Pemerintah Serap Rp17,5 triliun dari Lelang SUN

NERACA

Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp17,5 triliun dari lelang enam seri Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan total penawaran mencapai Rp52,4 triliun. Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa (19/9), menyebutkan lelang itu memenuhi target indikatif yang telah ditetapkan Rp15 triliun dan target maksimal Rp22,5 triliun.

Dari lelang tersebut, jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN03171221 mencapai Rp5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,5303 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 21 Desember 2017 ini mencapai Rp11,3 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi dengan tingkat kupon diskonto ini mencapai 4,25 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 4,98 persen.

Untuk seri SPN12180607, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,04983 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 7 Juni 2018 ini mencapai Rp12,48 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 4,94 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,55 persen.

Untuk seri FR061, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,65 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,99918 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2022 ini mencapai Rp7,75 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 5,95 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,1 persen.

Untuk seri FR059, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,65 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,43997 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2027 ini mencapai Rp10,42 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,0 persen ini mencapai 6,4 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,65 persen.

Untuk seri FR075, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,16994 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2038 ini mencapai Rp4,36 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,1 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,35 persen.

Untuk seri FR076, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,8 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,49708 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048 ini mencapai Rp6,07 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,375 persen ini mencapai 7,41 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,8 persen. Sebelumnya, dalam lelang lima seri SUN pada Selasa (5/9), pemerintah juga berhasil menyerap dana sebesar Rp17 triliun dari total penawaran yang masuk Rp56,5 triliun.

BERITA TERKAIT

Blue Bird Menelan Pil Pahit Keluar Dari Indeks MSCI - Buntut Likuiditas Terus Melorot

NERACA Jakarta – Ketatnya persaingan bisnis transportasi umum berbasis online, memaksa kue transportasi yang selama ini dinikmati PT Blue Bird…

OJK Sebut Bumiputera Dalam Kondisi Normal - Dari Sisi Bisnis dan Pendanaan

  NERACA Jakarta - Para pemegang polis dan mitra kerja Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 kini bisa bernafas lega…

Pemerintah Musnahkan Barang Ilegal Rp45 miliar

  NERACA Jakarta - Pemerintah memusnahkan barang-barang ilegal yang menjadi objek penyelundupan dan merugikan negara lebih dari Rp45 miliar yang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bikin Program Pendidikan, Bank Mandiri Gaet UGM

      NERACA   Jakarta - Bank Mandiri menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam peningkatan kemampuan perbankan…

Genjot DPK, BTN Gelar Program “Super Untung Jaman Now”

      NERACA   Jakarta - Berhasil meraih pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,45% di atas rata-rata industri…

Waspada Bahaya “Jackpotting”

    NERACA   Jakarta - Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi atau Communication and Information System Security Research Center…