Tol Tangerang-Merak Bisa Dilalui Lagi

Selasa, 17/01/2012

Serang - Kondisi jalan tol Tangerang-Merak khususnya di KM 57-58 sudah kembali normal dan bisa dilalui kendaraan, pascabanjir akibat luapan Sungai Ciujung yang merendam sebagian jalan tol tersebut.

"Sejak Minggu (15/1) malam sekitar pukul 21.00 WIB, tol sudah kembali bisa dilalui walaupun memang masih ada sedikit genangan air di KM 50," kata Manager Operasional PT Marga Mandala Sakti (MMS) Pengelola Tol Tangerang-Merak, Azis Ariwibowo di Serang, Senin.

Ia mengatakan, pasca tergenangnya jalan tol satu hingga dua meter Minggu (15/1), kemudian mulai pukul 18.00 WIB genangan air di tol mulai surut. Bahkan kendaraan berukuran besar sudah bisa melintas, kemudian mulai pukul 21.00 WIB jalan tol sudah normal dan semua kendaraan sudah bisa melintas.

"Kami sudah melakukan pemantauan, kondisi jalan tol masih normal tidak ada kerusakan yang parah," kata Azis.

Meskipun jalan tol sudah mulai normal, kata dia, namun puluhan warga masih mengungsi di pinggir jalan tol. Pihaknya berupaya untuk memberikan bantuan bagi warga yang masih berada di jalan tol.

Sebelumnya ribuan Kepala Keluarga (KK) di sekitar 12 kecamatan di Kabupaten Serang, terpaksa harus mengungsi akibat banjir dari luapan Sungai Ciujung sejak Sabtu (14/1).

Ribuan warga yang ada sekitar daerah aliran Sungai Ciujung di sekitar 12 kecamatan di Kabupaten Serang terpaksa harus diungsikan ke daerah-daerah yang aman dari banjir, karena luapan air Sungai Ciujung mencapai ketinggian satu sampai tiga meter.

Warga yang terkena banjir akibat luapan Sungai Ciujung antara lain berada di Kecamatan Kragilan, Pamarayan, Cikeusal, Bandung, Kopo, Tunjung Teja, Kibin dan Tirtayasa.

Selain merendam pemukiman warga, banjir juga merendam jalan tol Tangerang-Merak di Km 57-58 hingga membuat jalur kendaraan di tol tersebut terputus pada Minggu (15/1).

Akibatnya, kendaraan dari arah Jakarta ke Merak dan sebaliknya, sejak Minggu (15/1) pukul 06.00 WIB tidak bisa melintas. Kendaraan dari arah Jakarta keluar gerbang Balaraja dan dari arah Merak harus balik arah atau keluar gerbang tol Ciujung dan Serang.

Ke Tempat Istirahat

Pengungsi korban banjir yang memenuhi sepanjang jalan tol Tangerang - Merak yang dikelola PT Marga Mandala Sakti secara bertahap akan mulai dipindahkan ke tempat istirahat menunggu sampai genangan air benar-benar surut.

"Saat ini memang masih terdapat konsentrasi pengungsi di pinggir jalan tol terutama di kilometer 47, namun secara bertahap akan kami relokasi ke tempat istirahat," kata Corporate Planning Manager PT Marga Mandala Sakti Rury Purwantoko saat dihubungi, Senin.

Rury mengatakan, PT Marga Mandala Sakti sementara ini mendirikan tempat penampungan bagi korban banjir di tempat istirahat kilometer 42 dan 45, hal ini untuk memudahkan dalam mendistribusikan makanan dan air bersih, serta bantuan lain yang mereka butuhkan.

Rury mengatakan, bantuan bagi korban banjir ini berupa tenda darurat, makanan, dan air bersih diambil dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (social corporate responsibility/ CSR).

PT Marga Mandala Sakti juga mempersilahkan bagi lembaga-lembaga sosial yang akan menyalurkan bantuan bagi korban banjir langsung ke posko yang didirikan di tempat-tempat istirahat yang sudah dipersiapkan.

Rury mengatakan, saat ini bantuan baru berasal dari PMI Tangsel, sementara daerah yang mengalami banjir sebenarnya masuk ke dalam wilayah Kabupaten Serang.

Dia berharap Dinas Sosial di Kabupaten Serang dan Provinsi dapat segera bergerak untuk menangani korban banjir yang sebagian besar saat ini mulai terjangkit penyakit.

Memang saat ini untuk menuju ke lokasi pengungsian, Pemkab Serang harus mengambil jalan memutar karena jalur Utara ke Selatan di kawasan ini benar putus tergenang air dari luapan Sungai Ciujung.

Sampai dengan pukul 9.00 WIB Senin (16/1) genangan masih terjadi di lajur lambat kilometer 58 - 59 di jalur Tangerang - Menuju Merak sehingga dapat dilewati kendaraan satu per satu, sedangkan secara keseluruhan jalan sudah mulai dapat dilewati kendaraan besar maupun kecil.

Sementara itu bangkai truk yang terguling di lokasi banjir masih belum dapat dievakuasi, begitu juga gulma air (enceng gondok) juga masih berserakan di media tengah belum dibersihkan pihak pengelola jalan tol.

Mengantisipasi kemungkinan banjir lagi, Rury mengatakan, saat ini telah mendatangkan karung-karung pasir melalui unit pemeliharaan jalan.

"Sifatnya hanya sementara saja, tetapi kalau terjadi banjir bandang seperti kemarin susah untuk dibendung dengan karung-karung seperti itu," ujar dia.

saat ini sebagian pengungsi korban banjir sudah ada yang kembali ke kediaman masing-masing karena air sudah mulai surut seperti di kilometer 57, ujar Rury.

"Tinggal koordinasi dengan PLN untuk menyalakan lagi listrik, mereka sudah dapat kembali untuk membersihkan rumah mereka," ujar dia.

Namun juga masih terdapat beberapa desa di sepanjang jalan tol yang tergenang banjir dengan ketinggian air antara 1 sampai 1,5 meter.