FREN Bakal Ganti Nama Dan Manajemen

NERACA

Jakarta – Pasca diakuisi oleh pemegang saham Mayoritas, PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) dikabarkan bakal mengubah nama emiten dan mengganti pengurus perusahaan.

Direktur FREN Anthony C. Kartawiria mengatakan, perseroan dalam waktu dekat berencana bakal berubah nama serta kepengurusan manajemen. “Dalam agenda RUPS yang dijadwalkan 23 Maret 2011 mendatang, agenda pembahasannya soal perubahan nama perseroan,” katanya di Jakarta, Rabu (16/2).

Selain itu, RUPS juga mengagendakan perubahan pengurus dan Dewan Komisaris serta penentuan gaji anggota Direksi dan honorarium anggota Dewan Komisaris Perseroan.

Rencana perubahan nama emiten tentunya memiliki korelasi terkait penggabungan usaha antara PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) dengan PT Smart Telecom. Pasalnya, kedua operator seluler itu kini memiliki pemegang saham mayoritas yang sama.

Tiga pemegang saham mayoritas Smart, PT Bali Media Telekomunikasi, PT Wahana Inti Nusantara dan PT Global Nusa Data telah mengambil alih 99,6% saham baru FREN yang diterbitkan dalam penawaran umum terbatas (PUT) I FREN. Dalam aksi korporasi tersebut, FREN menawarkan 74,072 miliar saham baru seharga Rp 50 per saham.

Kata sekretaris perusahaan FREN Chris Taufik, investor publik hanya membeli 297 juta saham, atau 0,2%. “Ketiga pemegang saham mayoritas Smart akan memiliki 55% saham FREN setelah PUT (penawaran umum terbatas) I," ungkapnya.

Sementara porsi kepemilikan Jerash Investment Ltd turun dari 17% menjadi 5% setelah PUT I. Porsi saham publik dengan kepemilikan di bawah 5% juga merosot dari 58% menjadi 21%. Porsi saham investor institusi FREN, yang memiliki kepemilikan saham di atas 5%, juga menyusut dari 35% menjadi hanya 9%

Dalam hasil penawaran saham, FREN berhasil memperoleh dana Rp 3,7 triliun.

Sebagaimana diketahui, seluruh dana penerbitan saham baru akan digunakan FREN untuk mengakuisisi 57% saham Smart Telecom. Tapi karena pembeli siaganya adalah pemegang saham mayoritas Smart Telecom, praktis Smart Telecom yang mengakuisisi FREN.

Manajemen berharap hasil konsolidasi tersebut bisa mendongkrak kinerja FREN di masa depan. Perusahaan hasil penggabungan diharapkan juga bisa menggenjot penjualan dengan merilis berbagai produk dan layanan baru.

Analis Samuel Sekuritas, Adrianus Bias Prasuryo menilai, aksi korporasi tersebut berdampak positif bagi FREN yang selama ini mengalami kesulitan finansial. "Keuangan dan aset Grup Sinarmas yang besar sangat membantu FREN," tuturnya.

Smart Telecom juga akan menikmati manfaat penggabungan karena perusahaan tersebut bisa menikmati fasilitas infrastruktur FREN. Kendati yakin FREN akan membaik, Adrianus mengaku belum bisa menilai apakah FREN layak mendapat rekomendasi beli.

Pendapatan FREN selama sembilan bulan pertama tahun lalu adalah Rp 306,69 miliar, merosot 47,05% year-on-year. Di periode tersebut, rugi bersih FREN mencapai Rp 1,05 triliun, membengkak dari Rp 439,95 miliar di periode yang sama tahun lalu. Kas FREN di akhir September 2010 Rp 17,55 miliar.

BERITA TERKAIT

Lagi, ICDX Bakal Luncurkan Kontrak Baru - Geliat Transaksi Bursa Komoditi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan transaksi di bursa komoditi, Indonesia Commodity & Derivative Exchange atau ICDX dalam waktu dekat bakal…

Kelola Reksadana Bakal Tembus Rp 500 Triliun

NERACA Jakarta – Selalu masih ada keyakinan pasar saham akan kembali pulih dan juga pasar obligasi menjadi alasan bagi sebagian…

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih - Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket

Pertengahan Tahun, PBB dan BPHTB Sukabumi Sudah Mencapai Rp13 Miliar lebih Usulan Kerjasama Pembayaran Pajak Via Minimarket NERACA Sukabumi -…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…