DHL Bangun Gudang Baru Senilai 30 Juta Euro - Fasilitas Built-to-Suit di Cililitan Selesai November 2011

NERACA

Jakarta - DHL, sebuahperusahaanmultinasionalbergerakbidangkurir ekspresdan logistik yang bermarkas di Bonn, Jerman ini, melalui divisi Supply Chain, akan membangun sebuah fasilitasbuilt-to-suitberstandar internasional senilai tiga juta euro atau Rp36,5 miliar di Kawasan Industri Cililitan, Jakarta Timur.

Menurut Abdul Rahim Tahir selaku Direktur Pelaksana DHL Supply Chain Indonesia, fasilitas baru di Cililitan ini nantinya akan menggabungkan gudang untuk distribusi dengan perkantoran dengan luas lahan 140 ribu meter persegi. “Rencananya akan selesai pada November 2011 mendatang. Pembangunan ini yang kedua setelah sebelumnya di Cikarang di tahun 2008 lalu,” ujarnya kepadaNeraca, Kamis (17/2).

Gudang dengan jaringanmulti-user, demikian disebut, menempati lahan seluas 10 ribu meter persegi, dirancang khusus bagi pelanggan DHL Supply Chain pada sektor otomotif dan teknologi. Menggabungkan sarana penanganan barang terbaik guna mendukung proses pemesanan barang masuk dan keluar.

Gudang ini juga didukung sistem komputerisasi sistem manajemen pergudangan, yang dengan sempurna menggabungkan proses kegiatan pemesanan ke dalam kegiatan operasional gudang demi kepentingan visibilitas serta pelacakan pengiriman barang pelanggan dengan lengkap.

Lokasi pun sangat mudah di akses ke wilayah pusat bisnis, dan dijamin waktu pengiriman barang maksimal dua jam. Selain itu, fasilitas ini juga berfungsi sebagai pusat distribusi internasional (hub) untuk mendukung jaringanforward stock locationsDHL Supply Chain ke seluruh Indonesia.

Tahir menambahkan, selain di Cikarang dan Cililitan, ke depannya akan dibangun juga di wilayah Bogor. “Kita akan bangun lagi di daerah Bogor Raya dengan nilai investasi sebesar lima juta euro pada Januari 2012 mendatang. Sedangkan total nilai investasi berkisar antara 20 sampai 30 juta euro selama dua tahun hingga 2013. Pembangunan gudang di Cililitan dan Bogor ini, termasuk didalamnya,” tegas Tahir.

Pria lulusan University of Hull, Inggris ini menyatakan, selain pembangunan gudang berstandar internasional, pihaknya juga membuka sembilan lokasi logistik suku cadang lainnya yang tersebar di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, serta Sulawesi.

“Lokasi ini terbagi atas gudang besar dan kecil. Gudang besar terletak di Surabaya, Medan, Jakarta, dan Bogor. Gudang ini memiliki luas 29 ribu meter persegi. Sedangkan gudang kecil, memiliki luas sekitar 500 hingga 1.000 meter persegi. Diperuntukkan menyimpan barang-barang elektronik sepertisparepart,” tambahnya.

Fasilitas baru di Cililitan ini akan menjadi sebuah benchmark untuk fasilitas pergudangan, dan green standard yang dimiliki DHL Supply Chain, serta menciptakan standar baru gedung ramah lingkungan. Menurutnya, sekitar 35% dari total luas fasilitas pergudangan akan dijadikan lahan penghijauan dan resapan air. “Sekaligus gabungan dari sejumlah konstruksi serta berbagai fitur desain guna mendukung manajemen energy dan konservasi airrecycle,” ucapnya.

Tahir menekankan, DHL Supply Chain Indonesia berfungsi untuk memenuhi kebutuhan domestik semua sektor berupa gudang dan distribusi. Dengan menerapkan prinsipflexibility to growth, sesuai permintaan serta kebutuhan konsumen, ataularge multi-user customers.

“Untuk mempermudah penyaluran barang, jarak antara gudang dan pabrik maksimal 10 kilometer. Dan perangkat yang digunakan untuk mengantar pesanan barang melalui sepeda motor dan mobil van kecil, dengan berat maksimal 50 kilogram. Mengingat kondisi lalu lintas Jakarta yang sangat padat, terutama di jam kerja,” tuturnya. Sedangkan yang akan menempati gudang tersebut jika selesai dibangun antara lain perusahaan komputer Hewlett Packard, Dell, dan Cisco, perusahaan telekomunikasi Huawei, perusahaan otomotif mobil Ford. (ardi)

Related posts