Anggrek Terkecil Asal Mentawai

Sabtu, 14/01/2012

Neraca. Anggrek termasuk dalam suku anggrek-anggrekan, atau famili Orchidaceae. Dalam bahasa yunani, kata Orchid, berasal dari orchis yang berarti testicle atau buah zakar. Tak aneh bila jaman dahulu, anggrek identik dengan pria, baik warna, bentuk bahkan strukturnya.

Anggrek juga melambangkan kesuburan dan kejantanan, dahulu muncul anggapan jika mengkonsumsi anggrek muda, maka seseorang bisa memiliki anak laki-laki, dan jika mengkonsumsi anggrek tua akan melahirkan anak perempuan, tetapi dalam mitos ini tidak disebutkan arti konsumsi ini dimakan sebagai bahan makanan atau hanya dinikmati keindahan bunganya saja.

Anggrek termasuk keluarga besar dari kelompok tanaman berbunga atau berbiji tertutup (angiospermae), kelas tanaman berbiji tunggal (monocotyledone), ordo orchidaceae (anggrek anggrekan). Tanaman anggrek dapat tumbuh di dataran rendah, gurun kering, hutan rimba yang panas sampai dengan dataran tinggi, termasuk puncak gunung yang bersalju. Paling banyak spesies anggrek berasal dari daerah tropis karena disebabkan oleh agroklimat di daerah tropis itu sendiri sangat cocok untuk pertumbuhan anggrek.

Anggrek termasuk dalam keluarga tanaman bunga-bungaan yang memiliki lebih banyak jenisnya daripada keluarga tanaman bunga-bungaan lainnya. Para ahli tumbuh-tumbuhan berkeyakinan bahwa anggrek memiliki lebih dari 25.000 jenis yang tersebar di seluruh dunia. Tetapi karena kerusakan hutan, kita banyak kehilangan spesies yang belum dikenali dan tidak tahu dengan pasti berapa jumlahnya.

Anggrek Indonesia terkenal di seluruh dunia dengan kekayaan anggreknya yang memiliki lebih dari 4.000 jenis anggrek yang tersebar hampir di semua pulau. Kalimantan, Papua, Sumatera, Jawa termasuk pulau-pulau yang terkenal di dunia karena kekayaan anggreknya. Anggrek yang paling terkenal dari Indonesia adalah Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis), yang diangkat sebagai, Bunga Nasional, dan dijuluki, Puspa Pesona. Ada pula Anggrek Kantung (Paphiopedilum javanicum).

Pada akhir 2009, Lou Jost, peneliti amerika telah menemukan anggrek mini di Ekuador yang kemudian diklaim oleh media internasional sebagai anggrek terkecil didunia. Anggrek dari genus Platystele tersebut memiliki ukuran melintang 2-2,1 mm. Apabila ukuran 2 mm diklaim sebagai ukuran anggrek terkecil di dunia, maka sebenarnya Indonesia memiliki anggrek dengan ukuran yang lebih kecil.

Anggrek super mini dari jenis Oberonia asal Kepulauan Mentawai, Indonesia ini memiliki ukuran melintang 1,1-1,5 mm, memiliki bunga berwarna jingga terang dan dalam satu rangkaian perbungaan disusun atas ratusan kuntum bunga yang tersusun teratur dalam pola spiral.

Hingga tingkat spesies, identitas tanaman mungil ini belum diketahui, pasalnya ukuran mini cukup mempersulit dalam proses identifikasi, terlebih informasi genus Oberonia di kawasan Malesiana masih belum terdata dengan baik.

Dengan demikian dapat diklarifikasi bahwa untuk sementara, rekor anggrek terkecil di dunia yang dipegang oleh anggrek dari Ekuador telah dikalahkan oleh anggrek Oberonia sp dari kepulauan Mentawai. Meski hal ini perlu kajian ilmiah lebih menyeluruh terhadap seluruh spesies dari genus Oberonia. Namun paling tidak, kita dapat berbangga karena anggrek Indonesia telah menggeser posisi anggrek dari Ekuador yang sebelumnya diklaim sebagai anggrek paling kecil di dunia.