Kawasan Properti Terpadu Ancol

Sejarah awalnya Ancol, bermula dari rencana pembangunan lahan di pinggir pantai untuk sarana properti. Ada tiga kegunaan pembagian lahan Ancol (sekitar 500-an hektar), untuk properti perumahan, industri/pergudangan dan wisata. Kesemuanya merupakan rencana masterplan dari salah seorang pendirinya, yaitu Ir. Ciputra.

“Untuk fasilitas rekreasi sendiri di alokasikan lahan seluas sekitar 150-an hektar. Sisa lahan dipergunakan untuk perumahan dan industri/pergudangan, “ papar Sandy Rudiana, GM Property Planning & Development PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk.

Tren sekarang, banyak perumahan yang mempunyai konsep mempunyai fasilitas lebih lengkap akan mempunyai nilai jual lebih tinggi. Tujuan utamanya adalah menaikkan nilai lahan. Hal itu sudah dilakukan oleh Ancol sejak tahun 1970-an lalu. Selain membangun lokasi perumahan dan pergudangan, saat yang bersamaan dibangun pula kawasan rekreasi. Perkembangan selanjutnya, rekreasi malah melesat maju cepat terlihat meninggalkan kedua kegunaan lahan lainnya. Untuk itu, sejak tahun 1997-an pihak manajemen Ancol menggenjot divisi propertinya.

“Untuk properti sendiri, segmen yang disasar oleh Ancol adalah kelas atas. Orang-orang yang tinggal di perumahan di Ancol adalah para owner company. Oleh karena itu, strategi pemasaran yang kami pakai lebih kepada pendekatan pribadi. Ini dilakukan karena harga tanah di pinggir pantai sangat tinggi. Harga per meter bisa mencapai kisaran Rp. 10 juta/meter persegi. Hal ini dikarenakan berbagai hal, misalkan akses ke bandara dan pelabuhan laut. Sehubungan banyak penghuni yang tinggal di sini berbisnis ekspor-impor, ” lanjut Sandy.

Untuk meningkatkan profitnya, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJA) akan menjadikan pengembangan jaringan usaha dan kerja sama dengan pihak ketiga sebagai prioritas strategi pengembangan usaha pariwisata pada 2011 ini. Disamping itu, melalui program intensifikasi usaha, perusahaan juga akan memfokuskan pada pemberdayaan pantai dan pengembangan produk serta lifestyle baru.

Masih besarnya kontribusi segmen pariwisata bagi pendapatan usaha perseroan, membuat PJA memprioritaskan pengembangan usaha di segmen ini pada 2011. Namun begitu, Ancol juga tetap akan menggenjot peningkatan pendapatan dari segmen properti dan rekreasi. PJA pada 2010 lalu kembali berhasil mencatat laba bersih positif sebesar Rp141,7 miliar dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp137,3 miliar. Perolehan laba bersih sebesar itu didukung oleh kinerja perseroan yang sepanjang 2010 berhasil membukukan total penjualan sebesar Rp921,9 miliar, dari tahun 2009 yang mencapai Rp898,31 miliar.

Peningkatan pendapatan tersebut didukung kedatangan jumlah pengunjung selama 2010 yang mencapai 14.333.140 yang sekaligus menjadikan pendapatan dari penjualan tiket pintu gerbang dan wahana wisata menjadi penggerak utama bagi peningkatan pendapatan di segmen rekreasi.

Manajemen telah berhasil melakukan tranformasi unit Usaha Padang Golf Ancol (PGA) dari lapangan golf 18-hole berkualitas internasional menjadi Ecopark, sebuah kawasan hijau yang bersifat Edutainment (Educational Entertainment) dan sukses menjadi pusat hiburan baru di Ancol yang terdiri dari Fantastique Multi Media show, Multi Purpose/Exibition Hall dan berbagai kegiatan edukasi dan olahraga, juga trendsetter dalam pengelolaan kawasan hijau, bisnis, seni, dan kuliner secara simultan.

Dijelaskan, intensifikasi usaha rekreasi yang akan dilakukan perseroan pada 2011 adalah melalui inovasi Ecopark, Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudra, dan Taman Pantai yang berupa Inner Transportasi, Promenade, Indoor Theme Park, Kalila Adventure, Underwater Show dan Multi Purpose Hall di Putri Duyung. Selain itu, perseroan juga telah menyusun rencana bisnis (masterplan) yang akan menciptakan ancol sebagai pusat bisnis, hiburan,dan hunian baru di Jakarta.

Sedangkan di segmen properti yang selama 2010 lalu berhasil meriah pendapatan sebesar Rp 241,8 miliar. Pada 2011 akan fokus kepada pengembangan lahan melalui reklamasi dan akuisisi lahan di luar Ancol. Upaya lainnya adalah mengembangkan beberapa proyek properti seperti, apartemen The Coastal dan pembangunan Pademangan Center. Pada 2011 ini bisnis properti diharapkan makin meningkat seiring dimulainya pengembangan apartamen The Coastal, serta Pademangan Center. Pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, tingkat inflasi dan suku bunga yang rendah merupakan modal yang baik bagi perseroan yang tengah memperbaiki kinerjanya untuk melaju lebih cepat lagi.

Pada 2011, PJA ini juga akan melakukan pengembangan usaha baru dengan berbasis kepada bisnis infrastruktur dan utilitas. Selain melalui pengoperasian Ancol New Water yang merupakan aplikasi Sea Water Reverse Osmosis (teknologi penyulingan air laut menjadi air tawar sebagai bahan baku air bersih) dan pembangunannya akan selesai pada tahun ini, PJA juga akan melakukan investasi dalam pembangunan jalan tol Akses Tol Priok (ATP) dan pembangunan unit rekreasi terbaru Ecopark, dengan kegiatan Eco Wisata berbasis green lifestyle dan konten Eco Energy, Eco Art, Eco Nature dan Eco Care serta berbagai fasilitas.

Related posts