KOTA SUKABUMI - Pembahasan Perubahan APBD 2017 Ditarget Tuntas Akhir September

KOTA SUKABUMI

Pembahasan Perubahan APBD 2017 Ditarget Tuntas Akhir September

NERACA

Sukabumi - Pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 Pemerintah Kota Sukabumi ditargetkan selesai akhir bulan ini. Dalam perjalanan pembahasan, Panitia Khusus (Pansus) APBD perubahan menemukan beberapa poin anggaran yang perlu pendalaman lebih tajam. Misalkan, mengenai adanya dana penyambutan Presiden sekitar Rp1,2 miliar.

"Kita (Pansus) ingin tahu saja, dana sebesar itu diambil dari mana. jadi mau tidak mau harus dianggarkan di perubahan," ujar Ketua Pansus APBD perubahan Anggaran 2017, Rojab Asyari, kemarin.

Disisi lain lanjut Rojab, di perubahan anggaran juga terjadi adanya penurunan target restribusi dan hasil pengelolaan kekayaan daerah, yang turunya sekitar Rp1 miliar. Penurunan itu, kata dia, disebabkan oleh restribusi terminal tidak tertagihkan karena diambil oleh pusat."Kan targetnya Rp9 miliar, menjadi Rp8 miliar," ungkap Rojab.

Selain itu, kata Rojab, belanja pegawai juga mengalami hal serupa (berkurang) sekitar Rp15 miliar dari alokasi sebelumnya. Hal itu disebabkan sebagian Pegawai Negeri Sipil (PNS) seperti guru kewenanganya diambil oleh provinsi."Tapi PNS gurunya khusus di SMA,SMK dan sederajat," ujarnya.

Disisi lain ada juga yang mengalami peningkatan anggaran di perubahan, yakni menyangkut belanja modal. Dari Rp160 miliar menjadi Rp265 miliar atau naiknya sekitar 65%, dan itu paling tinggi belanja modal di fisik."Sedangkan menyangkut anggaran Pilkada, tetap kita jadikan prioritas," terangnya.

Tapi yang jelas lanjut Rojab, jika di akhir bulan ini pembahasan anggaran perubahan selesai, semuanya bisa langsung digunakan jangan sampai tertunda, sehingga nantinya bisa berdampak kepada penyerapan."Sejauh ini sih penyerapan anggaran di setiap instansi sudah mencapai 50% lebih. Tapi mungkin saja dalam perjalanan menuju akhir tahun nanti sudah ada yang memenuhi target. Yang jelas perubahan anggaran selesai harus segara digunakan," pungkas Rojab. Arya

BERITA TERKAIT

Kinerja Ekspor Non Migas Terkoreksi 6,09 Persen di September - Perdagangan Internasional

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan kinerja ekspor Indonesia pada September 2017 sebesar 4,51 persen dari…

Dishub Kota Sukabumi Rancang Angkot Eksklusif

Dishub Kota Sukabumi Rancang Angkot Eksklusif NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, terus melakukan inovasi perkembangan transportasi. Satu…

Akhir Tahun Apex Dana Bergulir Terbentuk

  NERACA   Jakarta - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Targetkan Satu Juta Pengunjung - Mandiri PRI 2017 Akan Jadi Ajang Pameran Unik dan Tak Terlupakan

Targetkan Satu Juta Pengunjung Mandiri PRI 2017 Akan Jadi Ajang Pameran Unik dan Tak Terlupakan NERACA Jakarta – Mandiri Pekan…

SiLPA Mencapai Rp600 Miliar Lebih - Piutang Tagihan PAD Depok Naik Rp442,9 M

SiLPA Mencapai Rp600 Miliar Lebih Piutang Tagihan PAD Depok Naik Rp442,9 M NERACA Depok - ‎Kondisi format APBD Kota Depok…

KSPPS/USPPS Bisa Kelola Dana Zakat dan Wakaf

KSPPS/USPPS Bisa Kelola Dana Zakat dan Wakaf NERACA Bogor - Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) dan Unit Simpan Pinjam…