BTN Komitmen Sukseskan Program Sejuta Rumah

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) tetap konsisten dan terus berkomitmen mensukseskan Program Sejuta Rumah dan optimistis mencapai target pembiayaan rumah subsidi meski sudah tidak termasuk ke dalam bank penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, perseroan hingga saat ini masih terus membiayai rumah subsidi. Namun skema yang diterapkan melalui Subsidi Selisih Bunga (SSB) bukan lagi pemberian FLPP. "Bagi BTN tidak ada imbasnya, malah kami bisa membiayai rumah subsidi lebih banyak lagi dan berlipat-lipat" katanya, dalam keterangannya, akhir pekan kemarin.

Menurut Maryono, hingga Juni 2017 pembiayaan perumahan yang disalurkan perseroan mencapai 370.217 unit rumah atau setara 55,58% dari target.

Dukungan tersebut terdiri atas penyaluran KPR untuk sekitar 106.218 unit rumah dan pemberian kredit kontruksi untuk pembangunan sekitar 263.999 unit rumah, dimana dari jumlah tersebut penyaluran untuk KPR subsidi sekitar 82.225 unit rumah. "Kami yakin dapat melaksanakan target penyaluran KPR Subsidi yang ditentukan oleh Kementerian PUPR tahun ini," ujarnya.

Adapun sejak Program Sejuta Rumah berjalan pada April 2015 hingga Juni 2017 perseroan telah menyalurkan kredit perumahan sekitar 1,44 juta unit dengan nilai total mencapai Rp156 triliun Khusus rumah subsidi, BTN telah menyalurkan KPR untuk 367.070 unit senilai Rp40,26 triliun, dan dalam bentuk kredit konstruksi untuk 561.046 unit dengan nilai Rp22,18 triliun.

Sementara untuk rumah non subsidi, Bank BTN telah merealisasikan KPR untuk 127.993 unit rumah dengan nilai Rp35,16 triliun dan kredit konstruksi untuk 383.747 unit dengan nilai Rp58,34 triliun.

Dengan dukungan pendanaan internal yang kokoh, Bank BTN menyediakan opsi skema pembiayaan murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) selain dengan skema KPR subsidi, yaitu KPR Mikro yang menggunakan pendanaan internal BTN. Skema ini memudahkan pekerja informal untuk memiliki atau merenovasi rumah dengan plafon kredit maksimal sebesar Rp75 juta.

Kredit bagi pekerja informal dengan penghasilan berkisar Rp 1,8 juta-Rp 2,8 juta ini, dikenai DP sebesar 1 persen dan skema angsuran yang bisa dibayar harian atau mingguan. Secara keseluruhan, penyaluran kredit Bank BTN hingga paruh pertama 2017 pun masih tumbuh sejalan dengan target yakni sekitar 19 persen secara tahunan ( year-on- year/yoy). Per Juni 2017, Bank BTN tercatat telah menyalurkan kredit sekitar Rp 177 triliun atau naik dari Rp 149,31 triliun dari bulan yang sama tahun lalu

Seperti diketahui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengeluarkan pernyataan anggaran untuk KPR FLPP turun dari semula Rp9,7 triliun menjadi Rp3,1 triliun, meski penurunan tersebut dikompensasi dengan kenaikan KPR SSB dari semula Rp312 miliar menjadi Rp615 miliar. Namun, Kementerian PUPR menyatakan Bank BTN tidak lagi berperan serta lagi dalam menyalurkan KPR FLPP di tahun 2017.

Related posts