Plus Minus Bisnis Berbahan Baku Bambu

Sabtu, 21/01/2012

Neraca. Kerajinan bambu ini dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari tambir untuk membersihkan beras dan gorong-gorong untuk tempat sampah atau tempat baju kotor ataupun kerei sebagai hiasan. Namun ada beberapa keuntungan dan kendala dalam menjalankan peluang bisnis berbahan baku bambu, berikut ulasannya;

Bahan baku mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau. Terlebih lagi bambu biasanya ditemukan di pekarangan rumah sehingga maka akan mengurangi biaya produksi. Kerajinan bambu adalah salah satu bisnis yang memanfaatkan sumber daya yang ada. Meningkatkan kreatifitas Dalam membuat kerajinan bambu, maka kreatifitas akan terbentuk secara otomatis karena sebagai pengrajin bambu harus terus menerus memikirkan motif yang sesuai agar laku dipasaran. Bisnis yang ramah lingkungan

Dalam setiap bisnis pasti terdapat masalah-masalah yang harus dihadapi. Berikut ulasannya;

Sulit mendapatkan bambu yang tepat baik ukuran atau jenis yang dibutuhkan Tumbuhnya jamur bambu yang pada kerajinan bambu yang usianya cukup lama. Pemasaran. Pemasaran yang dilakukan adalah dijual ke pengepul atau dijual ke pasar tradisional. Letak geografis yang menghambat pemasaran.

Agar bisnis berjalan lancar, ada beberapa solusi yang harus diambil diantaranya adalah sebagai berikut:

Untuk mendapatkan bambu yang tepat, maka harus memilih bambu yang sesuai untuk membuat anyaman atau wengku (kerangka). Untuk menghasilkan kerajian bambu yang bagus dan tahan lama, maka iratan atau seratan bambu harus direndam 2-3 hari. Setelah itu dikeringkan. Cara ini dilakukan agar kerajinan bambu terbebas dari jamur.

Dengan semakin meningkatnya berbagai macam jenis bahan material dan bentuknya, ternyata tidak serta merta mengurangi minat masyarakat akan produk warisan zaman dulu.