Ketika Amandel Mulai Membandel

Neraca. Untuk mendeteksi apakah Anda terkena radang tenggorokan atau tidak, Anda dapat mengenalinya dengan tanda-tanda umum yang kasat mata dapat Anda cermati. Semisal dinding tenggorokan menebal atau bengkak, berwarna lebih merah, ada bintik-bintik putih dan terasa sakit bila menelan makanan.

Umumnya sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, dapat menyebabkan demam, ini juga dapat menjadi ciri dari meradangnya tenggorokan Anda. Tanda lainya adalah munculnya batuk dan pilek. Dimana batuk dan lendir (ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi. Alergi pun dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap). Untuk lebih jelas lagi, Anda dapat melakukan beberapa pengujian yang umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok pasien.

Kebanyakan radang tenggorokan disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan flu biasa. Dan halnya sakit flu biasa, virus radang tenggorokan menjadi sembuh dengan sendirinya dan merupakan sebuah masalah hanya karena membuat anak sengsara dan menyebabkan mereka tidak masuk sekolah.

Adalah bakteri streptococcus (kerongkongan) kurang sering tetapi lebih serius menyebabkan radang, streptokokus kerongkongan tidak umum pada anak dibawah usia dua tahun. Namun radang tenggorokan juga jarang disebabkan oleh infeksi yang tidak umum, seperti infeksi mononucleosis atau-pada negara dengan tingkat vaksinansi rendah-diphtheria.

Seperti amandel, juga bisa menjadi terinfeksi pada anak dengan radang tenggorokan. Seorang dokter bisa menggunakan istilah radang amandel terutama sekali ketika amandel membesar. Kadangkala, amandel tetap terinfeksi, meradang, atau membesar (radang amandel kronis) sesudah episode radang tenggorokan.

Bakteri radang tenggorokan, umumnya bisa menyebabkan peradangan yang berlangsung lama, infeksi, dan pembesaran amandel; nanah di dalam lipatan amandel; dan bisul pada jaringan di samping tekak, di belakang tekak atau di sekitar amandel. Beberapa komplikasi langka pada radang tenggorokan streptokokus termasuk rematik glomerulonephritis, atau infeksi pada jaringan dan aliran darah yang mengancam nyawa.

Kuman streptokokus akan menimbulkan gejala seperti; nyeri hebat saat menelan, terlihat bintik-bintik putih, muntah – muntah, bernanah pada kelenjar amandelnya, disertai pembesaran kelenjar amandel. Maka amati pula tonsil dan kelenjar leher membengkak, bagian belakang tenggorokan berwarana merah cerah dengan bercak-bercak putih, dan demam seringkali lebih tinggi dari 38 derajat celsius dan sering disertai rasa menggigil, terutama akan sakit waktu menelan.

Dan sebelum memberi pengobatan, sangat penting bagi para dokter untuk mencari penyebab radang tenggorokan guna menegakkan diagnosa yang benar dengan tujuan mencegah pemberian antibiotik yang tidak tepat bagi sebagian besar penderita radang tenggorokan karena dapat menimbulkan organisme yang resisten terhadap antibiotik.

kelak dokter akan memeriksa tenggorokan dan kelenjar getah bening di leher. Pendekatan lanjutannya adalah dengan tes usap tenggorok untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri. Usap tenggorokan perlu dilakukan jika ada dugaan diagnosis radang tenggorokan akibat bakteri streptokokus berdasarkan temuan klinis dan epidemiologis dan pasien belum mengkonsumsi antibiotik.

Related posts