Honda-Hitachi Kerja Sama Produksi Motor Kendaraan Listrik

Hitachi Automotive Systems dan Honda Motor Co mengumumkan pembangunan perusahaan patungan (joint venture company) untuk mengembangkan, membuat dan menjual motor untuk kendaraan listrik di Hitachi Automotive Systems yang berlokasi di Hitachinaka-shi, Prefektur Ibaraki.

Seperti yang diumumkan pada 7 Februari 2017, kedua perusahaan telah berdiskusi berdasarkan Nota Kesepahaman yang ditandatangani pada 3 Februari, dan menandatangani perjanjian usaha patungan pada 24 Maret untuk membuat persiapan lebih nyata.

Perusahaan yang baru didirikan tersebut akan menerima hibah finansial dari Prefektur Ibaraki karena mendapat pengakuan sebagai proyek relevan yang "mempromosikan pembentukan fungsi kantor pusat perusahaan" di kawasan prefektur itu.

Pembangunan perusahaan itu merupakan respon atas naiknya permintaan global terhadap motor kendaraan listrik. Mereka mengklaim akan menghadirkan motor kompetitif yang menggabungkan keahlian dari Honda dan Hitachi, demikian sebagaimana dilansir laman Honda.com, yang disalin dari laman Antara.

Pada kesempatan lain, sebelumnya, diwartakan, Laporan terbaru International Energy Agency (IEA) mengungkapkan populasi mobil listrik di seluruh dunia telah melampaui angka dua juta unit, berkat catatan penjualan mobil listrik maupun mobil hibrida listrik mencapai lebih dari 750.000 unit pada 2016 lalu.

Dilansir laman Carscoops, Sabtu (10/6), angka capaian angka dua juta hanya berjarak sekira satu tahunan setelah populasi mobil listrik melampaui titik satu juta unit pada 2015 silam. Kalau dibandingkan dengan pasar otomotif secara keseluruhan di skala global tentunya angka tersebut belum seberapa, namun menunjukkan bahwa di beberapa pasar otomotif negara tertentu popularitasnya bertambah.

Menurut IEA, Norwegia menjadi negara dengan pangsa terbesar untuk kendaraan ramah lingkungan yakni sekira 37 persen dari populasi mobil anyar, diikuti Belanda 6,4 persen dan Swedia 3,4 persen.

Berikutnya angka kisaran 1,5 persen untuk mobil listrik terdapat di pasar otomotif China, Prancis dan Inggris, namun jika berdasarkan volumenya China tentu berada di angka tertinggi jumlah unit mobil listrik terjual.

Pertumbuhan positif mobil listrik dibarengi juga dengan signifikannya pertambahan sarana pengisian daya baik itu milik pribadi maupun untuk umum. Berdasarkan studi IEA tersebut, ketersediaan sarana pengisian daya yang bisa diakses oleh umum bertumbuh sebesar 72 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BERITA TERKAIT

YLKI: Penyederhanaan Listrik Bebani Konsumen

NERACA Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai rencana kebijakan Kementerian ESDM yang akan menyederhanakan sistem tarif listrik dengan…

Penggolongan Tarif Listrik Perlu Hati-hati

NERACA Jakarta – Kementerian ESDM menjelaskan rencana penyederhanaan golongan pelanggan listrik rumah tangga nonsubsidi, yang sampai saat ini masih dalam…

BUMI Taksir Produksi Tambang 95 Juta Ton

NERACA Jakarta – Membaiknya harga komoditas tambang di tahun depan, memacu perusahaan tambang untuk menargetkan kapasitas produksi lebih besar lagi…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Penjualan Sepeda Motor Terganggu Administered Price

  Kepala Divisi Hubungan Investor PT Astra International Tbk (Astra), Tira Ardianti, mengatakan gangguan daya beli masyarakat yang terjadi terutama…

Bakal Dirilis Bertahap, Mitsubishi Punya 11 Model Baru

Setelah bergabung dengan aliansi Renault-Nissan, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) tengah mempersiapkan langkah jangka menengah yaitu meluncurkan 11 model produk baru…

Suzuki GSX-R 150 Jadi Motor Terbaik FMY 2017

Suzuki GSX-R150 menyabet gelar sepeda motor terbaik dari Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot) setelah meraih poin tertinggi dalam proses penilaian…