Gelar Kompetisi Bagi Peningkatan Pendidikan - Tanoto Foundation:

NERACA. Tanoto Foundation mengundang komunitas dan institusi pendidikan di Indonesia untuk ikut partisipasi dalam kompetisi penulisan proposal pendidikan berhadiah total Rp. 150.000.000 yang akan diberikan pada 3 (tiga) pemenang. Ajang kompetisi dalam menyambut Hari Guru pada 25 November mendatang, mengajak para pendidik Indonesia meningkatkan mutu pendidikan di Tanah Air.

Sementara penjurian akan dilakukan Prof. Anita Lie, Ed.D., Pemerhati Pendidikan sekaligus Guru Besar di Bidang Pendidikan FKIP dan Program Paskasarjana Unika Widya Mandala, Surabaya, Bambang Indriyanto, Pemerhati Pendidikan, Sekretaris Direktur Jenderal Kemendikbud, E BaskoroPoedjinoegroho SJ, Pemerhati Pendidikan, Kolese Kanisius, Suryopratomo, Pemerhati Pendidikan, News Director Metro TV, dan Dewi Susanti, Direktur Program, Tanoto Foundation.

Furiyanti, Direktur Komunikasi Tanoto Foundation dalam konfrensi press menuturkan, bahwa bagi institusi pendidikan maupun komunitas yang terpilih akan mendapatkan insentif maksimal Rp 50 juta. Proposal paling lambat diterima panitia lomba tanggal 20 Desember 2011. Selain menggelar lomba proposal dunia pendidikan, Tanoto Foundation juga mengadakan lomba foto dunia pendidikan bagi para jurnalis, "Kompetisi foto ini akan menilai foto-foto yang dimuat di media dalam kurun waktu 1 Januari 2011-15 Januari 2012," kata, di Jakarta hari ini,” jelas Furiyanti.

Ia menuturkan kompetisi jika ajang kompetisi dari Tanoto Foundation bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan pendidikan di Indonesia. “Isu pendidikan sangat kompleks, karenanya dibutuhkan kerja sama yang melibatkan semua lapisan masyarakat. Kami mengajak perawata foto melihat dengan jeli dunia pendidikan di Indonesia, dan bagaimana kegelisahan yang tertangkap kamera dapat menggugah kita semua untuk bersama-sama mencari solusi atas kualitas pendidikan di negeri ini,” ungkapnya. Dalam pelaksanaan kompetisi ini, Tanoto Foundation bekerjasama dengan Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP).

Tanoto Education Grant yang digelar Tanoto Foundation merupakan bukti nyata dalam mendukung kegiatan perluasan pendampingan dan peningkatan kualitas guru oleh komunitas dan organisasi pendidikan, mendukung pendokumentasian maupun penelitian terkait upaya-upaya peningkatan kualitas pendidikan, dan upaya menyebarluaskan praktik, dokumentasi, atau hasil penelitian pendidikan kepada komunitas pendidikan yang lebih luas.

Dalam mengimplementasikannya Tanoto Education Grant tersebut menentukan tiga tema, yaitu pengembangan praktik atau konsep belajar inovatif, kreatif, kritis, yang berupaya untuk, menjawab permasalahan masyarakat dan kebudayaan, dan meningkatkan relevansi pendidikan dan perannya dalam menjawab permasalahan masyarakat dan kebudayaan.

Tema kedua adalah perluasan pelatihan guru, yang berupaya untuk menyebarluaskan praktik pendidikan inovatif, kreatif, dan kritis. Sedangkan tema ketiga tentang kebijakan pendidikan, yaitu pelaksanaan kajian, penelitian, pengumpulan data yang dapat mendukung terjadinya praktik pendidikan inovatif, kreatif, kritis dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran guru terhadap kebijakan pendidikan.

Upaya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik adalah dengan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, mewarnai semangat berdirinya Tanoto Foundation oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto.

Sukanto memandang bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama dalam memperoleh kehidupan yang lebih baik. Sektor pendidikan merupakan hal penting yang harus diperjuangkan, karena pendidikan adalah hak dasar setiap orang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Hingga saat ini, keluarga Tanoto tetap mendahulukan pendidikan sebagai modal dasar kesuksesan seseorang. Pendidikan tinggi dirasakan sebagai langkah awal perjalanan keberhasilan seseorang untuk meraih impian menjadi sukses. Selain pendidikan formal, pendidikan informal melalui sektor pemberdayaan merupakan salah satu cara meraih keberhasilan.

