Angkasa Pura I Siapkan Obligasi Rp 5,5 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Angkasa Pura I (Persero) akan menerbitkan obligasi senilai Rp5,5 triliun pada tahun ini. Rencananya dana penerbitan obligasi untuk mendanai pembangunan tiga bandara, jika pembebasan lahan sudah selesai, maka kami harus terbitkan obligasi,”Dana hasil penerbitan surat utang tersebut salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan investasi perseroan sepanjang tahun ini yang mencapai Rp8 triliun. Adapun penggunaan dananya diantaranya untuk pembebasan lahan serta konstruksi tiga bandara. Kami sudah mulai bangun tiga bandara yakni di Kulonprogo, Semarang pengembangan bandara Ahmad Yani, serta Banjarmasin pengembangan bandara Syamsuddin Noor," kata Direktur Utama Angkasa Pura I, Danang Setyo Baskoro di Jakarta, kemarin.

Dirinya memperkirakan, kebutuhan investasi tiga bandara tersebut mencapai Rp29 triliun. Bandara Kulonprogo diproyeksikann beroperasi pada 2019, sedangkan dua bandara lainnya pada 2018. Seperti diketahui, Bandara Kulonprogo akan berkapasitas 15 juta penumpang per tahun dengan landas pacu sepanjang 3.600 meter. Adapun, pergerakan pesawat di bandara tersebut bakal mencapai 300 penerbangan per hari. Bandara ini dapat menampung 28 pesawat berbadan lebar atau widebody jenis B777.

Sementara terminal Bandara Ahmad Yani diperluas dari 6.708 meter persegi menjadi 40.900 meter persegi. Sementara luas apron menjadi 61.344 meter persegi dari sebelumnya 29.032 meter persegi. Selanjutnya, fasilitas Syamsudin Noor yang akan dikembangkan, meliputi terminal penumpang dan parkir pesawat (apron). Luas terminal penumpang akan dikembangkan menjadi 91.300 m2, naik 10 kali lipat dari luas terminal sebelumnya 9.043 m2. Daya tampung terminal juga meningkat dari 900.000 penumpang per tahun menjadi 10 juta penumpang per tahun.

Asal tahu saja, Angkasa Pura I berencana melepas dua anak usahanya di pasar modal pada tahun 2018 mendatang. Technical Director Angkasa Pura I, Polana B. Pramesti pernah bilang, anak usaha yang ingin ditawarkan sahamnya ke publik yaitu Angkasa Pura Logistic dan Angkasa Pura Support. Aset keduanya masing-masing saat ini sekitar Rp 150 miliar. “Kami berharapnya anak usaha segera IPO mudah-mudahan tahun 2018. Paling tidak satu hingga dua anak usaha. Kira-kira yang paling siap adalah AP Logistik dan AP Support,"ujarnya.

Polana mengatakan, dana yang akan dihimpun nantinya akan digunakan untuk kegiatan bisnis kedua anak usaha tersebut. Sementar Marketing & Business Director Angkasa Pura I, Moch. Asrori menyebut bahwa kedua anak perusahaan AP I tersebut telah cukup kuat.

Dirinya mengatakan, baik untuk AP Logistic dan AP Support memiliki market yang luas. Tak hanya itu, pengalaman keduanya juga sudah cukup besar dalam masing-masing bisnisnya. “Untuk AP support ini kan kita sediakan alat-alat pendukung seperti xray, alat-alat metal detector, mobil kendaraan pemadam kebakaran. Marketnya bukan hanya AP 1 tapi AP 2, seluruh bandara juga perlu. Kemampuan high risk cleaning service kami untuk gedung-gedung airport juga sudah cukup besar," jelasnya.

Sementara untuk AP Logistic, Asrori berharap jangkauan bisnisnya nanti akan meluas sampai ke Papua. Saat ini kargo milik AP Logistic kapasitasnya paling tinggi di Surabaya, yakni sekitar 100 ribu ton per hari.

BERITA TERKAIT

Keppel Land Garap Proyek Properti Rp 1 Triliun - Gandeng Metropolitan Land

NERACA Jakarta - Keyakinan pasar properti di Indonesia masih tetap positif, Keppel Land Limited (Keppel Land) kembali menggarap pasar Indonesia…

Dana Kelola Pinnacle Investment Rp 2,3 Triliun

Per September 2017, Pinnacle Investment diperkirakan telah meraup dana kelolaan reksadana mencapai Rp 2,3 triliun. Dana kelolaan perusahaan manajer investasi…

MLJ Tawarkan Kupon Bunga Hingga 9% - Rilis Project Bond Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Dana pengembangan bisnis dan termasuk pelunasan investasi kredit, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melalui anak perusahaan,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…