Diyakini Cadev 2012 Capai USD175 M

NERACA

Jakarta--- Cadangan devisa (cadev) diyakini takkan menurun terus. Meski sempat menyentuh USD111,3 miliar. Namun jelang 2012 diprediksi akan menguat dan bisa mencapai USD175 miliar. "Cadangan devisa 2012 bisa mencapai USD175 miliar seiring dengan beberapa kebijakan," kata Chief Ekonomi Bank BNI Ryan Kiryanto kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/12)

Lebih jauh kata Ryan, trend kenaikan cadev ini didorong dengan diterapkannya aturan Bank Indonesia (BI) mengenai kewajiban menyimpan valuta asing (valas) di bank dalam negeri.

Meski tidak ada kewajiban menyimpan devisa tersebut, tetapi BI yakin langkah ini dapat membuat likuiditas dolar Amerika Serikat (AS) di dalam negeri bertambah. "Arus modal asing (Foreign Direct Investment) juga akan menyusul (masuk) diraihnya peringkat investment grade BBB-," tambah Ryan lagi.

Sebelumnya, Gubernur BI Darmin Nasution sempat menjelaskan cadev Indonesia sampai 2012 tetap aman dalam menghadapi perlambatan ekonomi dunia dan setara dengan sekira tujuh bulan ekspor-impor. "Impor kita tahun depan pasti akan naik, tetapi masih aman untuk sekira tujuh bulanan (ekspor impor),” terangnya.

Yang jelas, kata Darmin, kebutuhan cadev ini bukan hanya untuk membiayai impor saja. Namun juga untuk pembayaran utang. “(Cadev) bukan hanya untuk biayai impor saja, tetapi juga kebutuhan pemerintah seperti bayar impor dan utang pemerintah," ujarnya

Meski tidak mengingat angka pasti neraca pembayaran Indonesia, Darmin menyebut balance of payment (BOP) Indonesia sampai saat ini masih dalam keadaan surplus, demikian pula tahun depan. "Saya enggak hapal angkanya, sekitar USD12-20 miliar (surplus) mungkin ya, kalau enggak salah," lanjut dia

Sebelumnya, Menteri Perdagangan yang sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan menyatakan dengan diraihnya investment grade FDI akan masuk ke Indonesia minimal satu persen dari PDB atau sekira USD9 miliar.

Ditempat terpisah, Menteri keuangan Agus DW Martowardojo optimistis target cadangan devisa akan tercapai, meski Bank Indonesia) mencatatkan cadangan devisa pada akhir Oktober 2011 sebesar USD114 miliar, atau turun dibanding posisi per September sebesar USD114,5 miliar. "Walaupun itu domain BI, akhir tahun kita optimistis cadangan devisa akan mencapai USD120 miliar," katanya

Nilai cadangan devisa ini, setara dengan 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski begitu, BI memperkirakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV-2011 akan mengalami surplus yang cukup besar, setelah mengalami defisit pada triwulan sebelumnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, penurunan cadangan devisa pada Oktober ini dinilai wajar karena adanya krisis global. "Kita punya cadangan beragam tapi dominasi dolar Amerika Serikat (AS). Kalau seandainya ada kondisi global yang bergejolak maka itu wajar dan akan kita review dan jadi perhatian kita. Jadi, meski cadangan devisa kita di Oktober turun itu hal yang wajar," jelasnya. **cahyo

Related posts