Permata Hijau Masih Lokasi Properti Premium

Permata Hijau Masih Lokasi Properti Premium

NERACA

Jakarta - Permata Hijau - Simprug Jakarta Selatan masih menyandang sebagai lokasi produk properti premium terkait tingginya median harga tanah di kawasan ini, serta ditunjang dukungan fasilitas umum dan infrastruktur.

"Jakarta Selatan merupakan kawasan pemukiman yang terbentuk sejak lama selalu diikuti pertumbuhan fasilitas umum disekitarnya, sehingga membuat harga tanah tanah menjadi tinggi," kata Head of Property Management Jones Lang LaSalle Indonesia, Naomi Patadungan, dikutip dari Antara, Rabu (2/8).

Perkembangan kawasan hunian dengan aspek lingkungan yang asri dan membuat betah, serta dikenal sebagai lokasi hunian favorit petinggi negara, selebritis, para profesional maupun ekspatriat menjadi nilai tambah kawasan ini.

Naomi menambahkan koridor Permata Hijau-Simprug, tidak hanya tumbuh secara nominal, tapi juga fasilitas dan aksesnya. Koridor ini memiliki captive marketmenengah atas dengan komposisi ideal antara hunian, perkantoran, komersial."Karenanya, tidak heran jika kawasan Jakarta Selatan tetap mendominasi atau menjadi tolak ukur harga tanah dengan median tertinggi sekitar Rp45,8 juta/m periode 2015," kata dia.

Fasilitas pendukung dapat ditemui pada radius dua kilometer, seperti Gelora Bung Karno, Senayan City, Plaza Senayan, JCC dan Senayan City, Eton International Pre School, Binus Simprug (SD/SMP/SMA), Binus University (S1) dan Binus International University (S2)."Kawasannya, kian strategis dengan rampungnya akses layang koridor XIII (Tendean-Ciledug) untuk mengurai kemacetan yang umum terlihat sekitar Kebayoran," tambah dia.

Melalui halte dekat Carrefour Express Kebayoran, dipastikan meringkas perjalanan masyarakat Jakarta Selatan menuju pusat kota dan Bandara Soekarno Hatta. Pada beberapa halte sepanjang koridor XIII, terintegrasi dengan MRT, KRL dan Koridor 8 jurusan Lebak Bulus - Gajah Mada. Sedangkan pengembangan LRT Koridor I Kebayoran Lama - Kelapa Gading dan Koridor VII Kemayoran - Bandara Soekarno Hatta, dipacu untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018.

"Aspek ini kian mendukung koridor Permata Hijau-Simprug jadi kawasan hunian primadona. Untuk jangka panjang, capital gain dipastikan meningkat dan peluang harga sewa (passive income) sekitar 12-15 persen pertahun," ujar Naomi.

Tingginya aktivitas ekonomi dan harga tanah yang kian terbatas, tidak menyurutkan permintaan masyarakat untuk tinggal di kawasan ini.

Chief Executive Officer (CEO) Permata Hijau Suites, Hadi Kusuma mengatakan hunian sekitar Permata Hijau-Simprug berkembang mengikuti dinamikanya. Kondisi ini merupakan peluang bagi kami untuk mengembangkan apartemen premium di Kawasan Permata Hijau.

"Kebutuhan masyarakat perkotaan masih tinggi, mengingat lokasi Permata Hijau Suites relatif dekat CBD Sudirman dan kawasan Senayan. Juga, berdekatan dengan kantor media cetak maupun stasiun TV nasional. Sehingga, jadwal kerja dapat disesuaikan dengan waktu tempuh menuju lokasi media tersebut," kata Hadi.

Permata Hijau Suites merupakan hunian eksklusif tertinggi pertama, 36 lantai di koridor jalan utama. Dikembangkan konsorsium Pulau Intan Development dengan Terry Palmer Group dengan dua tower yaitu Ebony terdiri 320 unit dan Ivory 329 unit, bersertifikat strata title di atas tanah HGB."Dilengkapi lahan parkir podium dan basemen masing-masing terdiri dari 4 lantai," ujar dia.

Setiap lantai tower hanya dihuni 10 unit dengan varian kamar tidur berukuran semigross 40,86 m2 (1 kamar tidur), 60,29 m2 (2 kamar tidur), 91,69 m2 (3 kamar tidur). Juga, tersedia unit custom jika konsumen membeli dua atau lebih unit berdampingan.

Pulau Intan sendiri merupakan salah satu pengembang dan kontraktor rekam jejak yang baik, dapat dilihat dari banyaknya karya properti yang telah direalisasikan di Indonesia, khususnya Jakarta."Legalitas lahan dengan luas sekitar 9.000 meter persegi, terjamin karena merupakan land bank pabrik handuk Terry Palmer yang migrasi ke Tangerang," kata Hadi.

Sesuai dengan profil target pasar Permata Hijau Suites, generasi muda kelas A, maka setiap unit Permata Hijau Suites seluruhnya menggunakan lantai marmer," kata GM Marketing Permata Hijau Suites, Ivonne Suwandi. Melalui jendela dan balkon, penghuni dapat melihat gedung pencakar langit Sudirman, Gandaria City dan Gelora Bung Karno Senayan, Pakubuwono, Simprug, Kebon Jeruk, Central Park dan Taman Anggrek.

"Dalam waktu singkat, pengembangan projek primadona dibilangan Jakarta Selatan, Permata Hijau Suites, jadi perhatian pialang properti dengan harga kompetitif kisaran Rp1-2,5 Milyaran atau Rp24 jutaan permeter persegi," kata Ivonne.

Terkait pengelola unit properti dan upaya untuk mengoptimalkan hasil investasi atau capital gain dan yield dikisaran 12-15 persen per tahun, tambah Ivonne, kami bekerjasama dengan JLL Indonesia sebagai Manajemen Properti.

Permata Hijau Suites yang saat ini sedang tahap pondasi, meluncurkan program angsuran ringan Rp 8 jutaan/bulan."Salah satu keunggulan Permata Hijau Suites adalah serah terima unit, relatif lebih cepat dibandingkan proyek-proyek setara. Hanya sekitar 2 tahun dari sekarang sudah bisa serah terima mulai September 2019." kata Ivonne. Mohar

Related posts