Bahana Taksir IHSG Tahun Ini Tumbuh 13% - Pertumbuhan Ekonomi 5,3%

NERACA

Jakarta - PT Bahana Securities memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menuju level 6.000 poin pada 2017 atau meningkat sekitar 13% dibanding harga penutupan tahun lalu sebesar 5.296 poin.”Dengan berbagai optimisme dalam perekonomian versi Bahana Securities, IHSG bakal melesat hingga 6.000 pada tahun ini," kata Kepala Riset dan Strategi Bahana Securities, Harry Su dalam risetnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya menuturkan, Bahana memperkirakan ekonomi 2017 bakal tumbuh 5,3%, lebih tinggi dari target pemerintah yang hanya mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1%. Pertumbuhan sebesar itu, menurutnya, dengan asumsi Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin, sehingga daya beli masyarakat akan tetap terjaga kuat.

Dia menambahkan bahwa belanja pemerintah diperkirakan juga menjadi katalis bagi perekonomian nasional, setelah pemerintah sukses dengan program amnesti pajak serta membaiknya harga komoditas di pasar global yang dapat memberi dampak positif bagi ekspor Indonesia. Meski ada tekanan dari rencana kenaikan tarif listrik, ia mengatakan, namun inflasi masih akan terjaga di bawah level 4% sepanjang 2017, sedangkan selisih suku bunga obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun dengan suku bunga US t-bills diperkirakan masih akan stabil sekitar 550 basis poin, meski The Fed akan menaikkan suku bunga pada tahun ini, sehingga Bank Indonesia masih punya ruang untuk memotong suku bunga selama dinamika inflasi dan stabilitas keuangan masih bisa tetap terjaga.

Oleh karena itu, Bahana memperkirakan rata-rata inflasi sepanjang 2017 akan berada pada kisaran 3,7% sudah dengan asumsi adanya kenaikan tarif listrik. Pemulihan ekonomi, lanjut dia, pada akhirnya memberi dampak pada peningkatan barang import dan berujung pada kenaikan defisit transaksi berjalan yang diperkirakan mencapai 2,3% dari pertumbuhan ekonomi, dibanding perkiraan tahun lalu sekitar 2%.

Harry Su juga menyampaikan bahwa dalam "roadshow" yang dilakukan Bahana ke Eropa pada pertengahan Desember lalu, investor memberi penilaian negatif terhadap situasi politik Indonesia, penyelesaian kasus hukum yang menjerat Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor dalam merencanakan investasi mereka di Indonesia.”Pemilihan Gubernur DKI Jakarta akan menjadi gambaran atas apa yang dapat terjadi pada pemilihan presiden pada 2019 mendatang," katanya.

Bila Indonesia mampu mengatasi kegaduhan politik, lanjut Harry Su, Bahana meyakini pondasi pemerintah untuk melaju dengan pesat dan menarik investasi akan semakin kuat. Dengan bauran antara optimisme dan kegaduhan politik yang membayangi Indonesia sepanjang tahun ini, Bahana merekomendasikan beli untuk saham Astra Internasional (ASII) dengan target harga Rp10.000, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dengan target harga Rp5.000, Wijaya Karya (WIKA) dengan target harga Rp3.267, dan Ciputra Development (CTRA) dengan target harga Rp1.800.

BERITA TERKAIT

Shutdown di Amerika Tidak Goyahkan Rekor IHSG - Pasar Modal Masih Tahan Banting

NERACA Jakarta – Sentimen global memberikan sentimen besar terhadap industri pasar modal di tanah air, lantaran kebanyakan investor tidak hanya…

Tavisamira Janjikan Tiga Tahun Uang Kembali - Investasi Properti di Bali

NERACA Serpong-  PT Anugerah Kasih Satu (AKS), salah satu anak usaha PT Anugerah Kasih Investama (AKI) Group yang sedang mengembangkan…

50 TAHUN CITI MENGABDI

Chief Executive Officer Citi Indonesia Batara Sianturi (kanan depan) bersama Country Head of Corporate Affairs Elvera N Makki (kanan belakang),…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kinerja Reksa Dana Saham Tumbuh Signifikan

Tiga pekan di awal tahun 2018 atau hingga 19 Januari kemarin, perusahaan jasa penyedia informasi dan riset PT Infovesta Utama…

Moody’s Sematkan Peringkat B1 Soechi Lines

Lembaga peringkat internasional, Moody's Investors Service menegaskan peringkat korporasi B1 untuk PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Prospek rating ini stabil.…

Arwana Bidik Kapasitas Produksi Tumbuh 10%

Seiring dengan terus bertumbuhnya industri properti dalam negeri, maka permintaan pasar kemarik juga bakal terkerek naik. Oleh karena itu, melihat…