XL Menjawab Persoalan Daerah Tertinggal - CSR Desa Wisata di Makassar

NERACA

Jakarta – Masih tingginya jumlah daerah tertinggal di Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun seluruh steakholder masyarakat dan termasuk perusahaan swasta. Data dari Kementerian Perumahan Daerah Tertinggal tercatat, masih ada 199 Kabupaten sebagai daerah tertinggal.Secara kuantitatif jumlah daerah tertinggal tersebut adalah sebanyak 44% dari 457 kabupaten/kota di Indonesia.Namun demikian secara ekonomi, peranan daerah tertinggal terhadap ekonomi nasional sangat kecil.

Kemajuan ekonomi dan teknologi serta akses informasi saat ini, rupanya belum semuanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang tinggal didaerah perbatasan. Berawal dari keprihatinan tersebut, PT XL Axiata Tbk (XL) sebagai industri telekomunikasi nasional mencoba untuk menjawab kebuntuan dan akses informasi teknologi akibat keterbatasan sarana dan prasarana infrastruktur.

Hal ini juga bagian itikad baik perseroan sebagai perusahaan swasta yang tidak hanya larut dalam profit orietied. Namun bagaimana memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat dalam rangka mensukseskan dan membantu program pemerintah memutus mata rantai kemiskinan dan kebodohan bagi masyarakat pedalaman.

Langkah kongkrit yang dilakukan XL diwujudkan dalam bantuan teknologi informasi dan telekomunikasi kepada masyarakat dan aparat pemerintahan kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo kota Makassar berupa pengembangan desa wisata. Pasalnya, melalui teknologi informasi akan mampu mendorong pembangunan masyarakat desa dan juga meningkatkan kualitas hidup warganya.

Vice President XL North Region, Nuruddin A Fithroh mengatakan, bantuan yang diberikan perseroan sesuai dengan kompetensi yang di miliki di bidang teknologi informasi dan komunikasi ICT). Dimana perseroan memadukannya dengan empat pilar di pendidikan, lingkungan, budaya dan sosial kemasyarakatan. “Sebagai bagian dari masyarakat Makassar, kami merasa memiliki kewajiban untuk ikut mendukung pembangunan di daerah,”ungkapnya.

Pada bidang pendidikan, perseroan mendonasikan sejumlah komputer dan internet bagi warga, bidan budaya mendukung pelestarian situs-situs peninggalan bersejarah Lakkang, bidang lingkungan memfasilitasi pendidikan lingkungan bagi warga dan sosial kemasyarakat bantu pengembangan UKM, termasuk memberikan 3.000 bibit ikan bandeng.

Selain itu, XL juga menyerahkan satu unit perahu Katingting atau perahu penyebrangan kepada warga desa Lakkang. Dimana sarana angkut ini menjadi yang vital mengingat desa Lakkang hanya bisa diakses melalui sungai. Tidak hanya itu, perseroan juga melengkapi sarana telekomunikasi warga dengan satu unit telepon umum gratis.

Asal tahu, secara geografis desa Lakkang yang didiami sekitar 300 KK berada di kawasan Indosesia Timur Makassar. Sarana transportasi yang bisa dilalui hanya melalui perahu karena harus menyebrangi sungan Tallo yang memisahkan dengan daerah lainnya. Maka dengan aksi sosial XL diharapkan ada secercah harapan untuk memutus kebutuan masyarakat dari keterisolasian.

Tentunya, kerjasama XL dengan pemda dalam membangun masyarakat pedalaman tidak hanya sebatas charity. Namun bisa berlanjut, karena untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perlu keterlibatan peran swasta dan tidak hanya mengandalkan pemerintah. Kedepan, diharapkan aksi sosial nyata XL bisa di ikuti perusahaan swasta lainnya untuk turut andil menurunkan tingkat masyarakat tertinggal di pedalaman. (bani)

Related posts