Debindo Kembali Gelar Indobuildtech Expo - Didukung 16 Asosiasi Industri

NERACA

Tangerang-PT Debindo-ITE menggelar pameran material dan teknologi bangunan terbesar di Indonesia, Indobuildtech Expo Jakarta 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Serpong, Banten. Mendapat dukungan 16 asosiasi industri dan profesi serta layanan bisnis perbankan modern, CIMB Niaga, Indobuidtech merupakan sebuah platform bisnis dan marketplace bagi para pebisnis dan pelanggan aneka ragam building materials and finishing products yang pada gilirannya akan menumbuhkan dampak positif bagi pertumbuhan sektor konstruksi nasional.

Direktur Utama Debindo ITE, Effi Setiabudi dalam siaran persnya di Tangerang, kemarin menyatakan, sejak diadakan secara tahunan sejak 2003 lalu, Indobuildtech konsisten memamerkan produk building and finishing materials, sekaligus menjadi benchmarking dengan produk dari negara lain dari 20 negara peserta pameran."Indobuildtech 2017 menampilkan aneka ragam produk dengan terbosan inovasi dan teknologi terbaru sebagai solusi bagi pebisnis dan pengunjung umum untuk kebutuhan sektor konstruksi, properti dan infrastruktur. Pengunjung juga mendapatkan peluang business networking dan nilai tambah dari banyak kegiatan pendukung selama 5 hari pameran,”ujarnya.

Sejak tahun lalu, lanjut Effi, Indobuildtech juga turut menghadirkan pameran buidling and finishing materials terbesar bernama Indoconstech. "Dalam pameran ini, beragam alat operasional proyek konstruksi hingga aneka jenis kendaraan berat ikut dihadirkan," jelasnya.

Sementara Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Arlinda, menyatakan, dengan kontribusi ekspor sekitar 3% dari total ekspor, ekspor bahan bangunan mencapai US$ 2,29 miliar tahun lalu. Utamanya ke Australia, Singapura, Jepang dan Malaysia.”Sektor ini tumbuh 10,27% pada kuartal-I 2017 dengan nilai mencapai US$ 378 juta. Momentum pertumbuhan ini merupakan dampak dari menggeliatnya dan percepatan infrastruktur nasional. Ini perlu ditingkatkan misalnya dengan mengisi pasar properti sehingga berdanpak ke pemerataan ekonomi," kata Arlinda.

Pemerintah sendiri, lanjut dia, berencana menggelar trade expo pada Oktober mendatang dan menargetkan 15.000 peserta dari 125 negara. "Diharapkan akan ada transaksi hingga US$ 1,1 miliar dalam pameran tersebut," jelasnya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor konstruksi menempati posisi ketiga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia sepanjang 2016, dengan kontribusi 0,51% setelah sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan. Kontribusi sektor konstruksi bagi pembentukan produk domestik bruto (PDB) pun cukup signifikan, yakni 10,38% atau di urutan ke-4 setelah sektor industri, pertanian, dan perdagangan.

BERITA TERKAIT

Kemenperin Terus Pacu Industri Fesyen Muslim Nasional Jadi Kiblat Dunia

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih mengatakan industri busana muslim terus merangkak naik seiring…

Indonesia Siap Gelar Kompetisi Senam Artistik Internasional

Indonesia Siap Gelar Kompetisi Senam Artistik Internasional 15th Junior Artistic Gymnastics Asian Championships merupakan salah satu kalender kegiatan dari Asian…

Indonesia Siap Gelar Kompetisi Senam Artistik Internasional

Indonesia Siap Gelar Kompetisi Senam Artistik Internasional 15th Junior Artistic Gymnastics Asian Championships merupakan salah satu kalender kegiatan dari Asian…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…