Kilas berita

Musim Hujan Hasil Tangkapan

Cumi-cumi Meningkat

Memasuki musim penghujan hasil tangkapan cumi-cumi di sejumlah tempat pelelangan ikan Pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meningkat dibandingkan kemarau.

"Hasil tangkapan cumi-cumi meningkat kini bisa mencapai dua hingga tiga ton setiap hari pada musim hujan, padahal sebelumnya sekitar 500kg,"kata Dedi Aryanto Ketua KUD Sri Mina Sari Tempat Pelelangan Ikan Glayem Indramayu kepada wartawan di Indramayu, Senin.

Ia menjelaskan, permintaan cumi-cumi dari berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Tangerang, Bekasi, terus meningkat sehingga meski tangkapan harga cumi-cumi tetap tinggi, kini harganya diatas Rp 30.000 perkg untuk kualitas baik.

"Cumi-cumi kualitas sedang untuk konsumsi pasar lokal harganya sekitar Rp25.000 perkg, diperkirakan harganya akan tetap bertahan bahkan cenderung naik, meski persediaan melimpah,"katanya.

Tangsel Siapkan Perahu Atasi Banjir Jalan Raya

Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, menyiapkan delapan perahu karet untuk mengatasi banjir di pemukiman warga.

"Ada delapan perahu karet yang telah kami siapkan dan enam diantaranya siap digunakan," kata Kepala Bidang Pengairan pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan, Djudianto di Tangerang, Senin.

Djudianto menuturkan, selain perahu karet, Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun menyiapkan delapan pompa penyedot air.

Pompa penyedot air tersebut digunakan untuk mengatasi banjir di Jalan Raya Serpong yang saat ini masih menjadi masalah utama.

"Untuk banjir di Tangerang Selatan, masih terdapat di Jalan Raya Serpong. Namun, karena itu merupakan jalan provinsi, maka Pemkot Tangsel hanya menyiapkan pompa penyedot air sebagai penanganan dini," katanya.

PT ASDP Merak Operasikan 25 Kapal

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Merak mengoperasikan sebanyak 25 kapal roll on roll off (Ro-Ro) karena cuaca kembali normal di perairan Selat Sunda.

"Hari ini kami mengoperasikan 25 kapal Ro-Ro dan tidak terjadi antrean panjang kendaraan truk ekspedisi yang hendak menuju Pulau Sumatera," kata Pelaksana Harian Manager Pelabuhan Merak Didi Yuliansyah di Merak, Senin.

Didi mengatakan, selama empat hari terakhir angkutan truk terjadi penumpukan di Jalan Cikuasa Atas Cilegon hingga pintu gerbang Pelabuhan Merak, namun saat ini kembali normal.

Semua angkutan truk ekspedisi menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung, berjalan lancar naik ke atas kapal Ro-Ro.

Bahkan, katanya, di dermaga satu hingga lima Pelabuhan Merak tidak terjadi kemacetan.

"Angkutan truk maupun kendaraan pribadi berjalan lancar karena cuaca relatif normal dibandingkan dua hari lalu diterjang angin kencang dan ombak besar," ujarnya.

Tangsel Targetkan PAD

Restoran Hotel Rp 54 Miliar

Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tangerang Selatan, Banten, menargetkan Pendapatan Asli Daerah dari restoran dan hotel mencapai Rp54 miliar lebih.

"Mengingat pertumbuhan hotel dan restoran di Tangerang Selatan pesat, maka PAD yang kami targetkan mencapai 54 miliar," kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tangerang Selatan Uus Kusnadi, Senin.

Uus merinci, untuk target pajak hotel sebesar Rp2,415 miliar dan pajak restoran Rp54,050 miliar.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mengamati pergerakan roda ekonomi yang mengalami peningkatan signifikan.

Tentunya grafik menggembirakan ini harus diimbangi lagi dengan target dari sektor kuliner yang diakui telah menjadi lumbung PAD untuk dijadikan modal pembangunan.

"Kalau trendnya positif pada 2012, di perubahan APBD rencana pendapatan kita sesuaikan kembali," katanya.

Tata Ruang Puncak

Inkonsisten Daya Dukung

Pakar Institut Pertanian Bogor Dr Ernan Rustiadi mengemukakan bahwa tata ruang kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tidak konsisten (inkonsisten) dengan daya dukung lahan yang ada.

"Kondisi ini yang menyebabkan terjadinya longsor dan banjir di wilayah Jabodetabek," katanya dalam acara diskusi yang digelar oleh Forum Jabodetabek Pusat Pengkajian, Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) IPB, di Kampus Baranangsiang, Kota Bogor, Senin.

"Kawasan Puncak seharunya menjadi kawasan hutan, tapi justru banyak bangunan dan perkebunan," tambahnya.

Ernan Rustiadi yang juga Dekan Fakultas Pertanian IPB mengatakan, 40 persen kawasan Puncak tidak sesuai dengan tata ruang, di mana sejumlah kawasan tidak sesuai dengan peruntukannya seperti wilayah hutan konservasi berubah menjadi perkebunan.

Sedikitnya 202 Rumah di

Kec. Gunung Kaler Terendam

Sebanyak 202 rumah di lima perkampungan, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, Banten, terendam banjir.

"Dari data yang dihimpun, ada 202 rumah yang terendam banjir," kata Ketua Tagana Kabupaten Tangerang, Ending di Tangerang, Senin.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Tagana Kabupaten Tangerang, lima kampung yang terendam banjir adalah Kampung Gunung Kaler dan Kampung Mandaya di Desa Gunung kaler, Kampung Onyam di Desa Onyam, Kampung Bendung di Desa Kedung, Kampung Cakung Andawati di Desa Kandawati.

Di Kampung Gunung Kaler terdapat 20 rumah yang terendam dan Kampung Mandaya sebanyak 32 rumah.

Related posts