Tunas Ridean Bagikan Dividen Rp 167,4 Miliar - Laba Bersih Tumbuh 90%

NERACA

Jakarta – Dampak positif mencatatkan pertumbuhan laba bersih, PT Tunas Ridean Tbk (TURI) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2016 dengan total Rp167,4 miliar, atau setara 30,3% dari total laba bersih perseroan tahun lalu yang sebesar Rp551,7 miliar.”Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang kami selenggarakan telah menyetujui untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2016. Kami jaga rasio pembayaran dividen di atas 30 persen," kata Direktur TURI, Kent Teo di Jakarta, Kamis (20/4).

Sehingga, dividen persaham tahun 2016 tersebut adalah Rp30 untuk setiap sahamnya. Perseroan pda 7 November 2016, perseroan telah membagikan dividen interim Rp 10 per saham. Sementara sisanya sebesar Rp111,6 miliar atau Rp20 per saham akan dibagikan dibayarkan sebagai dividen final pada bulan Mei 2017.

Selain itu, dalam rapat tersebut juga disetujui pengangkatan kembali dewan komisaris yang telah habis masa jabatannya, yaitu Komisaris Utama Anton Setiawan, Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, Komisaris Haslam Preeston, Komisaris Hong Anton Leoman, dan Komisaris Heng Carla Hendriek. Tercatat sepanjang tahun lalu, perusahaan penyedia solusi otomatif ini membukukan pendapatan sebesar Rp12,5 triliun, naik 23% dibanding tahun 2015. Laba bersih perseroan naik dari Rp291,1 miliar menjadi Rp551,7 miliar.

Sebagai informasi, di tahun lalu, laba bersih TURI membukukan kenaikan laba bersih sebanyak 90% menjadi Rp 552 miliar. Pada tahun 2015, perseroan mencatatkan laba sebanyak Rp 291 miliar. Disebutkan, laba yang dihasilkan perseroan ditunjang dari kenaikan pendapatan yang tercatat naik 23% menjadi Rp 12,5 triliun pada tahun 2016. Pada tahun 2015 pendapatan TURI sebesar Rp 10,15 triliun.

Direktur Utama TURI, Rico Setiawan pernah bilang, laba yang dicatat perseroan merupakan pencapaian terbaik. Peningkatan laba 90% tentunya didukung penguatan dari kontribusi bisnis otomotif, rental dan Mandiri Tunas Finance serta diimbangi oleh berkurangnya kontribusi dari bisnis motor.”Meski kondisi perekonomian diprediksi membaik, tetap untuk tahun 2017 akan menantang dengan peluncuran mobil baru lebih sedikit di tengah situasi yang kompetitif," ujarnya.

Menurut Rico pencapaian laba bersih ini paling besar ditopang oleh bisnis otomotif di mana bisnis ini labanya naik 162% atau Rp 362,6 miliar. Tentunya ini ditopang penjualan mobil yang naik 17% menjadi 50.990 unit, ini didukung oleh peluncuran mobil baru dan disertai dengan peningkatan marjin. Padahal pasar mobil hanya tumbuh 5%.

Sedangkan penjualan sepeda motor stabil di 206.343 unit. Hal ini capaian yang cukup bagus di tengah kondisi pasar sepeda motor nasional yang sedang mengalami penurunan besar yaitu 8% menjadi 5,9 juta. Hal ini ditopang oleh penjualan di daerah Sumatra."Untuk laba divisi rental Tunas naik 386% menjadi Rp 24,8 miliar. Hal ini disebabkan oleh peningkatan keuntungan atas penjualan mobil bekas sewa. Jumlah armada sedikit meningkat menjadi 7.730 unit," paparnya.

Related posts