Melongok Teknologi Masa Depan Kedokteran Gigi - IDEC Terbesar di Asia Tenggara

Sebagai negara terpadat ke-4 di dunia, peluang perkembangan industri kedokteran gigi di Indonesia sangat besar. Indonesia memiliki 31.664 dokter gigi, namun disamping ketersediaan tenaga mutu pelayanan kedokteran gigi Indonesia juga ditentukan oleh kualitas fasilitas kesehatan. Pertumbuhan tahunan industri kedokteran gigi diperkirakan yaitu sebesar 20% setiap tahunnya dari pasar kesehatan Indonesia secara keseluruhan. Hal ini membuat Indonesia muncul sebagai “pasar” untuk peluang perkembangan industri kedokteran gigi.

Kendati demikian, kemudahan akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gigi di Indonesia belum merata demikian juga kemudahan akses untuk mengembangkan profesionalisme Dokter Gigi dan Tenaga Kesehatan Gigi lainnya. Maka berangkat untuk memacu perkembangan industri dan teknologi kedokteran gigi Indonesia dan memajukan ilmu kedokteran gigi dan memberikan edukasi kepada masyarakat luas, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) akan menyelenggarakan kegiatan ilmiah dan pameran industri kesehatan gigi, Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) yang akan berlangsung pada 15 – 17 September 2017 di Assembly Hall dan Lower Lobby Jakarta Convention Center (JCC).

Sebagai penyelenggara dari IDEC 2017, Drg. Farichah Hanum, MKes selaku ketua umum Pengurus Besar (PB) PDGI dalam siaaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan bahwa IDEC merupakan forum untuk mengupdate perkembangan ilmu dan industri kedokteran gigi Indonesia yang bertujuan untuk menstimulasi perkembangan industri kesehatan terutama industri kesehatan gigi di Indonesia, “Sebagai sebuah momentum bagi industri dental Indonesia, IDEC diharapkan bisa menjadi wadah bagi pelaku industri kesehatan gigi untuk mendapatkan informasi lengkap tentang teknologi terbaru dan mendalami isu terkini tentang kesehatan gigi.“ tuturnya.

Teknologi Inovatif

Menurutnya, IDEC akan menjadi ajang untuk menampilkan teknologi inovatif, material dan jasa serta menyediakan platform yang cocok untuk bisnis dan perdagangan dalam industri gigi. Pameran industri kesehatan yang focus pada industri dental ini akan diintegrasikan dengan seminar dan hands-on untuk memberikan pengetahuan yang lebih dalam untuk para profesional kedokteran gigi. Diselenggarakan oleh PDGI bekerjasama dengan Traya Events selaku organizer dan Koelnmesse, IDEC direncanakan akan menjadi pameran tetap 2 tahunan (biennale) dalam kalender event dental di Indonesia.

Sementara Bambang Setiawan, Presiden Direktur Traya Events mengungkapkan optimismenya terhadap penyelenggaraan pameran dan seminar industri kesehatan gigi berstandar internasional pertama di Indonesia ini. “Pasar industri dental di Indonesia akan mendapat kesempatan untuk bertemu dengan jaringan industri dental internasional lewat IDEC, event ini diharapkan akan dapat memberikan sebuah sarana pemasaran dan edukasi yang efektif, bagi para peserta dan pelaku industri kesehatan gigi Indonesia serta internasional” jelasnya.

Sepanjang pelaksanaannya, kata Bambang, IDEC membuka kesempatan untuk bertemu dengan 200 produsen internasional dan lokal, distributor dan pedagang; dan lebih dari 5.000 profesional gigi, importir, distributor dan pedagang dari sektor kedokteran gigi. “Dengan tiga hari pameran akan memperkuat posisinya sebagai salah satu platform pilihan untuk perusahaan yang ingin meluncurkan peralatan gigi baru, menghasilkan lead bisnis baru, serta untuk meningkatkan kesadaran merek dan terbuka untuk peluang investasi,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Pariwisata Digadang-gadang Bakal jadi Penyumbang Terbesar Devisa

    NERACA   Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada…

Australia Pemasok Barang Impor Terbesar ke Banten

Australia Pemasok Barang Impor Terbesar ke Banten NERACA Serang - Negara Australia merupakan pemasok barang impor nonmigas terbesar ke Provinsi…

Analis Bilang Koleksi Saham Sektor Konsumer - Daya Beli Masih Positif di Tahun Depan

NERACA Jakarta - Pelemahanan daya beli masyarakat hingga paruh pertama tahun ini yang di luar perkiraan banyak pihak, perlahan menunjukkan…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Menkes Ingatkan Apotek dan Apoteker Hanya Jual Obat dengan Resep Dokter

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengingatkan apoteker hanya menjual obat dengan resep dokter guna mencegah penyebaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat.…

Anak Sekolah Paling Rentan Terkena DBD

Anak-anak sekolah menjadi kelompok yang paling rentan terkena penyakit demam berdarah dengue."Anak-anak dari pagi dan siang duduk dalam ruang kelas…

Kemenkes Jadikan Kulon Progo Lokasi Demonstrasi Vaksinasi HPV

Kementerian Kesehatan menjadikan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), melaksanakan program demonstrasi vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV), pemicu kanker…