Di Balik Krisis Libya, IHSG Berpeluang Melanjutkan Penguatan

NERACA

Jakarta - Melemahnya saham-saham bursa regional yang dipicu oleh konflik yang terjadi di Libya berimbas negatif pada indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang Rabu dibuka melemah. IHSG Bursa Efek Indoneisia (BEI) dibuka melemah 10,96 poin atau 0,32% ke posisi 3.440,14 poin dan kelompok 45 saham-saham unggulan (LQ45) juga melemah 2,47 poin (0,47%) ke level 607,41 poin.

Analis Riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, krisis geopolitik yang terjadi di Libya dan Timur Tengah akhir-akhir ini menjadi sentimen negatif bagi pergerakan bursa regional sejak kemarin."Konflik yang terjadi memicu investor melepas aset-aset yang berisiko tinggi," katanya di Jakarta, Rabu (23/2).

Menurutnya, krisis yang terjadi di Libya dan Timur Tengah menjadi alasan investor untuk mengambil posisi jual saham-saham unggulan di bursa lokal. Pelepasan saham terus berlanjut karena faktor kondisi global dan bukan hanya sentimen negatif dalam negeri.

Kata Purwoko, situasi politik di Timteng dan Libya tidak sekadar membawa investor pada situasi dilematis, namun juga akan berdampak negatif pada suplay minyak.Alhasil dari krisis politik di Libya telah mengerek harga minyak naik tajam dan menyebabkan sejumlah emiten terkena dampak negatifnya.

Sejak pukul 09.45 WIB kemarin, indeks BEI masih berada dalam posisi tertekan tipis 3,65 poin (0,11%) di level 3.447,45.Sementara itu, bursa regional Hang Seng melemah 76,26 poin (0,33%) ke level 22.914,55, Indeks Nikkei-225 turun 20,90 poin (0,20%) ke level 10.643,80, dan Indeks Straits Times melemah 28,54 poin (0,95%) ke level 2.990,58.

Sementara pada penutupan perdagangan sesi I Rabu (23/2), IHSG naik 33,082 poin (0,95%) ke level 3.484,182. Sementara Indeks LQ 45 menguat 7,587 poin (1.24%) ke level 617,806. Penguatan ini di dorong Investor lokal memanfaatkan aksi jual yang dilakukan penanam modal asing untuk mengoleksi saham yang sudah murah. Indeks sempat mendaki ke posisi tertingginya di level 3.435,188.

Seluruh sektor industri di BEI yang kemarin melemah mulai balik arah ke zona hijau. Penguatan tertinggi dicetak oleh sektor pertambangan yang naik 1,80% Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 53.849 kali pada volume 1,813 miliar lembar saham senilai Rp 2,281 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 63 saham turun, 84 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajarantop gainersdiantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.600 ke Rp 48.200, Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 15.750, Bukti Asam (PTBA) naik Rp 500 ke Rp 20.100, dan Plaza Indoensia (PLIN) naik Rp 350 ke Rp 1.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losersantara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 1.250 ke Rp 9.750, Multi Prima (LPIN) turun RP 125 ke Rp 2.250, Indo Rama (INDR) turun Rp 100 ke Rp 1.650, dan Bayan (BYAN) turun Rp 50 ke Rp 17.950.

Kemudian menutup perdagangan Rabu, indeks berhasil mempertahankan penguatannya. Dimana IHSG tercatat menguat 23,023 poin (0,66%) ke level 3.474,123. Sementara Indeks LQ 45 naik 5,921 poin (0,97%) ke level 616,140.

Penguatan indeks diakhir penutupan pasar, membuat bursa Indonesia menjadi bursa yang menguat paling tinggi di Asia. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) sebesar Rp 253,048 miliar di seluruh pasar. Meski demikian, penyerapan saham oleh investor lokal membuat IHSG perkasa di jalur positif.

Melihat besarnya penguatan indeks disaat penutupan pasar kemarin, maka diproyeksikan pada pembukaan perdagangan Kamis (24/2) hari ini, indeks berpeluang berkonsolidasi di kisaran 3,410-3,510 dengan PGAS dan MEDC sebagai saham pilihan.

Sebelumnya, perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 96.375 kali pada volume 3,122 miliar lembar saham senilai Rp 4,085 triliun. Sebanyak 132 saham naik, 69 saham turun, 104 saham stagnan.

Sedangkan bursa-bursa di regional masih belum mampu ungguli IHSG dan terjebak di zona merah. Bursa China yang sebelumnya menguat cukup tinggi kemarin ditutup naik tipis.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajarantop gainersdiantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.000 ke Rp 48.600, Bukti Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 20.200, Unilever (UNVR) naik Rp 450 ke Rp 15.700, dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 250 ke Rp 51.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategoritop losersantara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 1.200 ke Rp 9.800, Inovisi (INVS) turun Rp 1.150 ke Rp 5.250, Waran Inovisi (INVS-W) turun Rp 500 ke Rp 5.400, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 22.900. (bani)

Related posts