Membudidayakan Bahan Baku Bambu

Sabtu, 21/01/2012

Neraca. Sebagian orang mungkin berfikiran batangan-batangan pohon bambu hanya bisa dipergunakan sebagai bahan membuat kandang ayam, bangunan rumah atau sejenisnya. Tetapi ternyata bahan bambu bisa disulap menjadi kerajinan yang bernilai seni tinggi selain juga memiliki nilai fungsi tertentu. Dengan Kerajinan bambu ini ternyata menjanjikan peluang bisnis yang cukup lumayan.

Untuk mempersiapkan bahan baku bambu, sebagian pebisnis mungkin akan membeli bambu disejumlah pelosok pedesaan. Dan bukan tak mungkin, bambu dapat dibudidayakan oleh di pebisnis sehingga akan lebih menjamin ketersediaan bahan baku dalam bisnis kerajinan bambu yang digelutinya.

Tiap-tiap jenis bambu mempunyai kualitas dan karakter yang berbeda-beda. Menanam berbagai jenisbambu di suatu daerah akan memberi keuntungan kepada masyarakat karena dapat memanfaatkan bambu sesuai dengan kebutuhan yang beraneka ragam. Tiap-tiap orang dalam satu komunitas dapat memanam salah satu jenis bambu dan tukar-menukar bisa saling dilakukan.

Untuk menanam bambu berkualitas tinggi, dibutuhkan pasokan unsur hara yang cukup, mengingat tanaman bambu adalah tanaman pemakan berat. Bambu memiliki sistem perakaran yang tumbuh dekat dengan permukaan tanah. Oleh karenanya, sebaiknya bambu diberi pupuk dalam jumlah sedikit tapi teratur, misalnya tiap tiga atau enam bulan, daripada memberinya dalam jumlah banyak hanya sekali setahun.

Pupuk yang cocok digunakan adalah pupuk kandang dan kompos, terutama saat menjelang musim hujan. Pupuk kandang yang paling baik digunakan adalah kotoran babi karena kotoran babi mengandung unsur hara yang lengkap untuk pertumbuhan bambu.

Pemberian lapisan mulsa, setebal kira-kira 30 cm, juga akan sangat membantu pertumbuhan bambu. Ketika tanaman bambu berumur dua tahun, taburkan tipis-tipis bubuk semen pada sekitar pangkal atau rumpunnya (di bawah mulsa). Semen mangandung silika, mineral yang akan membuat bambu menjadi keras dan membantu meningkatkan kualitas batangnya.

Uji coba yang pernah dilakukan pada bambu menunjukkanbahwa kayunya lebih kuat jika ditanam pada punggung bukitdaripada dekat sungai. Pengelolaan rumpun bambu yang baik akan menghasilkan batang bambu berkualitas tinggi, serta memudahkan pemanenan.

Satu rumpun bambu yang dikelola dengan baikakan memiliki batang umurnya bervariasi, dari umur 3, 2,dan 1 tahun, serta tunas-tunas baru. Sebaiknya terdapat 6-8 batang yang seumur pada tiap rumpunnya, jadi ada sekitar 24-32 batang per rumpun. Semuanya harus mendapatkan ruang yang cukup untuk bisa tumbuh dengan baik dan mudah dipanen.

Rumpun bambu yang dikelola dengan baikakan terlihat terbuka dan sehat sehingga memudahkan kita untuk memilih dan menata mana bambu yang siap dipanen dan mana yang masih muda. Rumpun yang tidakdikelola akan terlihat padat dan semrawut, sulit untuk memilih dan mencapai mana batang yang siap dipanen, dan sering ada batang yang mati atau kering ditengah rumpun. Situasi seperti ini akan menyulitkan kita ketika memanennya.

Langkah pertama dalam mengelola rumpun adalah dengan memotong semua batang yang sudah tua atau mati. Ini memang sulit dilakukan karena letaknya kadang di tengah-tengah rumpun. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memotong satu sisi rumpun hingga ke tengahnya, kemudian memotong batang yang tua atau mati.

Potonglah sedekat mungkin dengan permukaantanah. Ini akan menciptakan bentuk yang memungkinkan kita untuk memanen batang yang tua dari tengah rumpun tanpa merusak tunas baru yang biasanya berada diluar rumpun.

Saat musim tunas, pilihlah 6-8 tunas yang sehat dan berada dalamposisi yang baik. Tunas lainnya bisa dihilangkan, ini akan merangsang pertumbuhan tunas baru kemudian hari. Tunas yang dihilangkan dapat dimanfaatkan sebagai sayur rebung atau pakan ternak. Sedangkan tunas baru bisa ditandai untuk mengetahui umurnya kelak. Batang bambu yang kuat, keras, dan tahan terhadap serangga adalah batang yang dipanen pada saat berumur 3 tahun atau lebih.

Cara menandai batang adalah dengan menggoresnya pada tunas sebelum memiliki daun, goresan ini akan meninggalkan bekas yang permanen. Tandai semua tunasnya pada ketinggian yang sama, sekitar 1 meter di atas permukaan tanah. Misalnya, untuk tahun 2004, tandai dengan 4, bambu ini akan siap panen pada tahun 2007. Maka pada tahun 2007, akan diketahui batang mana saja dengan tanda 4 yang telah berumur 3 tahun. Nah selamat mencoba.