kata Sukirman yang juga Manager Hotel Patra Anyer.

Kondisi ramainya wisatawan tersebut, kata dia, selain karena libur akhir pekan selama tiga hari berkaitan dengan perayaan imlek, juga karena faktor cuaca yang cukup baik sehingga tidak begitu menghambat para wisatawan untuk menikmati liburannya. Sejumlah hotel juga mengisi liburan panjang akhir pekan tersebut dengan menyuguhkan berbagai kesenian khas Tionghoa seperti Barongsai.

"Ada beberapa hotel yang menyambut tamunya dengan kesenian Barongsai seperti di Hotel Sanghyang, tujuannya untuk menyemarakkan perayaan tahun baru imlek," kata Sukirman.

Barongsai Naik Sepeda

Sementara itu, aktraksi dua barongsai yang menaiki sepeda di Bandung Trade Center Fashion Mall, Senin, dalam rangka memeriahkan Perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek menarik perhatian pengunjung mal tersebut.

"Unik dan keren. Baru kali ini ada barongsai yang naik sepeda," kata salah seorang warga Tionghoa Alex Sutisna (25), saat menyaksikan aktraksi tersebut.

Alex sengaja mengajak istri dan kedua anaknya ke mal tersebut untuk melihat aktraksi Barongsai itu.

"Sekalian mengenalkan budaya Tionghoa kepada anak saya, selain untuk hiburan juga," ujarnya.

Selain menarik pengunjung Thionghoa, aktraksi Barongsai menaiki sepeda di Atrium LGF BTC Fashion Mall tersebut juga menarik perhatian pengunjung lainnya yang bukan keturunan Tionghoa seperti keluarga Rani Ratnasari.

"Bagus ya, ada barongsai naik sepeda," kata Rani Ratnasari.

Enam Barongsai yang beraksi di Atrium LGF BTC FaShion Mall juga berkeliling ke seluruh penjuru mal tersebut untuk mengambil angpau dari pemilik toko yang ada di mal itu.

Imlek di Garut

Prosesi perayaan tahun baru Imlek di Vihara Dharma Loka, Jalan Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berlangsung sederhana dengan jumlah jemaah sekitar 400 orang lebih menggelar doa bersama.

"Puncaknya tadi tengah malam saat pergantian tahun, kita melangsungkannya secara sederhana saja beribadah di Vihara," kata Pengurus Yayasan Dharma Loka, Hendrawan Cahya (68) di Garut, Senin.

Kesederhanaan perayaan Imlek di Vihara Dharma Loka tersebut, kata Hendrawan seperti biasa hanya menempatkan beberapa lilin berukuran cukup besar dengan diameter 15 cm dan tinggi 1,5 meter berikut lampion warna merah.

Selanjutnya prosesi ibadah tepat pada tengah malam pergantian tahun, Hendrawan bersama jemaah lainnya membakar hio kemudian berdoa bersama untuk kebaikan para jemaah, umumnya seluruh rakyat Indonesia.

"Intinya perayaan Imlek di Garut ini, kami berdoa meminta kepada Tuhan untuk diberi keselamatan di tahun baru Naga Air ini," katanya.

Sementara itu jumlah jemaah Khong Hu Cu di Kabupaten Garut, kata Hendrawan terdata sekitar 300-an orang, namun pada puncak perayaannya terkadang lebih banyak.

Menurut dia, anggota keluarga bangsa Tionghoa yang berbeda agama terkadang berkumpul bersama mengikuti prosesi perayaan Imlek sebagai penghormatan leluhurnya yang menganut Khong Hu Cu.

"Di Garut yang tadinya terdata 300-an orang, ternyata yang datang lebih banyak, ini karena jemaah membawa anggota keluarganya meskipun berbeda agama," katanya.

Kegiatan lain memeriahkan Imlek, pengurus Vihara Dharma Loka rencananya akan menggelar atraksi barongsai di Kota Garut, 6 Februari 2012 atau sesuai penanggalan tahun China 15 hari setelah tahun baru Imlek.