Oleh karena itu berdasarkan keyakinan pendiri dan keinginan untuk memberikan kontribusi bagi negara dan bangsa Indonesia difokuskanlah program-program Tanto Foundation pada sektor Pendidikan dan sektor Pemberdayaan.

Tanoto Foundation memiliki visi untuk menjadi pusat unggulan dalam memfasilitasi dan meningkatkan akses terhadap pendidikan yang berkualitas serta peluang pemberdayaan yang memberikan kontribusi pada upaya pengentasan kemiskinan.

Dengan misi bekerja bersama masyarakat dan mitra untuk mencari solusi terhadap akar permasalahan kemiskinan, dengan cara; pertama, mengembangkan dan menerapkan program-program inovatif, kedua, membangun kapasitas dan memberdayakan penerima manfaat, dan ketiga, bekerja bersama mitra dan mendukung program-program yang dilaksanakan mitra, serta mendokumentasikan dan berbagi praktek-praktek terbaik kepada masyarakat.

Dalam bidang Pendidikan, Tanoto Foundation memiliki program-program terpadu yang dikhususkan untuk ikut serta berpartisipasi dalam mencerdaskan bangsa, yaitu; pemberian beasiswa Tanoto Foundation, dengan memberikan kesempatan bagi mahasiswa berprestasi yang kurang mampu untuk dapat mengenyam pendidikan berkualitas di 7 (tujuh) perguruan tinggi, yaitu; Institut Pertanian Bogor (Bogor), Institut Teknologi Bandung (Bandung). Universitas Gadjah Mada (Jogyakarta), Universitas Indonesia (Jakarta), Universitas Jambi (Jambi), Universitas Riau (Riau), Universitas Sumatera Utara (Medan).

Sedangkan proses pemberian beasiswa terbagi dalam 3 (tiga) tahap, yaitu; seleksi dokumentasi, psikotest dan wawancara. Proses seleksi dokumentasi dilakukan di kantor Tanoto Foundation Jakarta, sedangkan psikotest dan interview dilakukan di perguruan tinggi masing-masing.

Beasiswa yang diberikan oleh Tanoto Foundation berupa Tunjangan bulanan dan uang kuliah. Selama menerima beasiswa Tanoto Foundation, mahasiswa menerima bimbingan jika nilai yang mereka peroleh tidak memenuhi persyaratan administrasi, sehingga beasiswa yang mereka dapatkan tidak langsung dihentikan.

Tanoto Foundation juga menyelenggarakan program Pembekalan (Enrichment program), mengadakan kompetisi business plan Anderson Tanoto, Tanoto Scholar Gathering, kesempatan magang di mitra perusahaan seperti Asian Agri, APRIL dan RGE, serta kesempatan bekerja di grup RGE melalui proses seleksi karyawan secara professional.

BERITA TERKAIT

SDM Jadi Perhatian Pemerintah - Alokasi Anggaran untuk Pendidikan dan Kesehatan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah akan memperhatikan secara serius kualitas sumber…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…

Anggota Komisi VI DPR RI Berikan Bantuan Mesin Bagi IKM Kota Sukabumi

Anggota Komisi VI DPR RI Berikan Bantuan Mesin Bagi IKM Kota Sukabumi NERACA Sukabumi - Anggota Komisi VI DPR RI…

BERITA LAINNYA DI CSR

Ringankan Beban Korban Gempa Palu - Sharp Gelar Trauma Healing dan Pengobatan Gratis

Sebagai bentuk rasa kemanusian dan kepedulian terhadap korban bencana gempa Palu, Sigi, Donggala dan sekitarnya, PT Sharp Electronics Indonesia melalui…

Gelar Pelatihan Kewirausahaan - Go-Jek Lebih Dari Sekedar Alat Transportasi

Sukses dan maju bersama para mitranya menjadi prinsip besar Go-Jek sebagai platform on-demand terdepan di Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan Go-Jek…

Inovasi Program RISE - Memberdayakan Disabilitas From Zero To Hero

Stigma negatif baik dalam keluarga dan masyarakat masih menghantui penyandang disabilitas. Pasalnya, penyandang disabilitas dianggap sebagai beban, merepotkan, memalukan, tidak…