Ketua Umum APEI Bilang IHSG Masih Stabil - Pasca Pengumuman Ekonomi

NERACA

Jakarta- Komite Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Octavianus Budianto menilai, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pasca pengumuman ekonomi triwulan kedua 2017 masih relatif stabil.”Kondisi ekonomi nasional masih kondusif, itu yang menjaga fluktuasi IHSG tetap stabil," ujarnya yang juga Direktur Utama Kresna Sekuritas di Jakarta, Kamis (10/8).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan kedua 2017 tumbuh sebesar 5,01% (year on year). Dirinya juga menilai investor asing yang dalam beberapa hari terakhir ini cenderung mengambil posisi lepas saham, bukan karena hasil ekonomi nasional yang di luar ekspektasi. Hal itu lebih disebabkan strategi investasi.”Keluar atau masuknya dana asing merupakan hal biasa di pasar. Keluarnya asing dapat dijadikan kesempatan bagi investor lokal untuk melakukan akumulasi beli. Dengan begitu, komposisi kepemilikan lokal menjadi lebih baik, situasi itu akan bagus bagi industri pasar modal kita," katanya.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), kepemilikan saham investor lokal pada bulan Juli 2017 sebesar Rp1.642,24 triliun, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya Rp1.563,12 triliun. Sementara itu, kepemilikan investor asing pada bulan Juli 2017 sebesar Rp1.872,13 triliun, menurun dibandingkan bulan sebelumnya Rp1.882,60 triliun.

Sementara Direktur BEI, Samsul Hidayat mengatakan bahwa keluarnya investor asing dari pasar saham domestik cenderung karena aksi ambil untung setelah sejumlah saham-saham di dalam negeri mengalami peningkatan.”Kemungkinan karena faktor teknikal saja dengan ekonomi nasional yang masih terjaga fundamentalnya investor asing akan kembali menempatkan dananya di pasar modal," katanya.

Dia mengemukakan bahwa IHSG yang merupakan salah satu indikator kinerja pasar modal Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan di sepanjang tahun ini. Berdasarkan data BEI tercatat, sejak awal tahun hingga 8 Agustus 2017 IHSG membukukan pertumbuhan sebesar 9,96% ke posisi 5.824,01 poin.

BERITA TERKAIT

BI : Kredit Baru Masih Melambat

NERACA Jakarta - Bank Indonesia melalui survei perbankan melihat pertumbuhan kredit baru perbankan pada triwulan III 2017 masih melambat, terutama…

Proses Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya Harus Selaras

Fauzi Aziz, Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri Transformasi Indonesia memang tidak bisa lepas dari proses politik, proses ekonomi dan proses…

Commonwealth Siapkan Akses Permodalan Praktis - Berdayakan Ekonomi Perempuan

Masih dalam rangka meningkatkan literasi serta memberikan kemudahan akses jasa keuangan kepada 40 ribu perempuan pengusaha Indonesia, PT Bank Commonwealth…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…