Kekuatan Semen Indonesia di Kapasitas Produksi

Rabu, 11/01/2017
Kekuatan Semen Indonesia di Kapasitas Produksi

NERACA

Jakarta –Direktur Utama PT. Semen Indonesia Rizkan Chandra mengatakan, kekuatan Holding Semen Indonesia Group saat ini adalah dari sisi kapasitas produksi. “Di tengah kondisi perekonomian yang sulit dan persaingan yang semakin ketat, Semen Indonesia masih bisa menciptakan rekor baru di bidang produksi,” ujarnya, sebagaimana disalin dari siaran pers Kementerian Perindustrian, kemarin.

Tahun 2016, Rizkan menyebutkan, Pabrik Tuban mampu memproduksi sebanyak 1.381.907 ton atau naik dua persen melampaui jumlah produksi tahun 2015 sebesar 1.355.795 ton. "Kami berharap di tahun-tahun mendatang, pabrik-pabrik SMIG dapat ikut menorehkan prestasi produksinya," harapnya.

Menurut Rizkan, peningkatan produksi ini didukung adanya pabrik yang terintegrasi sehingga mampu menciptakan peluang biaya distribusi yang lebih terjangkau dan jaminan ketersediaan produk di pasar. “Selain itu, juga didukung distribusi terintegrasi yang luas dengan 11 pelabuhan, 25 packing plant, dan ratusan distributor se Asia Tenggara,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Rizkan mengajak semua karyawan Semen Indonesia grup agar merubah pola pemasaran dan penjualan dalam menghadapi kondisi persaingan yang semakin ketat saat ini. "Saat ini kita harus merubah pola customer oriented company. Kita harus menjadi perusahaan yang berorientasi melayani. Bukan dilayani," tegasnya.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada 2016 telah membukukan laba bersih Rp4,01 triliun, atau turun dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4,52 triliun, akibat ketatnya persaingan industri semen dan kondisi perekonomian nasional.

"Pertumbuhan semen nasional tahun ini minus tiga persen akibat hadirnya pemain baru di industri semen, dan diperkirakan pertumbuhan nasional semen sampai dengan Desember minus 1,1 persen. Namun demikian, market share SMIG masih dapat bertahan di 41,6 persen," kata dia.

Menurutnya, tanggal 7 Januari adalah hari yang bersejarah. Menjadi catatan sejarah sebagai tanggal berdirinya Holding PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. yang dibentuk sebagai upaya memperkuat kinerja perusahaan yang lebih baik dan berkelanjutan agar mampu memenangkan persaingan industri semen yang semakin kompetitif.

PT. Semen Indonesia didirikan tahun 1957 dengan kapasitas awal 250.000 ton per tahun. Namun, saat ini produksi bisa mencapai kapasitas 37,8 juta ton dengan tambahan beroperasinya Pabrik Indarung dan Pabrik Rembang. Lompatan luar biasa ini menjadikan PT. Semen Indonesia sebagai produsen semen terbesar di Asia Tenggara.

Pada kesempatan sebelumnya, diwartakan, bahwa peningkatan kapasitas produksi industri semen secara nasional turut memacu laju pertumbuhan industri semen nasional karena dinilai dapat mendongkrak ekspor.

“Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, kapasitas produksi semen yang besar saat ini, juga berpotensi untuk memperluas pasar ekspor,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Kebutuhan semen di pasar domestik saat ini mencapai 60 juta ton per tahun dengan kapasitas industri terpasang 90 juta ton per tahun, di mana kapasitas produksi tersebut melebihi Jepang yang memiliki kapasitas 60 juta ton per tahun.

Menurut Airlangga, upaya industri dalam peningkatan kapasitas melalui pembangunan pabrik, merupakan salah satu wujud nyata untuk memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Untuk itu, kami memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk yang baru meresmikan pabriknya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Christian Kartawijaya mengatakan, pabrik ke-14 yang diresmikan merupakan pabrik semen Tiga Roda baru dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 4,4 juta ton semen per tahun dengan nilai investasi Rp5,7 triliun.

“Pembangunan pabrik ini menjadikan total kapasitas produksi PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk menjadi sebanyak 24,9 juta ton per tahun. Hal ini tentunya akan menambah kapasitas produksi semen nasional yang diharapkan mendukung kebutuhan dan pasok semen secara signifikan,” paparnya.

Christian menambahkan, pabrik ke-14 yang dibangunnya menggunakan teknologi terbaru yang memiliki efisiensi energi tertinggi dan dilengkapi dengan alat penangkap debu dengan efisiensi terbaik. “Oleh karena itu, kami memperoleh berbagai penghargaan seperti Proper Emas, Penghargaan Industri Hijau dan Certified Emission Reduction (CER) dalam kerangka Clean Development Mechanism (CDM),” sebutnya.

Konsumsi semen di Tanah Air diprediksi akan meningkat hingga 84,96 juta ton pada 2017 karena adanya pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilaksanakan oleh pemerintah, kata Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono.

Topik Terkait

Bukan cer