Mandiri Bidik Remitansi Dari China

NERACA

Jakarta--- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melakukan ekspansi bisnisnya ke negeri tirai bambu. Yakni membuka cabang di Shanghai, China. Langkah ekspansi dilakukan semata-mata demi meningkatkan perolehan fee based income dan mengedepankan layanan wholesale banking dengan transaksi keuangan. “Pertumbuhan fee kan 30% untuk seluruhnya. Ke depan lebih besar bisa naik di atas 30%,” kata Direktur Treasury, Financial Institutions and Special Asset Management Bank Mandiri Royke Tumilaar kepada wartawan di Jakarta,1/12.

Diakui Royke, potensi di Shanghai dinilai sangat besar dari semua sisi, baik lending, remittance (pengiriman uang), dan trade finance. "Fee itu juga kita harap berasal dari China," tegasnya

Walaupun demikian, dia masih berharap akan terus berusaha meraih fee based income sebanyak mungkin dari negara yang saat ini menjadi tulang punggung dunia tersebut. "Fee-nya sendiri potensinya luar biasa. Fee dan volumenya, dari bisnis perdagangan bisa lebih besar dari kredit. Selain lebih sustain, terus generate fee-nya lebih cepat. Terlebih cabang kita besar dan potensi itu lebih tinggi," jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dari sisi perdagangan baik ekspor dan impor antara Indonesia dan China saat ini memang sangat besar, sehingga potensi dari trade finance benar-benar meyakinkan. Perseroan berupaya meraih tidak hanya perdagangan yang berasal dari perusahaan Indonesia, tapi juga dari perusahaan-perusahaan lokal di China. "Itu kan kalau ekspor dan impor bisa dari sana, juga bisa dari sini. Jadi dapat dua-duanya. Jadi di China itu bisnis trade-lah, kan orang ekspor dan impor itu semakin besar sejalan dengan waktu," tuturnya.

Sebagai informasi, melalui pembukaan kantor cabang di Shanghai, China tersebut maka Bank Mandiri telah memiliki tujuh kantor cabang atau perwakilan atau anak perusahaan di luar negeri. **cahyo

Related posts