Alat ATP Hentikan Lokomotif Yang Langgar Sinyal

Bandung - Alat "Automatic Train Protection: ATP" atau pengaman otomatis KA akan menghentikan laju lokomotif yang melanggar sinyal atau masinis terlambat melakukan pengereman.

"Ke depan lokomotif dan stasiun akan dilengkapi dengan ATP, alat itu akan menggantikan atau `memback up` manakala terjadi kelalaian dari masinis dalam melakukan pengereman, saat masuk sinyal salah KA akan berhenti atau melambat," kata Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko di sela-sela Workshops Penyusunan Standard Teknis dan Komponen Automatic Train Protection" di Bandung, Rabu.

Perangkat baru itu, kata Hermanto akan meminimalisasi angka kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kesalahan manusia. Perangkat itu akan bertindak secara otomatis dimana terjadi kesalahan prosedur pengoperasiakn KA.

"Saat ini standarisasinya sedang dibahas, salah satunya mengumpulkan paparan dari industri ATP dari Eropa dan Jepang. Nantinya akan disinergiskan dengan industri perkeretaapian dalam negeri," kata Hermanto.

Alat ATP itu, kata Hermanto selama ini sudah dipergunakan di luar negeri, diharapkan dengan berkoordinasi dengan BBPT, Ristek dan LEN, pihaknya bisa mensinergiskan penggunaan alat baru itu di lokomotif dan stasiun kereta api.

Sementara itu lima pabrikan ATP diundang untuk memberikan paparan produknya yakni Siemens dan Signon (Jerman), Bombardier (Swedia), Alfro (Kroasia) dan Toshiba (Jepang).

Pada 2012 ini, kata Hermanto akan dibuatkan prototipe ATP yang akan dipasangkan di sejumlah lokomotif dan stasiun. Menurut dia saat ini ada sekitar 400-an stasiun dan 500-an lokomotif yang beroperasi selama ini.

Menurutnya, untuk tahap prototipe yang akan digelar pada 2011 dibutuhkan dana sebesar Rp20 miliar. Sedangkan untuk memenuhi keseluruhan ATP dibutuhkan investasi sebesar Rp600 miliar.

"Pendanaanya masih akan dibahas apakah akan dilakukan pemerintah atau sharing dengan operator. Masih akan dibahas," kata Hermanto.

BERITA TERKAIT

Dishub Sukabumi Siap Pasang Stiker Angkutan Online Yang Berizin

Dishub Sukabumi Siap Pasang Stiker Angkutan Online Yang Berizin  NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi akan memberikan tanda…

Pemerintah Hentikan Proyek Konstruksi Layang - PERLU EVALUASI TOTAL PROYEK INFRASTRUKTUR

Jakarta-Pemerintah akhirnya menghentikan sementara semua pekerjaan infrastruktur kontruksi layang (elevated) baik jalan tol, proyek LRT maupun jembatan di seluruh Indonesia.…

Putusan Mahkamah yang Dinilai Aneh

Oleh: Maria Rosari Beberapa waktu lalu Mahkamah Konstitusi (MK) memutus tiga perkara permohonan uji materi atas pasal 79 ayat (3)…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

KPU Kota Sukabumi Lantik Anggota PAW PPK dan PPS

KPU Kota Sukabumi Lantik Anggota PAW PPK dan PPS NERACA Sukabumi - Ketua KPU Kota Sukabumi Hamzah melantik dua Panitia…

72 Perusahaan Raih Indonesia Corporate Social Responsibility (ICSRA) II 2018

72 Perusahaan Raih Indonesia Corporate Social Responsibility (ICSRA) II 2018 NERACA Jakarta - ICSRA – II – 2018 - merupakan…

72 Perusahaan Raih Indonesia Corporate Social Responsibility (ICSRA) II 2018

72 Perusahaan Raih Indonesia Corporate Social Responsibility (ICSRA) II 2018 NERACA Jakarta - ICSRA – II – 2018 - merupakan…